Seputar Kaltim

    Akhirnya Hujan Guyur Kota Samarinda

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 16:45 WITA

    Hujan kembali membasahi sejumlah ruas jalan di Samarinda salah satunya di jalan M. Yamin. (Dok: Istimewa)

    Samarinda – Hujan mengguyur sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Jumat (25/9/26). Guyuran hujan terpantau di Jalan Wolter Monginsidi, kawasan Gunung Kelua, Bukit Pinang hingga jalan M. Yamin, setelah wilayah ini sebelumnya dilanda kemarau dan persoalan kekeringan.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan turun di sejumlah titik dengan intensitas yang berbeda.

    Kondisi tersebut membuat permukaan jalan basah dan pengendara mulai menyesuaikan kecepatan kendaraan.

    Hujan yang turun di Samarinda juga terjadi di tengah masih berlangsungnya musim kemarau.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada Jumat pagi, dengan periode peringatan berlaku pukul 07.30 hingga 09.40 WITA.

    BMKG juga mencatat peluang peningkatan hujan dengan intensitas sedang masih terbuka di Kalimantan Timur pada periode 25–27 September 2026. Potensi serupa diprakirakan kembali terjadi pada 28 September hingga 1 Oktober.

    Di sisi lain, hujan ini menjadi angin segar di tengah kondisi kering yang masih membayangi sejumlah wilayah.

    BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi Indonesia, sementara titik panas dan sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.

    Pantauan hujan di sejumlah kawasan Samarinda menjadi perkembangan penting setelah kemarau panjang ikut meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

    Masyarakat tetap diimbau mengikuti perkembangan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika hujan disertai petir maupun angin kencang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Akhirnya Hujan Guyur Kota Samarinda

    Penulis:Arsensia Serlyani|Redaktur:Rusdianto
    25 September 2026 pukul 16:45 WITA

    Hujan kembali membasahi sejumlah ruas jalan di Samarinda salah satunya di jalan M. Yamin. (Dok: Istimewa)

    Samarinda – Hujan mengguyur sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Jumat (25/9/26). Guyuran hujan terpantau di Jalan Wolter Monginsidi, kawasan Gunung Kelua, Bukit Pinang hingga jalan M. Yamin, setelah wilayah ini sebelumnya dilanda kemarau dan persoalan kekeringan.

    Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan turun di sejumlah titik dengan intensitas yang berbeda.

    Kondisi tersebut membuat permukaan jalan basah dan pengendara mulai menyesuaikan kecepatan kendaraan.

    Hujan yang turun di Samarinda juga terjadi di tengah masih berlangsungnya musim kemarau.

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Kalimantan Timur pada Jumat pagi, dengan periode peringatan berlaku pukul 07.30 hingga 09.40 WITA.

    BMKG juga mencatat peluang peningkatan hujan dengan intensitas sedang masih terbuka di Kalimantan Timur pada periode 25–27 September 2026. Potensi serupa diprakirakan kembali terjadi pada 28 September hingga 1 Oktober.

    Di sisi lain, hujan ini menjadi angin segar di tengah kondisi kering yang masih membayangi sejumlah wilayah.

    BMKG menyebut kondisi kering masih mendominasi Indonesia, sementara titik panas dan sebaran asap masih terpantau di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.

    Pantauan hujan di sejumlah kawasan Samarinda menjadi perkembangan penting setelah kemarau panjang ikut meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan.

    Masyarakat tetap diimbau mengikuti perkembangan cuaca dan peringatan dini BMKG, terutama ketika hujan disertai petir maupun angin kencang.

    (Sf/Rs)