Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim
Salah satu pelaku UMKM di CFD Tanjung Redeb, pedagang jamu lokal Berau merek Zenvin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Suasana akhir pekan di Kota Tanjung Redeb semakin hidup dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di Kawasan Tepian Segah Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, CFD juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Berau untuk meningkatkan omzet penjualan.
Momentum CFD dimanfaatkan puluhan pelaku UMKM untuk membuka lapak dagangan, mulai dari aneka kuliner khas Berau seperti kue kering lokal, berbagai jajanan, minuman, makanan khas berau seperti telinga sagai hingga produk kerajinan tangan serta oleh-oleh khas daerah. Ramainya pengunjung membuat penjualan para pedagang meningkat dibanding hari biasa.
Salah satu pelaku UMKM, pedagang jamu lokal Berau merek Zenvin, Ruzmiati, melalui bagian pemasaran, Novita Sari, mengungkapkan bahwa CFD memberikan dampak positif terhadap omzet penjualan.
"Penjualan saat CFD bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk berolahraga atau jalan-jalan, tapi akhirnya tertarik membeli produk kami," ujar Novita.
Ia menyampaikan bahwa, usaha jamu Zenvin telah dipasarkan di CFD sejak sekitar tahun 2022 dan terus hadir setiap pekan karena manfaatnya yang dirasakan langsung.
"Sejak awal buka kembali sekitar tahun 2022 kalau tidak salah. Kami rutin ikut CFD setiap minggu karena memang sangat membantu memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan," katanya..
Dirinya pun menyebut selain jamu ada produk lainnya. Dimana, jamu Zenvin sendiri memiliki tujuh varian, yakni kunyit asam, kunyit asam beras kencur, kunyit asam temulawak, kunyit asam kunci sirih, kunyit asam manjakan, langsing koe dan curmanggo.
"Seluruh produk dibuat dari bahan-bahan alami dengan kisaran harga mulai Rp15 ribu hingga Rp45 ribu. Yang paling banyak dicari itu curmanggo dan kunyit asam. Curmanggo itu bisa dikonsumsi semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa," jelasnya.
Menurutnya, selain mendongkrak omzet, CFD juga menjadi sarana promosi yang efektif karena pelaku UMKM dapat berinteraksi langsung dengan konsumen dan menampilkan produk secara langsung.
"Produk kami juga sudah masuk ke beberapa supermarket di Berau. CFD membantu memperluas jangkauan konsumen," tambahnya.
Novita menegaskan bahwa jamu Zavin merupakan produk lokal asli Berau yang telah mengantongi izin BPOM dan memiliki masa simpan hingga satu tahun.
"Bahannya alami, tidak ada campuran kimia, dan sudah diuji aman sampai satu tahun," tegasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap akhir pekan, CFD di Tanjung Redeb dinilai tidak hanya menghadirkan ruang publik yang sehat, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi UMKM Berau untuk meningkatkan omzet sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Seputar Kaltim

Salah satu pelaku UMKM di CFD Tanjung Redeb, pedagang jamu lokal Berau merek Zenvin. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Suasana akhir pekan di Kota Tanjung Redeb semakin hidup dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di Kawasan Tepian Segah Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Selain menjadi ruang aktivitas masyarakat, CFD juga membawa berkah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal Berau untuk meningkatkan omzet penjualan.
Momentum CFD dimanfaatkan puluhan pelaku UMKM untuk membuka lapak dagangan, mulai dari aneka kuliner khas Berau seperti kue kering lokal, berbagai jajanan, minuman, makanan khas berau seperti telinga sagai hingga produk kerajinan tangan serta oleh-oleh khas daerah. Ramainya pengunjung membuat penjualan para pedagang meningkat dibanding hari biasa.
Salah satu pelaku UMKM, pedagang jamu lokal Berau merek Zenvin, Ruzmiati, melalui bagian pemasaran, Novita Sari, mengungkapkan bahwa CFD memberikan dampak positif terhadap omzet penjualan.
"Penjualan saat CFD bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa. Banyak pengunjung yang datang hanya untuk berolahraga atau jalan-jalan, tapi akhirnya tertarik membeli produk kami," ujar Novita.
Ia menyampaikan bahwa, usaha jamu Zenvin telah dipasarkan di CFD sejak sekitar tahun 2022 dan terus hadir setiap pekan karena manfaatnya yang dirasakan langsung.
"Sejak awal buka kembali sekitar tahun 2022 kalau tidak salah. Kami rutin ikut CFD setiap minggu karena memang sangat membantu memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan," katanya..
Dirinya pun menyebut selain jamu ada produk lainnya. Dimana, jamu Zenvin sendiri memiliki tujuh varian, yakni kunyit asam, kunyit asam beras kencur, kunyit asam temulawak, kunyit asam kunci sirih, kunyit asam manjakan, langsing koe dan curmanggo.
"Seluruh produk dibuat dari bahan-bahan alami dengan kisaran harga mulai Rp15 ribu hingga Rp45 ribu. Yang paling banyak dicari itu curmanggo dan kunyit asam. Curmanggo itu bisa dikonsumsi semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa," jelasnya.
Menurutnya, selain mendongkrak omzet, CFD juga menjadi sarana promosi yang efektif karena pelaku UMKM dapat berinteraksi langsung dengan konsumen dan menampilkan produk secara langsung.
"Produk kami juga sudah masuk ke beberapa supermarket di Berau. CFD membantu memperluas jangkauan konsumen," tambahnya.
Novita menegaskan bahwa jamu Zavin merupakan produk lokal asli Berau yang telah mengantongi izin BPOM dan memiliki masa simpan hingga satu tahun.
"Bahannya alami, tidak ada campuran kimia, dan sudah diuji aman sampai satu tahun," tegasnya.
Dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat setiap akhir pekan, CFD di Tanjung Redeb dinilai tidak hanya menghadirkan ruang publik yang sehat, tetapi juga menjadi wadah strategis bagi UMKM Berau untuk meningkatkan omzet sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
(Sf/Rs)