Ajukan Seribu Formasi ke KemenPAN-RB, Balikpapan Prioritaskan Guru dan Nakes

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    19 Februari 2026 06:59 WIB

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Balikpapan, Purnomo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebutuhan tenaga guru dan kesehatan di Kota Balikpapan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menargetkan pengajuan sekitar 1.000 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2026.

    Langkah ini diambil menyusul masih adanya kekosongan tenaga pendidik di sejumlah sekolah serta tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.

    Kepala BKPSDM Balikpapan, Purnomo menjelaskan, bahwa untuk sementara penanganan kekosongan dilakukan secara internal oleh masing-masing perangkat daerah. Dinas Pendidikan misalnya, diminta mengatur pembagian jam mengajar atau pengisian kelas kosong agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

    “Untuk sementara mekanisme operasional kami serahkan ke dinas terkait agar layanan tetap berjalan,” ucap Purnomo kepada awak media, Kamis (19/2/2026).

    Di sisi lain, BKPSDM tengah menyusun usulan formasi ASN yang akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB. Seluruh kebutuhan pegawai daerah, kata Purnomo, harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat sebelum rekrutmen dapat dilakukan.

    Adapun formasi yang diusulkan mencakup guru kelas dan guru mata pelajaran, serta tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, hingga analis kesehatan.

    “Selain itu, terdapat pula kebutuhan tenaga teknis lainnya,” jelasnya.

    BKPSDM memperkirakan total kebutuhan pegawai di Balikpapan mencapai sekitar seribu orang. Namun, jumlah akhir formasi yang disetujui tetap bergantung pada hasil evaluasi pemerintah pusat.

    Biasanya, persetujuan formasi diterima pada pertengahan hingga akhir tahun, sekitar Juli hingga September. Jika usulan disetujui, proses seleksi ASN ditargetkan bisa digelar pada akhir 2026.

    “Pemkot berharap tambahan ASN tersebut dapat memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, sehingga pelayanan publik di Balikpapan berjalan lebih optimal,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Ajukan Seribu Formasi ke KemenPAN-RB, Balikpapan Prioritaskan Guru dan Nakes

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    19 Februari 2026 06:59 WIB

    Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Balikpapan, Purnomo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Kebutuhan tenaga guru dan kesehatan di Kota Balikpapan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Untuk menutup kekurangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menargetkan pengajuan sekitar 1.000 formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 2026.

    Langkah ini diambil menyusul masih adanya kekosongan tenaga pendidik di sejumlah sekolah serta tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan.

    Kepala BKPSDM Balikpapan, Purnomo menjelaskan, bahwa untuk sementara penanganan kekosongan dilakukan secara internal oleh masing-masing perangkat daerah. Dinas Pendidikan misalnya, diminta mengatur pembagian jam mengajar atau pengisian kelas kosong agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

    “Untuk sementara mekanisme operasional kami serahkan ke dinas terkait agar layanan tetap berjalan,” ucap Purnomo kepada awak media, Kamis (19/2/2026).

    Di sisi lain, BKPSDM tengah menyusun usulan formasi ASN yang akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PAN-RB. Seluruh kebutuhan pegawai daerah, kata Purnomo, harus mendapat persetujuan dari pemerintah pusat sebelum rekrutmen dapat dilakukan.

    Adapun formasi yang diusulkan mencakup guru kelas dan guru mata pelajaran, serta tenaga kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, hingga analis kesehatan.

    “Selain itu, terdapat pula kebutuhan tenaga teknis lainnya,” jelasnya.

    BKPSDM memperkirakan total kebutuhan pegawai di Balikpapan mencapai sekitar seribu orang. Namun, jumlah akhir formasi yang disetujui tetap bergantung pada hasil evaluasi pemerintah pusat.

    Biasanya, persetujuan formasi diterima pada pertengahan hingga akhir tahun, sekitar Juli hingga September. Jika usulan disetujui, proses seleksi ASN ditargetkan bisa digelar pada akhir 2026.

    “Pemkot berharap tambahan ASN tersebut dapat memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan, sehingga pelayanan publik di Balikpapan berjalan lebih optimal,” paparnya.

    (Sf/Rs)