Air Sungai Tenggarong Berubah Warna dan Berbau Tak Sedap, Warga Mandi pakai Air Galon

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    28 Januari 2025 12:17 WIB

    Sungai Teriti, Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Air Sungai Tenggarong yang menghitam dan berbau yang tidak sedap terjadi di Teriti, jalan Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/1/2025).

    Air hitam dan bau ini mulai dirasakan warga sejak pukul 16.00 WITA sore.

    "Saat mau ambil air di sungai untuk cucian, saya lihat kok hitam dan bau sekali. Kami ganti pakai air galon, airnya hitam takut keracunan," kata warga bantaran Sungai Tenggarong, Ika.

    Warga lainnya, Fendi juga merasakan hal yang sama dan menyebut ini adalah fenomena air, sering kali terjadi saat musim kemarau. 

    Air bangar ini akibat bahan organik di sungai, seperti dedaunan, batang hingga ranting pohon tertampung di kedalaman tertentu yang mengalami dekomposisi sempurna.

    Air bangar juga terbentuk di danau dan rawa yang di dalamnya ditumbuhi tumbuhan mati dan membusuk dan tidak terdekomposisi sempurna.

    "Air bangar ini biasanya terbentuk di hulu sungai, danau atau rawa dan berada di lapisan paling bawah air, makanya menyebkan warnanya hitam dan bau yang tidak sedap," ujarnya. 

    Selain itu, dampak dari bangarnya air ini juga dapat membuat ikan stres, mabuk hingga mati. Bangar ini biasanya mengalir saat musim kemarau. 

    "Kita juga heran bisanya air bangar ini terjadi saat kemarau, tapi sekarang musim banjir," ucapnya. 

    Sementara, saat ini, untuk menggantikan air yang biasa di pakai mencuci baju, piring atau mandi, pihaknya berinisiatif menggunakan air galon. "Prediksi air bangar ini sampai 5 hari, saat ini lagi musim banjir semoga dengan cepat bisa ternetralisasi," tutupnya. 

    (Sf/By)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Air Sungai Tenggarong Berubah Warna dan Berbau Tak Sedap, Warga Mandi pakai Air Galon

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    28 Januari 2025 12:17 WIB

    Sungai Teriti, Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Air Sungai Tenggarong yang menghitam dan berbau yang tidak sedap terjadi di Teriti, jalan Gunung Belah, Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/1/2025).

    Air hitam dan bau ini mulai dirasakan warga sejak pukul 16.00 WITA sore.

    "Saat mau ambil air di sungai untuk cucian, saya lihat kok hitam dan bau sekali. Kami ganti pakai air galon, airnya hitam takut keracunan," kata warga bantaran Sungai Tenggarong, Ika.

    Warga lainnya, Fendi juga merasakan hal yang sama dan menyebut ini adalah fenomena air, sering kali terjadi saat musim kemarau. 

    Air bangar ini akibat bahan organik di sungai, seperti dedaunan, batang hingga ranting pohon tertampung di kedalaman tertentu yang mengalami dekomposisi sempurna.

    Air bangar juga terbentuk di danau dan rawa yang di dalamnya ditumbuhi tumbuhan mati dan membusuk dan tidak terdekomposisi sempurna.

    "Air bangar ini biasanya terbentuk di hulu sungai, danau atau rawa dan berada di lapisan paling bawah air, makanya menyebkan warnanya hitam dan bau yang tidak sedap," ujarnya. 

    Selain itu, dampak dari bangarnya air ini juga dapat membuat ikan stres, mabuk hingga mati. Bangar ini biasanya mengalir saat musim kemarau. 

    "Kita juga heran bisanya air bangar ini terjadi saat kemarau, tapi sekarang musim banjir," ucapnya. 

    Sementara, saat ini, untuk menggantikan air yang biasa di pakai mencuci baju, piring atau mandi, pihaknya berinisiatif menggunakan air galon. "Prediksi air bangar ini sampai 5 hari, saat ini lagi musim banjir semoga dengan cepat bisa ternetralisasi," tutupnya. 

    (Sf/By)