Seputar Kaltim

    AirAsia Jadi Maskapai Paling Diburu Warga, Bandara Kalimarau Dorong Penambahan Frekuensi Penerbangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 13:05 WITA

    Maskapai AirAsia. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Maskapai AirAsia menjadi pilihan utama warga Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan penumpang yang terus membesar membuat kebutuhan kursi mencapai 80-90 persen hampir di setiap penerbangan. Kondisi ini menjadikan rute Berau sebagai salah satu jalur yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih jauh.

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan resmi kepada AirAsia untuk menambah frekuensi penerbangan ke Berau.

    "Kita targetkan minimal empat kali dalam seminggu, bahkan jika memungkinkan kami berharap adanya daily flight. Load factor AirAsia sangat bagus, tiap hari nyaris penuh. Makanya kami mendorong agar frekuensinya ditambah," jelas Patah.

    Ia pun menyampaikan bahwa kehadiran AirAsia membawa dampak signifikan, terutama dalam hal stabilitas harga tiket. Dimana sebelum AirAsia masuk, harga tiket pesawat ke Berau kerap mencapai Rp1,9 juta. Namun kini, harga berada di kisaran Rp600-700 ribu, jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.

    "AirAsia berhasil menstabilkan harga di lapangan. Yang awalnya masyarakat banyak mengeluhkan harga tiket, sekarang justru bisa menikmati tarif yang jauh lebih terjangkau," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa setiap kali jadwal penerbangan AirAsia diumumkan, masyarakat langsung berebut kursi. Menurutnya, respons tersebut menjadi bukti kuat bahwa penambahan frekuensi merupakan kebutuhan nyata. Apalagi, melihat AirAsia dijadwalkan terbang ke Tarakan empat kali dalam seminggu sejak Desember ini, ia pun menilai bahwa Bandara Kalimarau pun layak mendapat perlakuan serupa mengingat tingginya jumlah penumpang.

    "Kalau Tarakan bisa empat kali, Berau harusnya juga bisa. Penumpang kita cukup banyak. Kami siap mengirimkan surat resmi jika dibutuhkan," tuturnya.

    Dengan tingginya load factor, stabilnya harga tiket, dan meningkatnya permintaan masyarakat, Patah berharap AirAsia segera mengambil keputusan untuk menambah frekuensi penerbangan ke Berau.

    "Sudah kita komunikasikan, tinggal menunggu keputusan dari pihak maskapai," tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    AirAsia Jadi Maskapai Paling Diburu Warga, Bandara Kalimarau Dorong Penambahan Frekuensi Penerbangan

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    04 Desember 2025 pukul 13:05 WITA

    Maskapai AirAsia. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Maskapai AirAsia menjadi pilihan utama warga Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir. Lonjakan penumpang yang terus membesar membuat kebutuhan kursi mencapai 80-90 persen hampir di setiap penerbangan. Kondisi ini menjadikan rute Berau sebagai salah satu jalur yang dinilai potensial untuk dikembangkan lebih jauh.

    Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan permintaan resmi kepada AirAsia untuk menambah frekuensi penerbangan ke Berau.

    "Kita targetkan minimal empat kali dalam seminggu, bahkan jika memungkinkan kami berharap adanya daily flight. Load factor AirAsia sangat bagus, tiap hari nyaris penuh. Makanya kami mendorong agar frekuensinya ditambah," jelas Patah.

    Ia pun menyampaikan bahwa kehadiran AirAsia membawa dampak signifikan, terutama dalam hal stabilitas harga tiket. Dimana sebelum AirAsia masuk, harga tiket pesawat ke Berau kerap mencapai Rp1,9 juta. Namun kini, harga berada di kisaran Rp600-700 ribu, jauh lebih terjangkau bagi masyarakat.

    "AirAsia berhasil menstabilkan harga di lapangan. Yang awalnya masyarakat banyak mengeluhkan harga tiket, sekarang justru bisa menikmati tarif yang jauh lebih terjangkau," ujarnya.

    Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa setiap kali jadwal penerbangan AirAsia diumumkan, masyarakat langsung berebut kursi. Menurutnya, respons tersebut menjadi bukti kuat bahwa penambahan frekuensi merupakan kebutuhan nyata. Apalagi, melihat AirAsia dijadwalkan terbang ke Tarakan empat kali dalam seminggu sejak Desember ini, ia pun menilai bahwa Bandara Kalimarau pun layak mendapat perlakuan serupa mengingat tingginya jumlah penumpang.

    "Kalau Tarakan bisa empat kali, Berau harusnya juga bisa. Penumpang kita cukup banyak. Kami siap mengirimkan surat resmi jika dibutuhkan," tuturnya.

    Dengan tingginya load factor, stabilnya harga tiket, dan meningkatnya permintaan masyarakat, Patah berharap AirAsia segera mengambil keputusan untuk menambah frekuensi penerbangan ke Berau.

    "Sudah kita komunikasikan, tinggal menunggu keputusan dari pihak maskapai," tandasnya.

    (Sf/Rs)