Seputar Kaltim

    Ahli Gizi Samarinda Pastikan Keamanan Menu Program Makan Bergizi Gratis

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 08:14 WITA

    Siswa SD di Samarinda konsumsi makanan bergizi gratis dalam uji coba program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat, dipastikan aman bahkan bagi yang memiliki alergi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat akan segera dimulai secara masif pada tahun 2025. Uji coba program ini telah dilaksanakan di Samarinda terhadap tiga sekolah dari tingkat TK hingga Sekolah Menengah Pertama.  

    Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda, Binti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan siswa. Dalam prosesnya, ia melakukan pendekatan inklusif untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, termasuk mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu.  

    "Kami melakukan skrining melalui guru dan orang tua untuk memastikan anak-anak yang memiliki alergi mendapat menu yang aman dan sesuai," ungkap Binti, Selasa (10/12/2024). 

    Sebagai langkah awal, ia menyebut pihaknya memprioritaskan identifikasi siswa dengan alergi makanan melalui kerja sama erat dengan guru dan orang tua. Dikatakannya, skrining ini penting karena anak-anak, terutama di tingkat SD, sering kali belum menyadari jenis alergi yang mereka miliki. Data ini menjadi dasar bagi tim SPPG untuk menentukan stok makanan khusus, sehingga distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.  

    “Jika ada siswa yang alergi telur, maka telur tidak akan diberikan. Kami juga menyiapkan menu cadangan untuk mereka,” tambahnya. 

    Sebelumnya ia telah mengikuti pelatihan intensif selama tujuh bulan oleh pemerintah pusat. Pelatihan ini, kata Binti, mencakup manajerial, pengadaan pangan, serta higienitas dan sanitasi untuk menjamin keamanan makanan yang disajikan.  

    Untuk mendukung program ini, sembilan dapur sehat akan didirikan di berbagai wilayah Samarinda. Ia menyebut saat ini sudah terdapat 53 orang dalam satu tim yang siap memproduksi 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari. 

    "Kami akan terus melakukan evaluasi selama kegiatan berlangsung untuk memastikan perbaikan dan keberlanjutan program ini," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ahli Gizi Samarinda Pastikan Keamanan Menu Program Makan Bergizi Gratis

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    11 Desember 2024 pukul 08:14 WITA

    Siswa SD di Samarinda konsumsi makanan bergizi gratis dalam uji coba program makan bergizi gratis dari pemerintah pusat, dipastikan aman bahkan bagi yang memiliki alergi. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat akan segera dimulai secara masif pada tahun 2025. Uji coba program ini telah dilaksanakan di Samarinda terhadap tiga sekolah dari tingkat TK hingga Sekolah Menengah Pertama.  

    Ketua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Samarinda, Binti, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mengakomodasi keberagaman kebutuhan siswa. Dalam prosesnya, ia melakukan pendekatan inklusif untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, termasuk mereka yang memiliki alergi terhadap bahan makanan tertentu.  

    "Kami melakukan skrining melalui guru dan orang tua untuk memastikan anak-anak yang memiliki alergi mendapat menu yang aman dan sesuai," ungkap Binti, Selasa (10/12/2024). 

    Sebagai langkah awal, ia menyebut pihaknya memprioritaskan identifikasi siswa dengan alergi makanan melalui kerja sama erat dengan guru dan orang tua. Dikatakannya, skrining ini penting karena anak-anak, terutama di tingkat SD, sering kali belum menyadari jenis alergi yang mereka miliki. Data ini menjadi dasar bagi tim SPPG untuk menentukan stok makanan khusus, sehingga distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran.  

    “Jika ada siswa yang alergi telur, maka telur tidak akan diberikan. Kami juga menyiapkan menu cadangan untuk mereka,” tambahnya. 

    Sebelumnya ia telah mengikuti pelatihan intensif selama tujuh bulan oleh pemerintah pusat. Pelatihan ini, kata Binti, mencakup manajerial, pengadaan pangan, serta higienitas dan sanitasi untuk menjamin keamanan makanan yang disajikan.  

    Untuk mendukung program ini, sembilan dapur sehat akan didirikan di berbagai wilayah Samarinda. Ia menyebut saat ini sudah terdapat 53 orang dalam satu tim yang siap memproduksi 3.000 porsi makanan bergizi setiap hari. 

    "Kami akan terus melakukan evaluasi selama kegiatan berlangsung untuk memastikan perbaikan dan keberlanjutan program ini," pungkasnya.  

    (Sf/Rs)