Cari disini...
Seputar Kaltim
Penyerahan Bantuan Kepada Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh. (Foto : Dokpim)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya menuntaskan angka kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.
Salah satunya dengan menyerahkan ATM bantuan untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) Rp 1 juta per orang. Bantuan tersebut diserahkan kepada 410 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pencanangan gerakan orang tua asuh wajib belajar 12 tahun bagi anak miskin ekstrem usia sekolah di Kota Samarinda di halaman kantor Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (15/6/2023).
Pemkot mengikuti sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 4/2022 bahwa seluruh kabupaten/kota se-Indonesia wajib menuntaskan ekstrem di daerahnya.
Tujuannya agar pada Desember 2024, Indonesia terbebas dari masyarakat miskin ekstrem dan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) menyebutkan data kemiskinan ektrem di Samarinda telah berkurang dan tidak sesuai dengan data P3KE dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
"Pada release 2022 menyatakan Samarinda memiliki 9.039 warga miskin ekstrem dari 1.601 KK. Kemudian Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat bekerjasama dengan Diskominfo Samarinda memvalidasi dan memverifikasi kembali data tersebut," ungkapnya.
Update data Mei 2023 disajikan bahwa terdapat 6.973 jiwa dari 1.456 kepala keluarga. Menurutnya, dengan menurunnya data tersebut maka diyakini akan terjadi zero persen sesuai target dengan pusat.
Kemudian juga akan melaksanakan program penghapusan kemiskinan ekstrem dengan sasaran yang tepat. "Karena sudah jelas sesuai dengan nama dan alamat By Name By Address (BNBA)," ujarnya.
Program yang dicanangkan ini, kata AH, sebagai gerakan untuk orang tua asuh bagi anak-anak miskin ekstrem agar mementingkan pendidikan mereka dan dapat terkontrol dengan baik.
"Serta bisa mencapai cita-cita mereka dan menjadi pelopor keluarga miskin ekstrem. Harapannya adalah anak-anak tersebut bisa menyelesaikan Pendidikannya minimal tingkat SMA, dan alangkah baiknya dapat menyelesaikan Pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi," terangnya.
Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Samarinda juga dilaksanakan secara simbolis penyerahan program bedah rumah.
"Mari kita bergerak, berkolaborasi dengan berbagai program yang telah kita canangkan dan laksanakan, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Samarinda dapat meningkat," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penyerahan Bantuan Kepada Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Pencanangan Gerakan Orang Tua Asuh. (Foto : Dokpim)
Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus berupaya menuntaskan angka kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.
Salah satunya dengan menyerahkan ATM bantuan untuk Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) Rp 1 juta per orang. Bantuan tersebut diserahkan kepada 410 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kegiatan ini juga dirangkai dengan pencanangan gerakan orang tua asuh wajib belajar 12 tahun bagi anak miskin ekstrem usia sekolah di Kota Samarinda di halaman kantor Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (15/6/2023).
Pemkot mengikuti sesuai Instruksi Presiden (Inpres) 4/2022 bahwa seluruh kabupaten/kota se-Indonesia wajib menuntaskan ekstrem di daerahnya.
Tujuannya agar pada Desember 2024, Indonesia terbebas dari masyarakat miskin ekstrem dan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun (AH) menyebutkan data kemiskinan ektrem di Samarinda telah berkurang dan tidak sesuai dengan data P3KE dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
"Pada release 2022 menyatakan Samarinda memiliki 9.039 warga miskin ekstrem dari 1.601 KK. Kemudian Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat bekerjasama dengan Diskominfo Samarinda memvalidasi dan memverifikasi kembali data tersebut," ungkapnya.
Update data Mei 2023 disajikan bahwa terdapat 6.973 jiwa dari 1.456 kepala keluarga. Menurutnya, dengan menurunnya data tersebut maka diyakini akan terjadi zero persen sesuai target dengan pusat.
Kemudian juga akan melaksanakan program penghapusan kemiskinan ekstrem dengan sasaran yang tepat. "Karena sudah jelas sesuai dengan nama dan alamat By Name By Address (BNBA)," ujarnya.
Program yang dicanangkan ini, kata AH, sebagai gerakan untuk orang tua asuh bagi anak-anak miskin ekstrem agar mementingkan pendidikan mereka dan dapat terkontrol dengan baik.
"Serta bisa mencapai cita-cita mereka dan menjadi pelopor keluarga miskin ekstrem. Harapannya adalah anak-anak tersebut bisa menyelesaikan Pendidikannya minimal tingkat SMA, dan alangkah baiknya dapat menyelesaikan Pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi," terangnya.
Melalui Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Samarinda juga dilaksanakan secara simbolis penyerahan program bedah rumah.
"Mari kita bergerak, berkolaborasi dengan berbagai program yang telah kita canangkan dan laksanakan, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Samarinda dapat meningkat," pungkasnya.
(Sf/By)