Seputar Kaltim

    Ada Warna-warni di Hotel Fox Lite, Ternyata 'Ngantre' Jadi Pendamping Andi Harun di Pilwali 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2024 pukul 19:36 WITA

    Antrian penyerahan formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) di Partai Gerindra Samarinda yang dilakukan di Hotel Fox Lite Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Politisi dari berbagai partai secara bergantian memenuhi ruang pertemuan di Hotel Fox Lite Samarinda pada Rabu (22/5/2024). 

    Menurut pantauan media ini, berbondong-bondongnya para politisi masuk ke tempat penginapan yang eksis di Samarinda ini dikarenakan ingin mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) mendampingi petahana, Andi Harun dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024.

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah mengungkapkan, alasan mengapa hanya membuka pendaftaran Bacawawali. 

    "Kenapa hanya menjaring Bacawawali? karena kita punya kader terbaik, bernama Andi Harun. Mungkin kawan-kawan juga sudah tau dari lembaga survei, sebagian masyarakat Samarinda dengan presentase 90 persen lebih menginginkan kepemimpinan Pak Andi Harun kembali," papar Helmi.

    Hari terakhir masa penyerahan formulir pendaftaran Bacawawali, tercatat ada 13 nama yang telah mengembalikan formulir dari 13 yang mengambil. Nama-nama tersebut tidak asing di kalangan publik bahkan ada yang masih menjabat di periode pertamanya Andi Harun.

    Dari kalangan birokrat, terdapat nama Ananta Fatkhurrozi yang masih menjabat sebagai Kepala Bappeda, H Ibrohim sebagai Kepala BPKAD, Syaparuddin Ketua Tim Wali Kota Untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) dan Sekwan DPRD Kota Samarinda. Adapula Ketua Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim, Zairin Zain, yang sebelumnya juga pernah melawan Andi Harun di Pilwali sebelumnya.

    Tak hanya nama itu, berbagai kader partai juga ikut mengantre, dari Partai Gerindra sendiri terdapat nama seperti Fuad Fakhruddin dan Uji Hardana. Dari Nasdem ada Saefudin Zuhri, Jasno dari PAN, Sarwono dari Gelora, Nidya Listiyono dari Golkar, Subandi dari PKS dan terakhir ada nama Barkati dari Demokrat.

    Setelah berakhirnya serangkaian penyerahan formulir pendaftaran Bacawawali, selanjutnya akan diteruskan ke DPD Gerindra Kaltim, dan terakhir diserahkan kepada pusat. "Kita akan welcome untuk semua, dari tadi sudah ada banyak yang daftar dan kita akan lakukan penjaringan, dan keputusan terakhir itu di DPP," ungkapnya.

    Dijelaskan Helmi, Andi Harun sendiri juga belum terbuka terkait kriteria calon pendampingnya. Namun ia menekankan bahwa tingkat popularitasnya juga tak kalah jauh dari Andi Harun dan bagaimana tokoh tersebut juga diterima oleh masyarakat.

    Ia juga memaparakan sistematika yang pernah dilakukan dalam penjaringan, yang mana DPP akan menurunkan tim untuk mengukur calon pendamping Andi Harun di Pilwali. "Pengalaman kita biasanya DPP itu juga menurunkan tim tanpa sepengetahuan kami, jadi biasanya alat ukurnya itu survei, mereka juga survei," tuturnya.

    Diketahui, besok Partai Gerindra akan melakukan pleno terbuka untuk membahas terkait penjaringan yang telah dilakukan. "Ini serentak dilakukan bersama 10 Kabupaten Kota lainnya, dan Insya Allah semua daerah kita mengirimkan kader terbaik dalam kontestasi ini," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Ada Warna-warni di Hotel Fox Lite, Ternyata 'Ngantre' Jadi Pendamping Andi Harun di Pilwali 2024

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2024 pukul 19:36 WITA

    Antrian penyerahan formulir pendaftaran Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) di Partai Gerindra Samarinda yang dilakukan di Hotel Fox Lite Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Politisi dari berbagai partai secara bergantian memenuhi ruang pertemuan di Hotel Fox Lite Samarinda pada Rabu (22/5/2024). 

    Menurut pantauan media ini, berbondong-bondongnya para politisi masuk ke tempat penginapan yang eksis di Samarinda ini dikarenakan ingin mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota (Bacawawali) mendampingi petahana, Andi Harun dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwali) 2024.

    Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah mengungkapkan, alasan mengapa hanya membuka pendaftaran Bacawawali. 

    "Kenapa hanya menjaring Bacawawali? karena kita punya kader terbaik, bernama Andi Harun. Mungkin kawan-kawan juga sudah tau dari lembaga survei, sebagian masyarakat Samarinda dengan presentase 90 persen lebih menginginkan kepemimpinan Pak Andi Harun kembali," papar Helmi.

    Hari terakhir masa penyerahan formulir pendaftaran Bacawawali, tercatat ada 13 nama yang telah mengembalikan formulir dari 13 yang mengambil. Nama-nama tersebut tidak asing di kalangan publik bahkan ada yang masih menjabat di periode pertamanya Andi Harun.

    Dari kalangan birokrat, terdapat nama Ananta Fatkhurrozi yang masih menjabat sebagai Kepala Bappeda, H Ibrohim sebagai Kepala BPKAD, Syaparuddin Ketua Tim Wali Kota Untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) dan Sekwan DPRD Kota Samarinda. Adapula Ketua Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kaltim, Zairin Zain, yang sebelumnya juga pernah melawan Andi Harun di Pilwali sebelumnya.

    Tak hanya nama itu, berbagai kader partai juga ikut mengantre, dari Partai Gerindra sendiri terdapat nama seperti Fuad Fakhruddin dan Uji Hardana. Dari Nasdem ada Saefudin Zuhri, Jasno dari PAN, Sarwono dari Gelora, Nidya Listiyono dari Golkar, Subandi dari PKS dan terakhir ada nama Barkati dari Demokrat.

    Setelah berakhirnya serangkaian penyerahan formulir pendaftaran Bacawawali, selanjutnya akan diteruskan ke DPD Gerindra Kaltim, dan terakhir diserahkan kepada pusat. "Kita akan welcome untuk semua, dari tadi sudah ada banyak yang daftar dan kita akan lakukan penjaringan, dan keputusan terakhir itu di DPP," ungkapnya.

    Dijelaskan Helmi, Andi Harun sendiri juga belum terbuka terkait kriteria calon pendampingnya. Namun ia menekankan bahwa tingkat popularitasnya juga tak kalah jauh dari Andi Harun dan bagaimana tokoh tersebut juga diterima oleh masyarakat.

    Ia juga memaparakan sistematika yang pernah dilakukan dalam penjaringan, yang mana DPP akan menurunkan tim untuk mengukur calon pendamping Andi Harun di Pilwali. "Pengalaman kita biasanya DPP itu juga menurunkan tim tanpa sepengetahuan kami, jadi biasanya alat ukurnya itu survei, mereka juga survei," tuturnya.

    Diketahui, besok Partai Gerindra akan melakukan pleno terbuka untuk membahas terkait penjaringan yang telah dilakukan. "Ini serentak dilakukan bersama 10 Kabupaten Kota lainnya, dan Insya Allah semua daerah kita mengirimkan kader terbaik dalam kontestasi ini," tutupnya.

    (Sf/Rs)