Cari disini...
Seputar Kaltim
Spanduk pemberitahuan pengalihan jalan di lampu merah Jalan Abul Hasan, lalu lintas masih seperti biasanya, Jumat (9/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Adanya pengerjaan drainase di kawasan Jalan Abul Hasan dan KH Agus Salim dinilai membuat lalu lintas terhambat.
Sebagai solusi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hotmarulitua Manalu, pihaknya melakukan perubahan arus, dengan rekayasa lalu lintas yang berada di kawasan itu.
Jalan Abul Hasan akan tetap dibuka aksesnya, hanya saja dalam satu arah dan diarahkan menuju simpang Jalan Diponegoro.
"Karena jika masih diterapkan dua arah akan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang semakin parah. Sebab itu alternatifnya kita mengarahkan masyarakat untuk berputar dulu," jelas Manalu, Kamis (8/8/2024).
Kemudian, arus kendaraan dari arah Jalan Kesuma Bangsa ke Jalan Gatot Subroto akan ditutup dan dialihkan ke Jalan KH Agus Salim menuju simpang RS Haji Darjad.
Sementara arus kendaraan dari Jalan KH Agus Salim ke arah Jalan Gatot Subroto akan di alihkan ke Jalan Kesuma Bangsa.
Manalu menyebut adanya pengalihan arus lalu lintas dikarenakan penyempitan badan jalan karena pengerjaan proyek. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satlantas terkait hal ini.
Ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi rekayasa lalu lintas ini, demi keselamatan pengendara dan kelancaran proyek. Apalagi beberapa alat berat sudah berada di salah satu wilayah pengerjaan drainase, yakni di Jalan KH Agus Salim.
"Mohon bersabar terlebih dahulu terhadap proyek ini," ungkapnya.
Perubahan arus lalu lintas ini mulai berlaku Jumat (9/8/2024) hingga pengerjaan proyek selesai.
Namun pantauan lapangan Seputar Fakta pukul 09.15 WITA, masyarakat masih melewati jalur seperti biasa. Belum ada penutupan jalan dan pengalihan, serta tidak ada petugas yang mengawasi.
Hanya di sekitar jalan tersebut sudah terpasang spanduk pemberitahuan adanya perubahan arus lalu lintas, seperti di kawasan lampu merah Jalan Abul Hasan dan KH Agus Salim.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Spanduk pemberitahuan pengalihan jalan di lampu merah Jalan Abul Hasan, lalu lintas masih seperti biasanya, Jumat (9/8/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Adanya pengerjaan drainase di kawasan Jalan Abul Hasan dan KH Agus Salim dinilai membuat lalu lintas terhambat.
Sebagai solusi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Hotmarulitua Manalu, pihaknya melakukan perubahan arus, dengan rekayasa lalu lintas yang berada di kawasan itu.
Jalan Abul Hasan akan tetap dibuka aksesnya, hanya saja dalam satu arah dan diarahkan menuju simpang Jalan Diponegoro.
"Karena jika masih diterapkan dua arah akan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang semakin parah. Sebab itu alternatifnya kita mengarahkan masyarakat untuk berputar dulu," jelas Manalu, Kamis (8/8/2024).
Kemudian, arus kendaraan dari arah Jalan Kesuma Bangsa ke Jalan Gatot Subroto akan ditutup dan dialihkan ke Jalan KH Agus Salim menuju simpang RS Haji Darjad.
Sementara arus kendaraan dari Jalan KH Agus Salim ke arah Jalan Gatot Subroto akan di alihkan ke Jalan Kesuma Bangsa.
Manalu menyebut adanya pengalihan arus lalu lintas dikarenakan penyempitan badan jalan karena pengerjaan proyek. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Satlantas terkait hal ini.
Ia meminta kepada masyarakat untuk mematuhi rekayasa lalu lintas ini, demi keselamatan pengendara dan kelancaran proyek. Apalagi beberapa alat berat sudah berada di salah satu wilayah pengerjaan drainase, yakni di Jalan KH Agus Salim.
"Mohon bersabar terlebih dahulu terhadap proyek ini," ungkapnya.
Perubahan arus lalu lintas ini mulai berlaku Jumat (9/8/2024) hingga pengerjaan proyek selesai.
Namun pantauan lapangan Seputar Fakta pukul 09.15 WITA, masyarakat masih melewati jalur seperti biasa. Belum ada penutupan jalan dan pengalihan, serta tidak ada petugas yang mengawasi.
Hanya di sekitar jalan tersebut sudah terpasang spanduk pemberitahuan adanya perubahan arus lalu lintas, seperti di kawasan lampu merah Jalan Abul Hasan dan KH Agus Salim.
(Sf/Rs)