Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, melalui Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolariud), Polresta Samarinda menerima laporan adanya aksi perompakan pada kapal pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam.
Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, saat press Release akhir tahun, Sabtu (30/12/2023) lalu. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah kapal pengangkut batu bara dilaporkan menjadi korban perompakan.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kapal klotok yang mengambil batu bara dari kapal tanker dengan menggunakan pipa paralon. Ini merupakan tindak pidana pencurian yang merugikan para pengangkut batu bara," kata Kombes Pol Ary Fadli.
Ia menambahkan bahwa para nahkoda yang membawa batu bara sebenarnya sudah mengetahui adanya perompakan, namun tidak pernah melaporkan ke polisi. Alasannya, mereka sudah memiliki penjaga sendiri yang bertugas mengawasi muatan mereka.
"Namun, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami akan melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku perompakan. Kami juga mengimbau para nahkoda untuk melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa, agar kami bisa membantu mereka," ujar Kombes Pol Ary Fadli.
Menurut Kapolresta, pihaknya sudah melakukan patroli rutin di sungai Mahakam, namun belum berhasil menangkap para perompak. Ia menduga bahwa para perompak sudah memiliki jaringan dan informasi yang memudahkan mereka untuk menghindari polisi.
"Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Syahbandar, dan pemerintah daerah. Kami juga akan memanfaatkan teknologi, seperti kamera pengintai dan drone, untuk memantau situasi di sungai Mahakam," tutur Kombes Pol Ary Fadli.
Ia berharap, dengan langkah-langkah yang diambil, Polresta Samarinda bisa memberantas perompakan batu bara di sungai Mahakam. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.
"Kami mengapresiasi kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam memberantas tindak pidana ini. Kami berharap, dengan bersama-sama, kita bisa menjadikan sungai Mahakam sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat Samarinda," pungkas Kombes Pol Ary Fadli.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepolisian Resor Kota Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda, melalui Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolariud), Polresta Samarinda menerima laporan adanya aksi perompakan pada kapal pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam.
Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, saat press Release akhir tahun, Sabtu (30/12/2023) lalu. Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah kapal pengangkut batu bara dilaporkan menjadi korban perompakan.
"Kami mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada kapal klotok yang mengambil batu bara dari kapal tanker dengan menggunakan pipa paralon. Ini merupakan tindak pidana pencurian yang merugikan para pengangkut batu bara," kata Kombes Pol Ary Fadli.
Ia menambahkan bahwa para nahkoda yang membawa batu bara sebenarnya sudah mengetahui adanya perompakan, namun tidak pernah melaporkan ke polisi. Alasannya, mereka sudah memiliki penjaga sendiri yang bertugas mengawasi muatan mereka.
"Namun, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kami akan melakukan penindakan tegas terhadap para pelaku perompakan. Kami juga mengimbau para nahkoda untuk melapor ke polisi jika mengalami kejadian serupa, agar kami bisa membantu mereka," ujar Kombes Pol Ary Fadli.
Menurut Kapolresta, pihaknya sudah melakukan patroli rutin di sungai Mahakam, namun belum berhasil menangkap para perompak. Ia menduga bahwa para perompak sudah memiliki jaringan dan informasi yang memudahkan mereka untuk menghindari polisi.
"Kami akan terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Syahbandar, dan pemerintah daerah. Kami juga akan memanfaatkan teknologi, seperti kamera pengintai dan drone, untuk memantau situasi di sungai Mahakam," tutur Kombes Pol Ary Fadli.
Ia berharap, dengan langkah-langkah yang diambil, Polresta Samarinda bisa memberantas perompakan batu bara di sungai Mahakam. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan.
"Kami mengapresiasi kerjasama dan partisipasi masyarakat dalam memberantas tindak pidana ini. Kami berharap, dengan bersama-sama, kita bisa menjadikan sungai Mahakam sebagai sumber kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat Samarinda," pungkas Kombes Pol Ary Fadli.
(Sf/Rs)