Cari disini...
Seputar Kaltim
Salah satu tenan di Pasar Tani dan Bazar Pangan di halaman kantor Dinas Ketapang Tani Kota Samarinda, Selasa (2/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Kota Samarinda menggelar pasar tani dan bazar pangan yang diikuti oleh para petani dan [elaku Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Samarinda di Kantor Dinas Ketapangtani, Jalan Biola, Samarinda.
Kepala Dinas Ketapangtani Kota Samarinda, Muhammad Darham, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pengendalian inflasi, yang dijadwalkan berlangsung dari 2 sampai 3 April 2024.
Pasar tani ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Ia akan menyediakan daging segar dengan harga Rp145 ribu menjelang Hari Raya Idulfitri
Sebanyak 27 UMKM telah bergabung dalam pasar tani ini, dengan sistem penitipan produk secara bergantian untuk memastikan ketersediaan produk segar dari petani.
“Kalau semua UMKM kita turunkan tempatnya tidak memadai,” terang Darham, Selasa (2/4/2024).
Produk yang dijual bukan hanya bahan pokok seperti beras, gula dan minyak saja, tapi juga termasuk kue kering, dan camilan seperti nastar, tahu bakso, kopi, dan lain-lain.
Darham juga menekankan bahwa petani yang terlibat dalam pasar tani ini merupakan dari program P2L (Pemanfaatan Lahan Lingkungan), binaan dari Dinas Ketapang Tani. Mereka memanfaatkan halaman rumah dan sekitarnya untuk menghasilkan produk segar yang dijual di pasar tani tersebut.
"Dalam upaya ini, kami juga mensubsidi biaya angkut untuk membantu petani menurunkan harga produknya. Tidak ada patokan harga dalam penjualan di pasar ini, yang penting harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran," tegasnya.
DIi waktu yang sama, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, mengapresiasi upaya riil yang dilakukan oleh seluruh dinas terkait dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas dan terjangkau, terutama menjelang perayaan hari keagamaan ramadan dan idulfitri.
Rusmadi Wongso menyoroti kolaborasi antara Dinas Ketapang Tani, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi), Dinas Perikanan, Perusahaan Daerah, distributor, serta berbagai pihak terkait lainnya dalam pengendalian inflasi di Samarinda.
"Ini bukan hanya kolaborasi antar-dinas, tapi juga melibatkan para pelaku usaha di Samarinda, seperti Varia Niaga dan para distributor, untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau bagi masyarakat," beber Rusmadi.
Menurutnya, harga pangan yang ditawarkan di pasar tersebut rata-rata berada di bawah harga pasaran, sehingga dapat membantu mengendalikan inflasi.
"Meski inflasi Samarinda termasuk yang terendah di Kalimantan Timur, namun kita tetap berupaya untuk menjaga agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat," tambahnya.
Dengan demikian, ia berharap melalui kolaborasi yang sinergis antara berbagai pihak, diharapkan pasar tani ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Samarinda dengan harga yang terjangkau serta memberikan dukungan kepada para petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Salah satu tenan di Pasar Tani dan Bazar Pangan di halaman kantor Dinas Ketapang Tani Kota Samarinda, Selasa (2/4/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapang Tani) Kota Samarinda menggelar pasar tani dan bazar pangan yang diikuti oleh para petani dan [elaku Usaha, Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) Samarinda di Kantor Dinas Ketapangtani, Jalan Biola, Samarinda.
Kepala Dinas Ketapangtani Kota Samarinda, Muhammad Darham, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pengendalian inflasi, yang dijadwalkan berlangsung dari 2 sampai 3 April 2024.
Pasar tani ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau. Ia akan menyediakan daging segar dengan harga Rp145 ribu menjelang Hari Raya Idulfitri
Sebanyak 27 UMKM telah bergabung dalam pasar tani ini, dengan sistem penitipan produk secara bergantian untuk memastikan ketersediaan produk segar dari petani.
“Kalau semua UMKM kita turunkan tempatnya tidak memadai,” terang Darham, Selasa (2/4/2024).
Produk yang dijual bukan hanya bahan pokok seperti beras, gula dan minyak saja, tapi juga termasuk kue kering, dan camilan seperti nastar, tahu bakso, kopi, dan lain-lain.
Darham juga menekankan bahwa petani yang terlibat dalam pasar tani ini merupakan dari program P2L (Pemanfaatan Lahan Lingkungan), binaan dari Dinas Ketapang Tani. Mereka memanfaatkan halaman rumah dan sekitarnya untuk menghasilkan produk segar yang dijual di pasar tani tersebut.
"Dalam upaya ini, kami juga mensubsidi biaya angkut untuk membantu petani menurunkan harga produknya. Tidak ada patokan harga dalam penjualan di pasar ini, yang penting harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan dengan harga pasaran," tegasnya.
DIi waktu yang sama, Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, mengapresiasi upaya riil yang dilakukan oleh seluruh dinas terkait dalam memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas dan terjangkau, terutama menjelang perayaan hari keagamaan ramadan dan idulfitri.
Rusmadi Wongso menyoroti kolaborasi antara Dinas Ketapang Tani, Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi), Dinas Perikanan, Perusahaan Daerah, distributor, serta berbagai pihak terkait lainnya dalam pengendalian inflasi di Samarinda.
"Ini bukan hanya kolaborasi antar-dinas, tapi juga melibatkan para pelaku usaha di Samarinda, seperti Varia Niaga dan para distributor, untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau bagi masyarakat," beber Rusmadi.
Menurutnya, harga pangan yang ditawarkan di pasar tersebut rata-rata berada di bawah harga pasaran, sehingga dapat membantu mengendalikan inflasi.
"Meski inflasi Samarinda termasuk yang terendah di Kalimantan Timur, namun kita tetap berupaya untuk menjaga agar harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat," tambahnya.
Dengan demikian, ia berharap melalui kolaborasi yang sinergis antara berbagai pihak, diharapkan pasar tani ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Samarinda dengan harga yang terjangkau serta memberikan dukungan kepada para petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
(Sf/Rs)