Seputar Kaltim
Petugas Perumdam Kutim mengawasi jaringan pipa di lokasi proyek drainase Sangatta. (Foto: Perumdam Kutim)
Sangatta – Pekerjaan peningkatan drainase di Jalan Yos Sudarso I hingga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sangatta Utara, berpotensi mengenai jaringan pipa distribusi air bersih milik Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim). Jika terjadi kerusakan, distribusi air kepada pelanggan di kawasan terdampak dapat terganggu.
Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi Perumdam Kutim, Syamsul Bachri menjelaskan, sejumlah pipa berada berdekatan dengan area penggalian. Jaringan tersebut terdiri dari pipa berukuran 2 inci dan 4 inci, serta pipa crossing 6 inci di depan kawasan Indomaret.
“Petugas harus memperhatikan titik penggalian yang berdekatan dengan jaringan pipa berukuran 4 inci dan 2 inci, termasuk pipa crossing berukuran 6 inci di depan kawasan Indomaret,” ujar Syamsul.
Untuk mengantisipasi kerusakan, Perumdam menyiagakan personel selama 24 jam sejak pekerjaan dimulai pada Jumat (30/10/2026). Petugas dibagi dalam tiga giliran kerja, yakni pukul 07.00–15.00 WITA, 15.00–23.00 WITA, dan 23.00–07.00 WITA.
Selain memantau penggalian dan mengidentifikasi posisi pipa, petugas bertugas berkoordinasi dengan DPUPR Kutim Bidang Sumber Daya Air. Jika pembangunan mengharuskan pemindahan jaringan, tim Perumdam akan mendampingi proses tersebut.
Setiap kendala maupun potensi kerusakan di lapangan harus dilaporkan dan didokumentasikan melalui grup komunikasi untuk ditindaklanjuti.
Tim pendampingan dibentuk pada 27 Oktober 2026 setelah Perumdam menerima surat pemberitahuan sekaligus permintaan pendampingan dari DPUPR Kutim pada 16 Oktober 2026.
Syamsul menegaskan, dokumentasi diperlukan untuk mencatat perkembangan pekerjaan dan kendala yang ditemukan di lapangan.
"Seluruh informasi harus terdokumentasi dengan baik agar dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” tegasnya.
Proyek peningkatan drainase tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2026–2027 dengan masa pengerjaan 413 hari kalender.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Petugas Perumdam Kutim mengawasi jaringan pipa di lokasi proyek drainase Sangatta. (Foto: Perumdam Kutim)
Sangatta – Pekerjaan peningkatan drainase di Jalan Yos Sudarso I hingga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sangatta Utara, berpotensi mengenai jaringan pipa distribusi air bersih milik Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Kutim). Jika terjadi kerusakan, distribusi air kepada pelanggan di kawasan terdampak dapat terganggu.
Asisten Manajer Transmisi dan Distribusi Perumdam Kutim, Syamsul Bachri menjelaskan, sejumlah pipa berada berdekatan dengan area penggalian. Jaringan tersebut terdiri dari pipa berukuran 2 inci dan 4 inci, serta pipa crossing 6 inci di depan kawasan Indomaret.
“Petugas harus memperhatikan titik penggalian yang berdekatan dengan jaringan pipa berukuran 4 inci dan 2 inci, termasuk pipa crossing berukuran 6 inci di depan kawasan Indomaret,” ujar Syamsul.
Untuk mengantisipasi kerusakan, Perumdam menyiagakan personel selama 24 jam sejak pekerjaan dimulai pada Jumat (30/10/2026). Petugas dibagi dalam tiga giliran kerja, yakni pukul 07.00–15.00 WITA, 15.00–23.00 WITA, dan 23.00–07.00 WITA.
Selain memantau penggalian dan mengidentifikasi posisi pipa, petugas bertugas berkoordinasi dengan DPUPR Kutim Bidang Sumber Daya Air. Jika pembangunan mengharuskan pemindahan jaringan, tim Perumdam akan mendampingi proses tersebut.
Setiap kendala maupun potensi kerusakan di lapangan harus dilaporkan dan didokumentasikan melalui grup komunikasi untuk ditindaklanjuti.
Tim pendampingan dibentuk pada 27 Oktober 2026 setelah Perumdam menerima surat pemberitahuan sekaligus permintaan pendampingan dari DPUPR Kutim pada 16 Oktober 2026.
Syamsul menegaskan, dokumentasi diperlukan untuk mencatat perkembangan pekerjaan dan kendala yang ditemukan di lapangan.
"Seluruh informasi harus terdokumentasi dengan baik agar dapat menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut,” tegasnya.
Proyek peningkatan drainase tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2026–2027 dengan masa pengerjaan 413 hari kalender.
(Sf/Lo)