Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Sambaliung. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada tahun 2025 kembali dilaksanakan, di Halaman Kantor Kecamatan Sambaliung, Selasa, (11/2/2025).
Kegiatan di hadiri oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang di wakili Sekretaris Daerah (Sekda) M Said, Camat Sambaliung Ahmad Jupri, Wakil I DPRD Berau Subroto, kepala Bapelitbang Berau Endah Ernany, kepala kampung atau lurah di Kecamatan Sambaliung dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Berau.
Camat Sambaliung, Ahmad Jupri mengatakan bahwa secara keseluruhan jumlah usulan menurun, pada tahun 2024 lalu yakni sebanyak 1.024 usulan sedangkan pada tahun ini sebanyak 899 usulan hasil dari Musrenbang tingkat kelurahan dan kampung di Kecamatan Sambaliung.
"Semua usulan sudah terangkum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Republik Indonesia yang terbagi menjadi 605 usulan pada bidang pembangunan fisik, 104 usulan dalam bidang ekonomi, 123 usulan bidang sosial budaya dan 67 usulan bidang pemerintahan," ujar Camat Sambaliung, Ahmad Jupri.
Ia menyebut dari seluruh usulan, kelurahan sambaliung yang memiliki usulan terbanyak yakni berjumlah 331 usulan. Kemudian disusul urutan kedua yakni kampung suaran sebanyak 105 usulan dan urutan ketiga yakni kampung pilanjau 70 usulan.
"Untuk usulan paling sedikit yakni Kampung Pegat Bukur yakni sebanyak 16 usulan," tungkasnya.
Dalam usulan dari 13 kampung dan 1 kelurahan di Kecamatan Sambaliung banyak menyerukan persoalan seperti infrastruktur, ada juga di Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan yakni terkait sdm yang kurang sehingga berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan, Bidang Pertanian serta sarana dan prasarana kampung.
Sementara itu Sekda Berau, M Said mengatakan semua usulan yang telah disampaikan memiliki tingkat prioritas yang berbeda-beda. Melalui Musrenbang ini, diharapkan menjadi jembatan bagi Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan regulasi yang ada.
"Terlebih di awal 2025 Pemkab mendapat “kado” dari pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran. Itu akan berdampak pada program-program termasuk pembangunan fisik. Jadi kalau kami belum maksiamal memberikan di tahun ini, tolong bersabar," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Sambaliung. (Foto:Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada tahun 2025 kembali dilaksanakan, di Halaman Kantor Kecamatan Sambaliung, Selasa, (11/2/2025).
Kegiatan di hadiri oleh Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang di wakili Sekretaris Daerah (Sekda) M Said, Camat Sambaliung Ahmad Jupri, Wakil I DPRD Berau Subroto, kepala Bapelitbang Berau Endah Ernany, kepala kampung atau lurah di Kecamatan Sambaliung dan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Berau.
Camat Sambaliung, Ahmad Jupri mengatakan bahwa secara keseluruhan jumlah usulan menurun, pada tahun 2024 lalu yakni sebanyak 1.024 usulan sedangkan pada tahun ini sebanyak 899 usulan hasil dari Musrenbang tingkat kelurahan dan kampung di Kecamatan Sambaliung.
"Semua usulan sudah terangkum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Republik Indonesia yang terbagi menjadi 605 usulan pada bidang pembangunan fisik, 104 usulan dalam bidang ekonomi, 123 usulan bidang sosial budaya dan 67 usulan bidang pemerintahan," ujar Camat Sambaliung, Ahmad Jupri.
Ia menyebut dari seluruh usulan, kelurahan sambaliung yang memiliki usulan terbanyak yakni berjumlah 331 usulan. Kemudian disusul urutan kedua yakni kampung suaran sebanyak 105 usulan dan urutan ketiga yakni kampung pilanjau 70 usulan.
"Untuk usulan paling sedikit yakni Kampung Pegat Bukur yakni sebanyak 16 usulan," tungkasnya.
Dalam usulan dari 13 kampung dan 1 kelurahan di Kecamatan Sambaliung banyak menyerukan persoalan seperti infrastruktur, ada juga di Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan yakni terkait sdm yang kurang sehingga berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan, Bidang Pertanian serta sarana dan prasarana kampung.
Sementara itu Sekda Berau, M Said mengatakan semua usulan yang telah disampaikan memiliki tingkat prioritas yang berbeda-beda. Melalui Musrenbang ini, diharapkan menjadi jembatan bagi Pemerintah Daerah untuk menindaklanjuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan regulasi yang ada.
"Terlebih di awal 2025 Pemkab mendapat “kado” dari pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran. Itu akan berdampak pada program-program termasuk pembangunan fisik. Jadi kalau kami belum maksiamal memberikan di tahun ini, tolong bersabar," tandasnya.
(Sf/Rs)