Seputar Kaltim

    Ada 9 Wilayah Blank Spot dan Lemah Sinyal di PPU, Mentawir Jadi Prioritas

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    24 Agustus 2026 pukul 18:28 WITA

    Kabid Aplikasi, Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, masih belum memiliki jaringan seluler. Kondisi itu membuat sekolah hingga pelayanan pemerintahan bergantung pada Starlink untuk mengakses internet.

    Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) saat mengusulkan penanganan sembilan titik blank spot dan lemah sinyal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beberapa waktu lalu.

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan Mentawir menjadi prioritas karena persoalannya bukan sekadar jaringan yang lemah.

    "Kalau Mentawir itu memang blank spot. Bukan lemah sinyal lagi, memang tidak ada sinyal," ungkap Fitriani, Senin (24/8/2026).

    Diskominfo PPU telah melakukan survei di wilayah tersebut. Hasilnya, belum terdapat titik Base Transceiver Station (BTS) yang menopang jaringan seluler di Mentawir.

    Kondisi ini berimbas langsung pada layanan yang membutuhkan koneksi internet. Sekolah di Mentawir pernah meminta bantuan Starlink saat pelaksanaan ujian. Setelahnya, perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada kelurahan untuk digunakan menunjang pelayanan.

    "Sampai sekarang masih dipakai kelurahan untuk pelayanan," ujarnya.

    Fitriani menilai kebutuhan konektivitas di Mentawir cukup mendesak, sebab kelurahan ini tidak hanya membutuhkan akses internet untuk komunikasi warga. Di wilayah itu juga terdapat fasilitas pendidikan, puskesmas dan pelayanan pemerintahan.  

    Selama jaringan seluler belum tersedia, fasilitas-fasilitas itu harus mencari cara sendiri untuk tetap terhubung.

    Pemkab PPU kemudian membawa persoalan tersebut dalam audiensi dengan Komdigi. Usulan penanganan mencakup pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk BTS serta dukungan konektivitas seperti fiber optik dan Starlink sesuai kebutuhan titik yang diajukan.

    Selain Mentawir, terdapat delapan wilayah lain yang masuk usulan penanganan blank spot dan lemah sinyal. Titik tersebut tersebar di tiga kecamatan.

    Di Kecamatan Babulu, usulan mencakup Desa Rintik, Labangka Barat dan Sumber Sari. Kecamatan Penajam meliputi Desa Sidorejo, Giripurwa dan Bukit Subur. Sedangkan di Kecamatan Sepaku mencakup Mentawir, Karang Jinawi dan Telemow.

    Fitriani mengatakan tindak lanjut audiensi telah dilakukan melalui pertemuan daring dengan Kementerian Komdigi. Usulan tersebut juga berasal dari laporan dan aduan masyarakat yang diterima pemerintah daerah.

    Dari proses tersebut, tujuh desa disebut telah masuk verifikasi kementerian melalui provider Indosat. Sementara titik lainnya masih dalam proses penanganan dan pemetaan.

    "Usulan ini memang berdasarkan aduan masyarakat. Untuk tujuh desa sudah masuk dan diverifikasi di kementerian melalui provider," katanya.

    Pemkab PPU berharap penanganan jaringan tersebut tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran. Akses telekomunikasi menjadi bagian penting agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat di wilayah yang masih terisolasi jaringan tidak terus bergantung pada solusi sementara.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ada 9 Wilayah Blank Spot dan Lemah Sinyal di PPU, Mentawir Jadi Prioritas

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    24 Agustus 2026 pukul 18:28 WITA

    Kabid Aplikasi, Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, masih belum memiliki jaringan seluler. Kondisi itu membuat sekolah hingga pelayanan pemerintahan bergantung pada Starlink untuk mengakses internet.

    Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) saat mengusulkan penanganan sembilan titik blank spot dan lemah sinyal kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) beberapa waktu lalu.

    Kabid Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani, mengatakan Mentawir menjadi prioritas karena persoalannya bukan sekadar jaringan yang lemah.

    "Kalau Mentawir itu memang blank spot. Bukan lemah sinyal lagi, memang tidak ada sinyal," ungkap Fitriani, Senin (24/8/2026).

    Diskominfo PPU telah melakukan survei di wilayah tersebut. Hasilnya, belum terdapat titik Base Transceiver Station (BTS) yang menopang jaringan seluler di Mentawir.

    Kondisi ini berimbas langsung pada layanan yang membutuhkan koneksi internet. Sekolah di Mentawir pernah meminta bantuan Starlink saat pelaksanaan ujian. Setelahnya, perangkat tersebut kemudian diserahkan kepada kelurahan untuk digunakan menunjang pelayanan.

    "Sampai sekarang masih dipakai kelurahan untuk pelayanan," ujarnya.

    Fitriani menilai kebutuhan konektivitas di Mentawir cukup mendesak, sebab kelurahan ini tidak hanya membutuhkan akses internet untuk komunikasi warga. Di wilayah itu juga terdapat fasilitas pendidikan, puskesmas dan pelayanan pemerintahan.  

    Selama jaringan seluler belum tersedia, fasilitas-fasilitas itu harus mencari cara sendiri untuk tetap terhubung.

    Pemkab PPU kemudian membawa persoalan tersebut dalam audiensi dengan Komdigi. Usulan penanganan mencakup pembangunan infrastruktur jaringan, termasuk BTS serta dukungan konektivitas seperti fiber optik dan Starlink sesuai kebutuhan titik yang diajukan.

    Selain Mentawir, terdapat delapan wilayah lain yang masuk usulan penanganan blank spot dan lemah sinyal. Titik tersebut tersebar di tiga kecamatan.

    Di Kecamatan Babulu, usulan mencakup Desa Rintik, Labangka Barat dan Sumber Sari. Kecamatan Penajam meliputi Desa Sidorejo, Giripurwa dan Bukit Subur. Sedangkan di Kecamatan Sepaku mencakup Mentawir, Karang Jinawi dan Telemow.

    Fitriani mengatakan tindak lanjut audiensi telah dilakukan melalui pertemuan daring dengan Kementerian Komdigi. Usulan tersebut juga berasal dari laporan dan aduan masyarakat yang diterima pemerintah daerah.

    Dari proses tersebut, tujuh desa disebut telah masuk verifikasi kementerian melalui provider Indosat. Sementara titik lainnya masih dalam proses penanganan dan pemetaan.

    "Usulan ini memang berdasarkan aduan masyarakat. Untuk tujuh desa sudah masuk dan diverifikasi di kementerian melalui provider," katanya.

    Pemkab PPU berharap penanganan jaringan tersebut tetap berjalan di tengah efisiensi anggaran. Akses telekomunikasi menjadi bagian penting agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat di wilayah yang masih terisolasi jaringan tidak terus bergantung pada solusi sementara.

    (Sf/Lo)