Seputar Kaltim

    Ada 40 Persen SD di Paser Kekurangan Ruang Kelas dan Toilet, Terkendala Lahan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya
    04 April 2026 pukul 19:17 WITA

    Kepala Seksi (Kasi) Saparas SD Disdikbud Kabupaten Paser, Fuad Ramadani (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sekitar 40 persen dari total 211 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Paser tercatat masih kekurangan ruang kelas dan fasilitas toilet.

    Kasi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Paser, Fuad Ramadani mengungkapkan mayoritas sekolah belum dapat melakukan pembangunan ruang kelas dan toilet karena terbatasnya lahan.

    "Kendalanya ada di keterbatasan lahan untuk memambah bangunan," kata Fuad Ramadani, Sabtu (4/4/2026).

    Kendala tersebut mayoritas ditemui pada kawasan padat penduduk seperti di Kelurahan Tanah Grogot. Sementara itu, pembangunan ruang kelas bertingkat berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di kelas yang saat ini sudah berjalan.

    "Kalau pemindahan lokasi sementara pembelajaran kita juga akan terkendala jarak lokasi alternatif karena ditakutkan menyulitkan bagi tenaga pendidik maupun siswa," ucapnya.

    Namun pihaknya akan membangun 13 ruang kelas baru dan tiga unit toilet di sejumlah sekolah, salah satunya SDN 35 Senaken yang direncanakan mendapat tambahan enam ruang kelas.

    "Ada beberapa SD yang akan dibangun sarprasnya tahun ini. Salah satunya SDN 35 Senaken yang akan ditambah enam ruang kelas baru," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Ada 40 Persen SD di Paser Kekurangan Ruang Kelas dan Toilet, Terkendala Lahan

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya
    04 April 2026 pukul 19:17 WITA

    Kepala Seksi (Kasi) Saparas SD Disdikbud Kabupaten Paser, Fuad Ramadani (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sekitar 40 persen dari total 211 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kabupaten Paser tercatat masih kekurangan ruang kelas dan fasilitas toilet.

    Kasi Sarana dan Prasarana SD Disdikbud Paser, Fuad Ramadani mengungkapkan mayoritas sekolah belum dapat melakukan pembangunan ruang kelas dan toilet karena terbatasnya lahan.

    "Kendalanya ada di keterbatasan lahan untuk memambah bangunan," kata Fuad Ramadani, Sabtu (4/4/2026).

    Kendala tersebut mayoritas ditemui pada kawasan padat penduduk seperti di Kelurahan Tanah Grogot. Sementara itu, pembangunan ruang kelas bertingkat berpotensi mengganggu proses belajar mengajar di kelas yang saat ini sudah berjalan.

    "Kalau pemindahan lokasi sementara pembelajaran kita juga akan terkendala jarak lokasi alternatif karena ditakutkan menyulitkan bagi tenaga pendidik maupun siswa," ucapnya.

    Namun pihaknya akan membangun 13 ruang kelas baru dan tiga unit toilet di sejumlah sekolah, salah satunya SDN 35 Senaken yang direncanakan mendapat tambahan enam ruang kelas.

    "Ada beberapa SD yang akan dibangun sarprasnya tahun ini. Salah satunya SDN 35 Senaken yang akan ditambah enam ruang kelas baru," tutupnya.

    (Sf/Lo)