Seputar Kaltim

    Ada 40 Kahutla di Bontang Sepanjang 2024, Terbanyak di Bontang Lestari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 17:49 WITA

    Ilustrasi karhutla. (Istimewa)

    Bontang - Sebanyak 40 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Bontang sepanjang 2024 lalu.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, sebanyak 30 titik kebakaran terjadi di Kelurahan Bontang Lestari atau terbanyak sepanjang tahun lalu.

    Kepala BPBD Bontang, Usman mengatakan karhutla terbanyak terjadinya kemarau panjang, diperparah kegiatan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

    “Masyarakat sering memanfaatkan musim kemarau untuk membakar lahan dan ditinggal begitu saja tanpa diawasi,” ujarnya.

    Usman menyebut pembukaan lahan dengan cara ini sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kemudian baru ketahuan saat api membesar dan pemilik lahan tidak bisa memadamkan.

    Akibat sejumlah kasus karhutla tersebut, BPBD mencatat sekitar 151,6671 Hektare (Ha) lahan di Bontang ludes terbakar.

    Sesuai Permen Lingkungan Hidup 10/2010, membolehkan pembukaan lahan hingga dua Ha per kepala keluarga.

    Namun, kebijakan ini  semakin memberatkan upaya pengendalian karhutla. Apalagi dalam peraturan tersebut tidak dijelaskan mekanisme membuka lahan yang aman.

    “Kalau masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar dan apinya merembet luas, itu berat sekali untuk ditangani, meski kami sudah dibantu sama Didamkartan," lanjut Usman.

    Ia berharap ke depannya, ada peninjauan kembali oleh pemerintah pusat terkait aturan tersebut. Kini, pihaknya hanya bisa melakukan himbauan dan pemantauan di wilayah rawan kahutla.

    "Sebenarnya pelaku bisa ditangkap, tapi dilemanya karena dalam aturan itu boleh dengan cara dibakar. Makanya kami imbau ke pusat supaya peraturan itu direvisi," tutupnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Ada 40 Kahutla di Bontang Sepanjang 2024, Terbanyak di Bontang Lestari

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Buniyamin
    21 Januari 2025 pukul 17:49 WITA

    Ilustrasi karhutla. (Istimewa)

    Bontang - Sebanyak 40 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Bontang sepanjang 2024 lalu.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, sebanyak 30 titik kebakaran terjadi di Kelurahan Bontang Lestari atau terbanyak sepanjang tahun lalu.

    Kepala BPBD Bontang, Usman mengatakan karhutla terbanyak terjadinya kemarau panjang, diperparah kegiatan masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

    “Masyarakat sering memanfaatkan musim kemarau untuk membakar lahan dan ditinggal begitu saja tanpa diawasi,” ujarnya.

    Usman menyebut pembukaan lahan dengan cara ini sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kemudian baru ketahuan saat api membesar dan pemilik lahan tidak bisa memadamkan.

    Akibat sejumlah kasus karhutla tersebut, BPBD mencatat sekitar 151,6671 Hektare (Ha) lahan di Bontang ludes terbakar.

    Sesuai Permen Lingkungan Hidup 10/2010, membolehkan pembukaan lahan hingga dua Ha per kepala keluarga.

    Namun, kebijakan ini  semakin memberatkan upaya pengendalian karhutla. Apalagi dalam peraturan tersebut tidak dijelaskan mekanisme membuka lahan yang aman.

    “Kalau masyarakat membuka lahan dengan cara dibakar dan apinya merembet luas, itu berat sekali untuk ditangani, meski kami sudah dibantu sama Didamkartan," lanjut Usman.

    Ia berharap ke depannya, ada peninjauan kembali oleh pemerintah pusat terkait aturan tersebut. Kini, pihaknya hanya bisa melakukan himbauan dan pemantauan di wilayah rawan kahutla.

    "Sebenarnya pelaku bisa ditangkap, tapi dilemanya karena dalam aturan itu boleh dengan cara dibakar. Makanya kami imbau ke pusat supaya peraturan itu direvisi," tutupnya.

    (Sf/By)