Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan sepanjang bulan Januari hingga Maret 2024 mengalami penambahan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty kepada awak media, Senin (18/3/2024).
Dirinya mengatakan, jumlah penambahan kasus DBD di Balikpapan tidak terlalu signifikan. Dimana penambahan kasus terjadi diwilayah Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yakni Kelurahan Graha Indah dan Gunung Samarinda.
"Kami masih melakukan fogging, jika ditemukan kasus mohon masyarakat segera melaporkan ke puskesmas setempat," ucap dr Dio sapaan akrabnya.
Diterangkan, untuk saat ini jumlah kasus dari Januari hingga awal Maret 2024 sebanyak 280 kasus. Dengan zero angka kematian dibandingkan kabupaten/kota lain.
"Ya, alhamdulillah di bandingkan daerah lain, Balikpapan belum ada kematian akibat DBD," ujarnya.
Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada, karena kondisi cuaca yang berubah-ubah, ketika panas nyamuk DBD lebih cepat bertelur.
"Ada potensi peningkatan kasus jika terjadi cuaca panas," imbuhnya.
Dari 280 kasus DBD, Balikpapan Utara penyumbang lebih besar hingga 60 persen, dibandingkan kecamatan lain. Bahkan sampai saat ini, pihaknya masih melaksanakan vaksinsi DBD yang juga sudah selesai tahapan dosis pertama.
"Untuk vaksinasi DBD tahap pertama sudah selesai 100 persen dari kurang lebih 9.800 penerima vaksin. Kemudian vaksin kedua akan dilanjutkan setelah lebaran," akunya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty saat diwawancarai awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan sepanjang bulan Januari hingga Maret 2024 mengalami penambahan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty kepada awak media, Senin (18/3/2024).
Dirinya mengatakan, jumlah penambahan kasus DBD di Balikpapan tidak terlalu signifikan. Dimana penambahan kasus terjadi diwilayah Kecamatan Balikpapan Utara (Balut) yakni Kelurahan Graha Indah dan Gunung Samarinda.
"Kami masih melakukan fogging, jika ditemukan kasus mohon masyarakat segera melaporkan ke puskesmas setempat," ucap dr Dio sapaan akrabnya.
Diterangkan, untuk saat ini jumlah kasus dari Januari hingga awal Maret 2024 sebanyak 280 kasus. Dengan zero angka kematian dibandingkan kabupaten/kota lain.
"Ya, alhamdulillah di bandingkan daerah lain, Balikpapan belum ada kematian akibat DBD," ujarnya.
Namun, pihaknya tetap mengimbau masyarakat tetap waspada, karena kondisi cuaca yang berubah-ubah, ketika panas nyamuk DBD lebih cepat bertelur.
"Ada potensi peningkatan kasus jika terjadi cuaca panas," imbuhnya.
Dari 280 kasus DBD, Balikpapan Utara penyumbang lebih besar hingga 60 persen, dibandingkan kecamatan lain. Bahkan sampai saat ini, pihaknya masih melaksanakan vaksinsi DBD yang juga sudah selesai tahapan dosis pertama.
"Untuk vaksinasi DBD tahap pertama sudah selesai 100 persen dari kurang lebih 9.800 penerima vaksin. Kemudian vaksin kedua akan dilanjutkan setelah lebaran," akunya.
(Sf/Rs)