Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi penutupan Latsar CPNS Kutim 2026. (Fito: Ilustrasi AI)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) agar menjaga integritas dan tidak mencederai nama baik korps pegawai negeri.
Menurut Ardiansyah, status sebagai pegawai negeri bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara.
“Jangan mencederai apa yang sudah dilalui melalui proses ini. Jaga marwah korps Pegawai Republik Indonesia dengan baik,” ujar Ardiansyah saat menutup Latsar CPNS angkatan 116, 117 dan 118 tahun 2026 di Ruang Meranti beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, para CPNS yang baru lulus harus mampu menjaga sikap, etika dan profesionalisme dalam bekerja, karena status sebagai pegawai negeri melekat dengan sumpah jabatan yang harus dijaga.
Ardiansyah juga mengingatkan agar para lulusan Latsar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah melalui tindakan yang melanggar aturan maupun etika birokrasi.
“Artinya mereka memang siap untuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat, sehingga berfokus pada membangun bangsa tanpa memikirkan apapun selain dedikasi," katanya.
Ia menilai pengabdian sebagai pegawai negeri harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas terhadap kepentingan masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai bentuk dukungan terhadap pengabdian aparatur negara.
Sebanyak 128 peserta Latsar CPNS Kutim 2026 dinyatakan lulus setelah mengikuti pelatihan sejak Februari-Mei 2026.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi penutupan Latsar CPNS Kutim 2026. (Fito: Ilustrasi AI)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang telah menyelesaikan Pelatihan Dasar (Latsar) agar menjaga integritas dan tidak mencederai nama baik korps pegawai negeri.
Menurut Ardiansyah, status sebagai pegawai negeri bukan sekadar pekerjaan, melainkan amanah sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara.
“Jangan mencederai apa yang sudah dilalui melalui proses ini. Jaga marwah korps Pegawai Republik Indonesia dengan baik,” ujar Ardiansyah saat menutup Latsar CPNS angkatan 116, 117 dan 118 tahun 2026 di Ruang Meranti beberapa waktu lalu.
Ia menegaskan, para CPNS yang baru lulus harus mampu menjaga sikap, etika dan profesionalisme dalam bekerja, karena status sebagai pegawai negeri melekat dengan sumpah jabatan yang harus dijaga.
Ardiansyah juga mengingatkan agar para lulusan Latsar tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah melalui tindakan yang melanggar aturan maupun etika birokrasi.
“Artinya mereka memang siap untuk menjadi abdi negara dan abdi masyarakat, sehingga berfokus pada membangun bangsa tanpa memikirkan apapun selain dedikasi," katanya.
Ia menilai pengabdian sebagai pegawai negeri harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas terhadap kepentingan masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen memperhatikan kesejahteraan pegawai sebagai bentuk dukungan terhadap pengabdian aparatur negara.
Sebanyak 128 peserta Latsar CPNS Kutim 2026 dinyatakan lulus setelah mengikuti pelatihan sejak Februari-Mei 2026.
(Sf/Lo)