Seputar Kaltim

    Abdurrahman Amin Terpilih Jadi Ketua PWI Kaltim, Siapkan Wujudkan Program Jurnalis Spesialis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 April 2024 pukul 17:55 WITA

    Ketua PWI Kaltim terpilih masa periode 2024-2029, Abdurahman Amin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Abdurrahman Amin terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim) periode 2024-2029 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (27/4/2024).

    Rahman berhasil mengungguli lawannya, Munanto, dengan perolehan suara yang signifikan setelah memperoleh dukungan mayoritas, yakni 139 suara. Sementara Munanto hanya mendapatkan 24 suara.

    Kemenangan ini menandai babak baru bagi PWI Kaltim yang telah lama dikenal sebagai organisasi besar dan berpengaruh dalam dunia jurnalisme di Indonesia.

    Setelah pengumuman hasil pemilihan, pria yang akrab disapa Rahman ini menyatakan komitmennya untuk merangkul semua pihak dan memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan akan berjalan dengan baik ke depannya.

    "Kita harus mengakui bahwa PWI adalah organisasi yang besar dan tua, faksi-faksi yang ada di dalamnya tidak bisa dihindari. Tapi, tugas kita adalah untuk merangkul semua kepentingan dan memastikan bahwa program-program yang telah kita susun dapat berjalan dengan lancar," ujar Rahman.

    Salah satu isu utama yang ditekankan Rahman adalah peningkatan kapasitas wartawan sebagai pilar keempat demokrasi.

    Ia menekankan pentingnya wartawan memiliki kesetaraan dengan unsur-unsur demokrasi lainnya, seperti legislatif, yudikatif dan eksekutif. "Tujuan akhir kita adalah memastikan bahwa rekan-rekan yang berprofesi sebagai wartawan dapat mencapai kesejahteraan yang layak dan sesuai dengan harapan bersama," tambahnya.

    Lebih lanjut, Rahman berbagi rencananya untuk membawa perubahan dalam cara wartawan di bawah naungannya bekerja. Terinspirasi oleh Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, di mana saat itu Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh memperkenalkan program spesialisasi wartawan, Rahman berharap dapat menerapkan konsep serupa. 

    "Bayangkan jika di dunia kedokteran ada dokter spesialis yang dengan kemampuan mereka dapat menyembuhkan secara presisi. Kita berharap di dunia jurnalisme juga ada wartawan spesialis, sehingga mereka dapat menjadi pakar di bidangnya masing-masing," tutur Rahman mengakhiri wawancaranya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Abdurrahman Amin Terpilih Jadi Ketua PWI Kaltim, Siapkan Wujudkan Program Jurnalis Spesialis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    27 April 2024 pukul 17:55 WITA

    Ketua PWI Kaltim terpilih masa periode 2024-2029, Abdurahman Amin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Abdurrahman Amin terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalimantan Timur (PWI Kaltim) periode 2024-2029 dalam Konferensi Provinsi (Konferprov) yang berlangsung di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (27/4/2024).

    Rahman berhasil mengungguli lawannya, Munanto, dengan perolehan suara yang signifikan setelah memperoleh dukungan mayoritas, yakni 139 suara. Sementara Munanto hanya mendapatkan 24 suara.

    Kemenangan ini menandai babak baru bagi PWI Kaltim yang telah lama dikenal sebagai organisasi besar dan berpengaruh dalam dunia jurnalisme di Indonesia.

    Setelah pengumuman hasil pemilihan, pria yang akrab disapa Rahman ini menyatakan komitmennya untuk merangkul semua pihak dan memastikan bahwa program-program yang telah direncanakan akan berjalan dengan baik ke depannya.

    "Kita harus mengakui bahwa PWI adalah organisasi yang besar dan tua, faksi-faksi yang ada di dalamnya tidak bisa dihindari. Tapi, tugas kita adalah untuk merangkul semua kepentingan dan memastikan bahwa program-program yang telah kita susun dapat berjalan dengan lancar," ujar Rahman.

    Salah satu isu utama yang ditekankan Rahman adalah peningkatan kapasitas wartawan sebagai pilar keempat demokrasi.

    Ia menekankan pentingnya wartawan memiliki kesetaraan dengan unsur-unsur demokrasi lainnya, seperti legislatif, yudikatif dan eksekutif. "Tujuan akhir kita adalah memastikan bahwa rekan-rekan yang berprofesi sebagai wartawan dapat mencapai kesejahteraan yang layak dan sesuai dengan harapan bersama," tambahnya.

    Lebih lanjut, Rahman berbagi rencananya untuk membawa perubahan dalam cara wartawan di bawah naungannya bekerja. Terinspirasi oleh Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, di mana saat itu Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh memperkenalkan program spesialisasi wartawan, Rahman berharap dapat menerapkan konsep serupa. 

    "Bayangkan jika di dunia kedokteran ada dokter spesialis yang dengan kemampuan mereka dapat menyembuhkan secara presisi. Kita berharap di dunia jurnalisme juga ada wartawan spesialis, sehingga mereka dapat menjadi pakar di bidangnya masing-masing," tutur Rahman mengakhiri wawancaranya.

    (Sf/By)