Seputar Kaltim

    922 KK di Samarinda Dapat Bantuan Beras Gratis dari Pemerintah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    03 April 2023 pukul 19:40 WITA

    Pembagian Beras secara Simbolis yang dilakukan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun di Kecamatan Samarinda Sebrang. (Foto: ISTIMEWA)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendistribusi bantuan beras gratis kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kantor Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (3/4/2023).

    Pendistribusian cadangan pangan pemerintah ini, Pemkot bekerjasama dengan Buloq Kota Samarinda. Beras yang dibagikan mencapai total 9,22 ton.

    Bantuan tahap pertama ini menyasar PKM di dua kelurahan, yakni Kelurahan Baqa dan Kelurahan Sungai Keledang.

    "Kami lakukan distribusi ini kepada 922 KK di dua kelurahan. Kelurahan Baqa ada 419 KK dan Sungai Keledang 503 KK, dua kelurahan ini pula sebagai simbol dan selebihnya akan dilanjutkan di beberapa kecamatan lainnya," beber Wali Kota Samarind, Andi Harun.

    Ia pun menyoroti pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga beras dengan memanfaatkan tingginya permintaan pasar saat Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

    "Kegiatan pendistribusian ini merupakan peringatan ringan kepada pedagang nakal. Kami memiliki jurus jitu menangani lonjakan harga tersebut dengan membagikan beras gratis kepada warga," ungkapnya.

    Menurutnya, langka ini dilakukan Pemkot semata-mata untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar, sehingga tidak adanya lagi terjadi lonjakan harga secara tidak wajar dari oknum pedagang nakal.

    Sebab, kata orang nomor satu di Kota Samarinda ini, dirinya masih menemui lonjakan harga beras di pasar setelah berdialog dengan masyarakat.

    "Masyarakat mengadu bahwa harga beras awalnya seharga Rp11 ribu per Kg, kini naik mencapai Rp15 ribu per Kg," lanjutnya.

    Andi Harun juga mengajak pengusaha dan pedagang agar saling bekerjasama untuk menjaga kestabilan harga dan tidak memberatkan perekonomian masyarakat.

    "Mari kita bersama-sama membantu masyarakat. Sebagai pemerintah, pengusaha dan pedagang agar keuntungan yang kita dapatkan tidak membebani masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    922 KK di Samarinda Dapat Bantuan Beras Gratis dari Pemerintah

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    03 April 2023 pukul 19:40 WITA

    Pembagian Beras secara Simbolis yang dilakukan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun di Kecamatan Samarinda Sebrang. (Foto: ISTIMEWA)

    Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mendistribusi bantuan beras gratis kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kantor Kecamatan Samarinda Seberang, Senin (3/4/2023).

    Pendistribusian cadangan pangan pemerintah ini, Pemkot bekerjasama dengan Buloq Kota Samarinda. Beras yang dibagikan mencapai total 9,22 ton.

    Bantuan tahap pertama ini menyasar PKM di dua kelurahan, yakni Kelurahan Baqa dan Kelurahan Sungai Keledang.

    "Kami lakukan distribusi ini kepada 922 KK di dua kelurahan. Kelurahan Baqa ada 419 KK dan Sungai Keledang 503 KK, dua kelurahan ini pula sebagai simbol dan selebihnya akan dilanjutkan di beberapa kecamatan lainnya," beber Wali Kota Samarind, Andi Harun.

    Ia pun menyoroti pedagang nakal yang sengaja menaikkan harga beras dengan memanfaatkan tingginya permintaan pasar saat Ramadan hingga menjelang Idulfitri.

    "Kegiatan pendistribusian ini merupakan peringatan ringan kepada pedagang nakal. Kami memiliki jurus jitu menangani lonjakan harga tersebut dengan membagikan beras gratis kepada warga," ungkapnya.

    Menurutnya, langka ini dilakukan Pemkot semata-mata untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar, sehingga tidak adanya lagi terjadi lonjakan harga secara tidak wajar dari oknum pedagang nakal.

    Sebab, kata orang nomor satu di Kota Samarinda ini, dirinya masih menemui lonjakan harga beras di pasar setelah berdialog dengan masyarakat.

    "Masyarakat mengadu bahwa harga beras awalnya seharga Rp11 ribu per Kg, kini naik mencapai Rp15 ribu per Kg," lanjutnya.

    Andi Harun juga mengajak pengusaha dan pedagang agar saling bekerjasama untuk menjaga kestabilan harga dan tidak memberatkan perekonomian masyarakat.

    "Mari kita bersama-sama membantu masyarakat. Sebagai pemerintah, pengusaha dan pedagang agar keuntungan yang kita dapatkan tidak membebani masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/By)