Cari disini...
Seputar Kaltim
Insiden kebakaran di pabrik pengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin diesel di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputrfakta.com)
Tenggarong - Insiden kebakaran di pabrik pengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin diesel di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, disebut merupakan salah satu insiden terparah. Pasalnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, proses pemadaman api bahkan berlangsung selama 15 jam sejak kebakaran dilaporkan terjadi pada Rabu (21/8/2024) sekira pukul 09.00 WITA dan baru dinyatakan padam pada Kamis (22/8/2024) dini hari, sekira pukul 02.00 WITA.
Fida mengatakan, api mulai menyebar ke beberapa titik termasuk di kawasan tungku (mesin) wadah untuk memproses BBM Diesel. "Disitu ada sususan tabung gas, tempat memproses limbah (oli bekas)," kata Fida Kamis (22/8/2024) siang.
Ia menjelaskan, dalam proses pemadaman pihaknya menurunkan sebanyak sembilan unit mobil kebakaran dan mobil tangki gundam yang mampu menampung 3.500 liter air.
Penyiraman dilakukan secara bergantian. Dalam pemadaman api sempat beberapa kali terdengar ledakan yang diakibatkan oleh mesin tersebut.
"Kita lakukan penyiraman tak berhenti secara bergantian selama 15 jam itu, 65 ret bolak-balik mobil dikerahkan. Kami juga menurunkan mobil tangki gundam 3.500 liter air," jelasnya.
Fida memastikan, dalam kejadian tersebut personel Damkarmatan tak mengalami cedera. "Kemarin saat kejadian ada satu karyawan saja yang tersambar api tapi tidak sampai mengakibatkan luka parah, kemaren sudah di periksa ke rumah sakit, hari ini sudah bisa kerja lagi," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Soejatino mengungkapnan bahwa kejadian tersebut diakibatkan oleh mesin pengolah BBM Diesel yang tak berjalan dengan baik yang menyebabkan kebocoran pada mesin pengolah limbah oli.
"Mesin itu bocor, api menyebar dan membakar mesin yang tercampur limbah oli yang sedang di produksi," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan megalami kerugian miliaran rupiah. "Kita belum dapat memastikan berapa kerugiannya, saat ini masih dalam pengecekan oleh tim kami," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Insiden kebakaran di pabrik pengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin diesel di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu. (Foto:M.anshori/Seputrfakta.com)
Tenggarong - Insiden kebakaran di pabrik pengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) mesin diesel di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, disebut merupakan salah satu insiden terparah. Pasalnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, proses pemadaman api bahkan berlangsung selama 15 jam sejak kebakaran dilaporkan terjadi pada Rabu (21/8/2024) sekira pukul 09.00 WITA dan baru dinyatakan padam pada Kamis (22/8/2024) dini hari, sekira pukul 02.00 WITA.
Fida mengatakan, api mulai menyebar ke beberapa titik termasuk di kawasan tungku (mesin) wadah untuk memproses BBM Diesel. "Disitu ada sususan tabung gas, tempat memproses limbah (oli bekas)," kata Fida Kamis (22/8/2024) siang.
Ia menjelaskan, dalam proses pemadaman pihaknya menurunkan sebanyak sembilan unit mobil kebakaran dan mobil tangki gundam yang mampu menampung 3.500 liter air.
Penyiraman dilakukan secara bergantian. Dalam pemadaman api sempat beberapa kali terdengar ledakan yang diakibatkan oleh mesin tersebut.
"Kita lakukan penyiraman tak berhenti secara bergantian selama 15 jam itu, 65 ret bolak-balik mobil dikerahkan. Kami juga menurunkan mobil tangki gundam 3.500 liter air," jelasnya.
Fida memastikan, dalam kejadian tersebut personel Damkarmatan tak mengalami cedera. "Kemarin saat kejadian ada satu karyawan saja yang tersambar api tapi tidak sampai mengakibatkan luka parah, kemaren sudah di periksa ke rumah sakit, hari ini sudah bisa kerja lagi," ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Soejatino mengungkapnan bahwa kejadian tersebut diakibatkan oleh mesin pengolah BBM Diesel yang tak berjalan dengan baik yang menyebabkan kebocoran pada mesin pengolah limbah oli.
"Mesin itu bocor, api menyebar dan membakar mesin yang tercampur limbah oli yang sedang di produksi," ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut pihak perusahaan megalami kerugian miliaran rupiah. "Kita belum dapat memastikan berapa kerugiannya, saat ini masih dalam pengecekan oleh tim kami," pungkasnya.
(Sf/Rs)