Cari disini...
Seputar Kaltim
Sembilan jenazah yang telah dievakuasi masih berada di area pemakaman, sembari menunggu proses evakuasi selesai. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Tanah reruntuhan longsor di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah (Balteng) saat ini masih dalam tahap proses evakuasi, Jum'at (9/8/2024).
Proses itu dilakukan tim gabungan dari BPBD Balikpapan, Basarnas, DPU, relawan dan warga setempat.
Kasi Trantib dan Lingkungan Hidup Kecamatan Balteng, Asmarian mengatakan, dalam proses evakuasi ada sembilan jenazah yang berhasil dievakuasi. Namun jenazah tersebut berasal dari makam yang longsor.
"Evakuasi terakhir kami temukan sembilan jenazah dari makam, dan kemungkinan masih ada lagi," ucap Asmarian kepada awak media.
Dikatakan, untuk korban longsor pihaknya belum mengetahui pastinya, karena proses akan berlanjut setelah salat Jum'at.
Sementara, Lurah GSU Rendra Dermawan, meminta kepada pihak keluarga yang punya keluarga dimakamkan di TPU Gunung Guntur dan terkena longsoran untuk melaporkan ke ketua RT setempat atau pihak kelurahan untuk didata.
"Kami data dulu untuk nantinya diambil pihak keluarga, atau nanti dikuburkan secara masal kalau susah diindentifikasi," terangnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Sembilan jenazah yang telah dievakuasi masih berada di area pemakaman, sembari menunggu proses evakuasi selesai. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Tanah reruntuhan longsor di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Gunung Sari Ulu (GSU), Balikpapan Tengah (Balteng) saat ini masih dalam tahap proses evakuasi, Jum'at (9/8/2024).
Proses itu dilakukan tim gabungan dari BPBD Balikpapan, Basarnas, DPU, relawan dan warga setempat.
Kasi Trantib dan Lingkungan Hidup Kecamatan Balteng, Asmarian mengatakan, dalam proses evakuasi ada sembilan jenazah yang berhasil dievakuasi. Namun jenazah tersebut berasal dari makam yang longsor.
"Evakuasi terakhir kami temukan sembilan jenazah dari makam, dan kemungkinan masih ada lagi," ucap Asmarian kepada awak media.
Dikatakan, untuk korban longsor pihaknya belum mengetahui pastinya, karena proses akan berlanjut setelah salat Jum'at.
Sementara, Lurah GSU Rendra Dermawan, meminta kepada pihak keluarga yang punya keluarga dimakamkan di TPU Gunung Guntur dan terkena longsoran untuk melaporkan ke ketua RT setempat atau pihak kelurahan untuk didata.
"Kami data dulu untuk nantinya diambil pihak keluarga, atau nanti dikuburkan secara masal kalau susah diindentifikasi," terangnya.
(Sf/Rs)