Seputar Kaltim

    85 Persen Pangan Masih Dipasok dari Luar, Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat dampingi Asisten Deputi dari Kementerian Koordinator (Kemenko) cek harga ayam di Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menerima kunjungan Asisten Deputi dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Mohamad Siradj Parwito untuk meninjau kondisi ketahanan pangan di Kota Balikpapan.

    Kunjungan tersebut diawali dengan rapat koordinasi di ruang pertemuan pemerintah kota, di Kantor Balai Kota Balikpapan, Rabu (3/12/2025).

    Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, bahwa pihak kementerian cukup terkejut mengetahui 85 persen kebutuhan pangan Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

    “Beliau ingin tahu sejauh mana kondisi di Balikpapan. Dan ternyata cukup kaget karena 85 persen semuanya disuplai dari luar daerah,” ucap Bagus kepada awak media.

    Usai rapat, perwakilan Kementerian Pangan juga meninjau langsung harga sejumlah komoditas yang dilaporkan pemerintah kota. Bagus menerangkan, bahwa Balikpapan memiliki Satgas Pengendali Inflasi Daerah yang memantau perkembangan harga pangan secara rutin.

    “Ternyata memang beberapa pangan penting masih dalam kendali harga yang kami berikan,” jelasnya.

    Dirinya memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi hari besar keagamaan nasional, terutama Natal dan Tahun Baru. Ia menegaskan bahwa persediaan pangan tetap aman dan harga-harga berada dalam kondisi stabil.

    “Persediaannya ada dan harganya tidak ada gejolak yang menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

    Terkait upaya peningkatan produksi pangan lokal, Bagus menjelaskan bahwa Balikpapan memiliki potensi lahan sawah seluas 96 hektare, namun baru 27 hektare yang sudah termanfaatkan. Sebagian lahan belum dapat digarap karena keterbatasan infrastruktur, seperti jalan usaha tani dan saluran irigasi.

    “Kami konsen sekali dengan ketahanan pangan dan ingin mengurangi ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan dari luar,” tegasnya.

    Pemerintah kota saat ini tengah melakukan rehabilitasi sawah di kawasan Bukit Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

    “Saat ini 27 hektare sudah berjalan, tapi sisanya dari 96 hektare itu masih berupa hutan,” ujarnya.

    Pemerintah kota berharap upaya pengembangan sawah ini dapat meningkatkan kemandirian pangan Balikpapan di masa mendatang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    85 Persen Pangan Masih Dipasok dari Luar, Balikpapan Perkuat Ketahanan Pangan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat dampingi Asisten Deputi dari Kementerian Koordinator (Kemenko) cek harga ayam di Pasar Klandasan Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menerima kunjungan Asisten Deputi dari Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Mohamad Siradj Parwito untuk meninjau kondisi ketahanan pangan di Kota Balikpapan.

    Kunjungan tersebut diawali dengan rapat koordinasi di ruang pertemuan pemerintah kota, di Kantor Balai Kota Balikpapan, Rabu (3/12/2025).

    Dalam kesempatan itu, ia mengatakan, bahwa pihak kementerian cukup terkejut mengetahui 85 persen kebutuhan pangan Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. 

    “Beliau ingin tahu sejauh mana kondisi di Balikpapan. Dan ternyata cukup kaget karena 85 persen semuanya disuplai dari luar daerah,” ucap Bagus kepada awak media.

    Usai rapat, perwakilan Kementerian Pangan juga meninjau langsung harga sejumlah komoditas yang dilaporkan pemerintah kota. Bagus menerangkan, bahwa Balikpapan memiliki Satgas Pengendali Inflasi Daerah yang memantau perkembangan harga pangan secara rutin.

    “Ternyata memang beberapa pangan penting masih dalam kendali harga yang kami berikan,” jelasnya.

    Dirinya memastikan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi hari besar keagamaan nasional, terutama Natal dan Tahun Baru. Ia menegaskan bahwa persediaan pangan tetap aman dan harga-harga berada dalam kondisi stabil.

    “Persediaannya ada dan harganya tidak ada gejolak yang menyulitkan masyarakat,” ujarnya.

    Terkait upaya peningkatan produksi pangan lokal, Bagus menjelaskan bahwa Balikpapan memiliki potensi lahan sawah seluas 96 hektare, namun baru 27 hektare yang sudah termanfaatkan. Sebagian lahan belum dapat digarap karena keterbatasan infrastruktur, seperti jalan usaha tani dan saluran irigasi.

    “Kami konsen sekali dengan ketahanan pangan dan ingin mengurangi ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan dari luar,” tegasnya.

    Pemerintah kota saat ini tengah melakukan rehabilitasi sawah di kawasan Bukit Binjai, Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur.

    “Saat ini 27 hektare sudah berjalan, tapi sisanya dari 96 hektare itu masih berupa hutan,” ujarnya.

    Pemerintah kota berharap upaya pengembangan sawah ini dapat meningkatkan kemandirian pangan Balikpapan di masa mendatang.

    (Sf/Rs)