Seputar Kaltim

    8 Desa di Paser Berstatus Rawan Pangan, Satu di Antaranya Sangat Rentan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    12 Desember 2024 pukul 13:09 WITA

    Ilustrasi petani (Foto: Freepik)

    Tanah Grogot - Delapan desa di Kabupaten Paser masih belum lepas dari status sebagai daerah rawan pangan. Bahkan, satu di antaranya tergolong sangat rentan.

    Delapan desa itu tersebar di tiga kecamatan dari 10 Kecamatan di Kabupaten Paser dengan kategori satu desa sangat rentan, empat desa rentan menengah dan tiga desa rentan rendah.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Paser, Taharuddin mengaku meski masih terdapat desa rawan pangan di Paser, tapi jumlahnya terbilang berkurang. Pada tahun sebelumnya, tercatat ada 22 desa rawan pangan dan kini tinggal delapan desa.

    “Penurunan jumlah desa rawan pangan dipengaruhi beberapa aspek, salah satunya dari ketersediaan lahan pertanian hingga pengembangan lahan pada daerah yang dikategorikan rawan pangan,” kata Taharuddin, Kamis (12/12/2024).

    Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi turunnya jumlah desa rawan pangan, yakni ketersediaan air bersih, peningkatan infrastrukur jalan, sarana ekonomi berupa penyediaan kios pangan, tersedianya tenaga kesehatan dan tingkat kesejahteraan dari angka kemiskinan yang menurun.

    “Jadi daerah rentan rawan pangan sudah sangat turun jauh, hanya tinggal delapan desa pada 2024,” tuturnya. Ia menilai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat kerawanan pangan, yakni dari faktor kesejahteraan. Sebab, faktor lainnya sudah dipenuhi oleh pemerintah daerah.

    Upaya yang dilakukan lewat program peningkatan perekonomian daerah dengan menyediakan kebun di setiap desa sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi pengeluaran atau belanja masyarakat pedesaan.

    Untuk kios pangan disediakan pada daerah rawan pangan melalui kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    “Pada 2024 ini ada 15 kios pangan yang kami sediakan sehingga itu menjadi penyangga perekonomian, dan secara bertahap kemiskinan menurun,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    8 Desa di Paser Berstatus Rawan Pangan, Satu di Antaranya Sangat Rentan

    Penulis:Sahrul|Redaktur:Buniyamin
    12 Desember 2024 pukul 13:09 WITA

    Ilustrasi petani (Foto: Freepik)

    Tanah Grogot - Delapan desa di Kabupaten Paser masih belum lepas dari status sebagai daerah rawan pangan. Bahkan, satu di antaranya tergolong sangat rentan.

    Delapan desa itu tersebar di tiga kecamatan dari 10 Kecamatan di Kabupaten Paser dengan kategori satu desa sangat rentan, empat desa rentan menengah dan tiga desa rentan rendah.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Paser, Taharuddin mengaku meski masih terdapat desa rawan pangan di Paser, tapi jumlahnya terbilang berkurang. Pada tahun sebelumnya, tercatat ada 22 desa rawan pangan dan kini tinggal delapan desa.

    “Penurunan jumlah desa rawan pangan dipengaruhi beberapa aspek, salah satunya dari ketersediaan lahan pertanian hingga pengembangan lahan pada daerah yang dikategorikan rawan pangan,” kata Taharuddin, Kamis (12/12/2024).

    Beberapa faktor lainnya yang mempengaruhi turunnya jumlah desa rawan pangan, yakni ketersediaan air bersih, peningkatan infrastrukur jalan, sarana ekonomi berupa penyediaan kios pangan, tersedianya tenaga kesehatan dan tingkat kesejahteraan dari angka kemiskinan yang menurun.

    “Jadi daerah rentan rawan pangan sudah sangat turun jauh, hanya tinggal delapan desa pada 2024,” tuturnya. Ia menilai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat kerawanan pangan, yakni dari faktor kesejahteraan. Sebab, faktor lainnya sudah dipenuhi oleh pemerintah daerah.

    Upaya yang dilakukan lewat program peningkatan perekonomian daerah dengan menyediakan kebun di setiap desa sehingga bisa memenuhi kebutuhan pangan dan mengurangi pengeluaran atau belanja masyarakat pedesaan.

    Untuk kios pangan disediakan pada daerah rawan pangan melalui kerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    “Pada 2024 ini ada 15 kios pangan yang kami sediakan sehingga itu menjadi penyangga perekonomian, dan secara bertahap kemiskinan menurun,” tandasnya.

    (Sf/By)