Seputar Kaltim

    8 Bulan Menganggur, Sopir Batu Bara Harap Ada Solusi dari Pemerintah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    14 Juni 2025 pukul 16:51 WITA

    Tana Paser - Sopir truk PS6 pengangkut batu bara turut hadir dalam diskusi bersama Plt Seswapres RI, Pemprov Kaltim, Pemda dan Forkopimda Paser, Jumat (13/6/2025) kemarin. 

    Diskusi digelar guna mencari pemecahan masalah terkait angkutan batu bara yang melintasi jalan raya umum di Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang sampai Kuaro. 

    Dalam diskusi itu juga diikutsertakan perwakilan sopir truk angkutan batu bara yang melakukan aksi pada Selasa (10/6/2025) lalu dan juga perwakilan dari masyarakat.  

    "Kami hanya meminta diberikan ruang sedikit dengan kami untuk tetap dapat bekerja," kata salah satu sopir, Siswiyono, Sabtu (14/6/2025). 

    Ia menambahkan sampai kini solusi dari kegiatan hauling tersebut masih dalam kajian terkait regulasinya. "Tadi juga sudah ada zoom dengan kementerian ESDM dan kemungkinan akan dibahas dan ditindaklanjuti lebih lanjut lagi," tambahnya. 

    Ia meminta pemerintah untuk memberi perhatian khusus agar ke depannya bisa bekerja kembali. Diketahui angkutan batu bara yang menggunakan jalan raya umum di wilayah tersebut sudah tidak beroprasi sekitar delapan bulan. 

    "Secara bijak semua pihak akan diakomodir dengan baik. Terkait dengan keputusannya nanti ada ruangnya tersendiri, tapi kami berharap agar tetap bisa bekerja," tutupnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    8 Bulan Menganggur, Sopir Batu Bara Harap Ada Solusi dari Pemerintah

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    14 Juni 2025 pukul 16:51 WITA

    Tana Paser - Sopir truk PS6 pengangkut batu bara turut hadir dalam diskusi bersama Plt Seswapres RI, Pemprov Kaltim, Pemda dan Forkopimda Paser, Jumat (13/6/2025) kemarin. 

    Diskusi digelar guna mencari pemecahan masalah terkait angkutan batu bara yang melintasi jalan raya umum di Kecamatan Muara Komam, Batu Sopang sampai Kuaro. 

    Dalam diskusi itu juga diikutsertakan perwakilan sopir truk angkutan batu bara yang melakukan aksi pada Selasa (10/6/2025) lalu dan juga perwakilan dari masyarakat.  

    "Kami hanya meminta diberikan ruang sedikit dengan kami untuk tetap dapat bekerja," kata salah satu sopir, Siswiyono, Sabtu (14/6/2025). 

    Ia menambahkan sampai kini solusi dari kegiatan hauling tersebut masih dalam kajian terkait regulasinya. "Tadi juga sudah ada zoom dengan kementerian ESDM dan kemungkinan akan dibahas dan ditindaklanjuti lebih lanjut lagi," tambahnya. 

    Ia meminta pemerintah untuk memberi perhatian khusus agar ke depannya bisa bekerja kembali. Diketahui angkutan batu bara yang menggunakan jalan raya umum di wilayah tersebut sudah tidak beroprasi sekitar delapan bulan. 

    "Secara bijak semua pihak akan diakomodir dengan baik. Terkait dengan keputusannya nanti ada ruangnya tersendiri, tapi kami berharap agar tetap bisa bekerja," tutupnya. 

    (Sf/Lo)