Seputar Kaltim

    703 Pedagang Siap Tempati Kios Baru di Pasar Tangga Arung

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    18 Desember 2025 pukul 15:48 WITA

    703 Para pedagang hadir memadati Pasar Tangga Arung pembagian kios. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 703 pedagang pasar Tangga Arung yang berada di Kecamatan Tenggarong siap melakukan pengundian dan menempati kios baru. 

    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah menjelaskan proses pengundian akan dilakukan berdasarkan klaster jenis usaha pedagang. 

    Lebih dari 20 kategori usaha yang dibagi ke dalam beberapa zona, seperti jam, emas, peralatan kebersihan, konveksi, sembako dan lainnya. 

    “Setiap jenis usaha kita undi sesuai zonanya masing-masing. Kalau pedagang baju mereka akan diundi di zona khusus baju, begitu juga dengan lainnya, menyesuaikan,” jelas Sayid, (17/12/2025).

    Ia menilai, penerapan sistem zonasi dan pengundian ini dilakukan untuk mencegah perebutan lapak di lokasi yang dianggap strategis oleh para pedagang.

    “Kita akan adil dan akan menetapkan zonasinya sesuai dengan undian yang didapat pedagang,” ujarnya.

    Kata dia, para pedagang akan mulai menempati lokasi baru setelah proses pengundian dan pembagian kunci selesai. “Setelah mereka mendapatkan lapak itu, mereka sudah bisa berjualan,” kata Sayid. 

    Pembayaran retribusi juga akan menggunakan sistem digital untuk memudahkan para pedagang dan meningkatkan efisiensi.

    Pengelolaan pasar kini masih di bawah pengawasan disperindag dengan bantuan pengelola sementara dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Mangkurawang. 

    Sementara dalam proses pembangunan Pasar Tangga Arung, Dinas Pekerja Umum (PU) telah menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara untuk mendukung operasional pasar selama pembangunan. 

    Meski begitu, TPS sementara ini sempat menuai protes dari warga sekitar. Terkait ini, pihaknya telah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik guna mengoptimalkan pengelolaan sampah di pasar tersebut.

    “Kami harap agar proses perpindahan pedagang berjalan lancar dan pasar dapat beroperasi secara maksimal setelah diresmikan oleh bupati akhir 2025,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    703 Pedagang Siap Tempati Kios Baru di Pasar Tangga Arung

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    18 Desember 2025 pukul 15:48 WITA

    703 Para pedagang hadir memadati Pasar Tangga Arung pembagian kios. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Sebanyak 703 pedagang pasar Tangga Arung yang berada di Kecamatan Tenggarong siap melakukan pengundian dan menempati kios baru. 

    Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Kartanegara (Kukar), Sayid Fathullah menjelaskan proses pengundian akan dilakukan berdasarkan klaster jenis usaha pedagang. 

    Lebih dari 20 kategori usaha yang dibagi ke dalam beberapa zona, seperti jam, emas, peralatan kebersihan, konveksi, sembako dan lainnya. 

    “Setiap jenis usaha kita undi sesuai zonanya masing-masing. Kalau pedagang baju mereka akan diundi di zona khusus baju, begitu juga dengan lainnya, menyesuaikan,” jelas Sayid, (17/12/2025).

    Ia menilai, penerapan sistem zonasi dan pengundian ini dilakukan untuk mencegah perebutan lapak di lokasi yang dianggap strategis oleh para pedagang.

    “Kita akan adil dan akan menetapkan zonasinya sesuai dengan undian yang didapat pedagang,” ujarnya.

    Kata dia, para pedagang akan mulai menempati lokasi baru setelah proses pengundian dan pembagian kunci selesai. “Setelah mereka mendapatkan lapak itu, mereka sudah bisa berjualan,” kata Sayid. 

    Pembayaran retribusi juga akan menggunakan sistem digital untuk memudahkan para pedagang dan meningkatkan efisiensi.

    Pengelolaan pasar kini masih di bawah pengawasan disperindag dengan bantuan pengelola sementara dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Mangkurawang. 

    Sementara dalam proses pembangunan Pasar Tangga Arung, Dinas Pekerja Umum (PU) telah menyediakan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara untuk mendukung operasional pasar selama pembangunan. 

    Meski begitu, TPS sementara ini sempat menuai protes dari warga sekitar. Terkait ini, pihaknya telah berkomitmen untuk mencari solusi terbaik guna mengoptimalkan pengelolaan sampah di pasar tersebut.

    “Kami harap agar proses perpindahan pedagang berjalan lancar dan pasar dapat beroperasi secara maksimal setelah diresmikan oleh bupati akhir 2025,” pungkasnya. 

    (Sf/Lo)