Seputar Kaltim

    70 Persen Petani di Kaltim adalah Perempuan, DPTPH Dorong Pemberdayaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Sito Farisya Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim), Siti Farisyah Yana, mengungkapkan bahwa 70 persen tenaga kerja di sektor pertanian Kaltim adalah perempuan, dan mereka berkontribusi hingga 80 persen dalam produksi makanan pokok.

    Apalagi momentum Hari Ibu ini, Yana menyoroti peran perempuan sebagai tulang punggung ketahanan pangan di Kaltim. 

    "Perempuan di Kaltim tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga menjadi petani yang produktif," ujar Yana dalam konferensi pers di Hotel Mercure Samarinda, Senin (23/12/2024).

    Yana menambahkan, peran penting perempuan dalam ketahanan pangan ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan dalam lima tahun ke depan. "Swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua, termasuk para petani perempuan," tegasnya.

    Namun, Yana mengakui bahwa produksi pangan di Kaltim masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Gagal panen akibat cuaca ekstrem seringkali menjadi kendala utama. "Kita masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi," ungkapnya.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, Yana menekankan pentingnya dukungan pemerintah, inovasi teknologi pertanian, serta peningkatan kapasitas para petani perempuan. "Dengan pemberdayaan yang tepat, perempuan petani dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim," ujarnya.

    Selain itu, Yana juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga kualitas gizi keluarga. "Kesalahan dalam pengolahan makanan dapat mengurangi nilai gizi dan berdampak pada kesehatan keluarga," tutupnya.

    (Sf/Rs)

     

    Seputar Kaltim

    70 Persen Petani di Kaltim adalah Perempuan, DPTPH Dorong Pemberdayaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    23 Desember 2024 pukul 19:33 WITA

    Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Sito Farisya Yana. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Kepala Dinas Pangan, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur (DPTPH Kaltim), Siti Farisyah Yana, mengungkapkan bahwa 70 persen tenaga kerja di sektor pertanian Kaltim adalah perempuan, dan mereka berkontribusi hingga 80 persen dalam produksi makanan pokok.

    Apalagi momentum Hari Ibu ini, Yana menyoroti peran perempuan sebagai tulang punggung ketahanan pangan di Kaltim. 

    "Perempuan di Kaltim tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga menjadi petani yang produktif," ujar Yana dalam konferensi pers di Hotel Mercure Samarinda, Senin (23/12/2024).

    Yana menambahkan, peran penting perempuan dalam ketahanan pangan ini sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada pangan dalam lima tahun ke depan. "Swasembada pangan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita semua, termasuk para petani perempuan," tegasnya.

    Namun, Yana mengakui bahwa produksi pangan di Kaltim masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Gagal panen akibat cuaca ekstrem seringkali menjadi kendala utama. "Kita masih mengandalkan pasokan beras dari luar daerah seperti Jawa dan Sulawesi," ungkapnya.

    Untuk mengatasi permasalahan ini, Yana menekankan pentingnya dukungan pemerintah, inovasi teknologi pertanian, serta peningkatan kapasitas para petani perempuan. "Dengan pemberdayaan yang tepat, perempuan petani dapat menjadi agen perubahan dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kaltim," ujarnya.

    Selain itu, Yana juga menyoroti pentingnya peran perempuan dalam menjaga kualitas gizi keluarga. "Kesalahan dalam pengolahan makanan dapat mengurangi nilai gizi dan berdampak pada kesehatan keluarga," tutupnya.

    (Sf/Rs)