Seputar Kaltim

    70 Persen Mahasiswa di Kaltim Salah Ambil Jurusan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    29 Agustus 2023 pukul 14:20 WITA

    Disdikbud Kaltim launching penelusuran minat dan bakat bersama Pandar Institut di Hotel Aston. (Foto: Maulana/Seputarfakta)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur bekerjasama dengan Pendar Institut membuka program Penelusuran Minat Bakat Siswa/Siswi SMA atau sederajat untuk mendorong kurikulum merdeka belajar.

    Disdikbud Kaltim mencatat terdapat 19.200 siswa memiliki potensi. Tapi hasil telaah Pendar Institut menyebut 70 persen lulusan SMA saat ini salah dalam memilih jurusan ketika kuliah. 

    "Saat ini siswa-siswi mengalami gangguan mental karena insecurity sehingga kehilangan konsep diri dan lain-lain, jangan sampai problem ini terus menghantui mereka. Semisal dalam pemilihan jurusan pun mereka salah ambil langkah," ungkap CEO Pandar Institut, Shahid Anshari Muhajir di Hotel Aston, Samarinda, Selasa (29/8/2023).

    Inilah yang mendasari program ini terbentuk untuk menjawab keraguan siswa dalam mengetahui tujuan diri ke depannya sejak masuk kelas 10 atau masuk SMA.

    Ini selaras dengan RPJMD Kaltim dalam mewujudkan akselerasi potensi pelajar Kaltim untuk Indonesia. 

    Pendar Institut sebagai tim lapangan akan menurunkan tim (trainer) sebanyak 15 - 20 orang yang secara bergantian di 80 sekolah di sembilan kabupaten/kota se-Provinsi Kaltim.

    "Kita mulai dari tanggal 2, trainer akan masuk ke Balikpapan tanggal 4 dan mulai ke sekolah-sekolah," jelasnya.

    Setelah Balikpapan, selanjutnya ke Penajam Paser Utara, Paser, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Samarinda dan terakhir ke Kabupaten Mahakam ulu.

    Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan mengaku program ini bagian dari upaya menuntaskan kurikulum merdeka. Sebab ada projek P5 yang melakukan penerapan pancasila.

    "Dengan Pancasila makna Pancasila sehingga dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari yang ada di Kalimantan Timur itu masa depannya sehingga kita punya SDM yang berdaya saing yang ada di Kalimantan Timur," katanya.

    Pihaknya dapat indetifikasi pemetaan dan selanjutnya berkesinambungan dengan sekolah terkait.

    "Sinergi dengan satuan pendidikan, sehingga program kita bisa independen jadi ini tidak stop sampai di sini akan terus berlanjut melihat hasil data-data," paparnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    70 Persen Mahasiswa di Kaltim Salah Ambil Jurusan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    29 Agustus 2023 pukul 14:20 WITA

    Disdikbud Kaltim launching penelusuran minat dan bakat bersama Pandar Institut di Hotel Aston. (Foto: Maulana/Seputarfakta)

    Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur bekerjasama dengan Pendar Institut membuka program Penelusuran Minat Bakat Siswa/Siswi SMA atau sederajat untuk mendorong kurikulum merdeka belajar.

    Disdikbud Kaltim mencatat terdapat 19.200 siswa memiliki potensi. Tapi hasil telaah Pendar Institut menyebut 70 persen lulusan SMA saat ini salah dalam memilih jurusan ketika kuliah. 

    "Saat ini siswa-siswi mengalami gangguan mental karena insecurity sehingga kehilangan konsep diri dan lain-lain, jangan sampai problem ini terus menghantui mereka. Semisal dalam pemilihan jurusan pun mereka salah ambil langkah," ungkap CEO Pandar Institut, Shahid Anshari Muhajir di Hotel Aston, Samarinda, Selasa (29/8/2023).

    Inilah yang mendasari program ini terbentuk untuk menjawab keraguan siswa dalam mengetahui tujuan diri ke depannya sejak masuk kelas 10 atau masuk SMA.

    Ini selaras dengan RPJMD Kaltim dalam mewujudkan akselerasi potensi pelajar Kaltim untuk Indonesia. 

    Pendar Institut sebagai tim lapangan akan menurunkan tim (trainer) sebanyak 15 - 20 orang yang secara bergantian di 80 sekolah di sembilan kabupaten/kota se-Provinsi Kaltim.

    "Kita mulai dari tanggal 2, trainer akan masuk ke Balikpapan tanggal 4 dan mulai ke sekolah-sekolah," jelasnya.

    Setelah Balikpapan, selanjutnya ke Penajam Paser Utara, Paser, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Samarinda dan terakhir ke Kabupaten Mahakam ulu.

    Kepala Disdikbud Kaltim, Muhammad Kurniawan mengaku program ini bagian dari upaya menuntaskan kurikulum merdeka. Sebab ada projek P5 yang melakukan penerapan pancasila.

    "Dengan Pancasila makna Pancasila sehingga dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari yang ada di Kalimantan Timur itu masa depannya sehingga kita punya SDM yang berdaya saing yang ada di Kalimantan Timur," katanya.

    Pihaknya dapat indetifikasi pemetaan dan selanjutnya berkesinambungan dengan sekolah terkait.

    "Sinergi dengan satuan pendidikan, sehingga program kita bisa independen jadi ini tidak stop sampai di sini akan terus berlanjut melihat hasil data-data," paparnya.

    (Sf/By)