Seputar Kaltim

    68 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di PPU Selama 2025, Penajam Dominasi Jumlah Korban

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 Januari 2026 pukul 13:01 WITA

    Salah satu insiden kecelakaan yang terjadi di simpang Riko (Dok: istimewa)

    Penajam - Polres Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 68 insiden kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang tahun 2025.

    Dari jumlah tersebut, Kecamatan Penajam menjadi wilayah paling banyak memakan korban jika dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya.

    Tercatat 23 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kecamatan Penajam, tepatnya di Jalan Provinsi Kilometer (Km) 1-22 dan Jembatan Tunan yang telah memakan 38 korban, di antaranya 11 luka ringan, 21 luka berat dan enam meninggal dunia.

    “Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi laka lantas 2025, jumlah laka lantas paling banyak terjadi di Kecamatan Penajam. Didominasi laki-laki dengan rentang usia 17-25 tahun,” ujar Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Kamis (31/12/2025).

    Selain Penajam, Kecamatan Sepaku juga menjadi wilayah paling banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025, terutama di kawasan simpang Riko yang mencapai 27 kasus. Terdiri dari enam meninggal dunia, 15 luka ringan dan enam luka berat.

    Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan.

    Ia menegaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengenakan perlengkapan keselamatan serta tidak berkendara dengan kecepatan tinggi guna menghindari potensi terjadinya insiden kecelakaan.

    Melalui imbauan ini diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di PPU pada 2026 mendatang bisa ditekan dan dicegah.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    68 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di PPU Selama 2025, Penajam Dominasi Jumlah Korban

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    01 Januari 2026 pukul 13:01 WITA

    Salah satu insiden kecelakaan yang terjadi di simpang Riko (Dok: istimewa)

    Penajam - Polres Penajam Paser Utara (PPU) mencatat 68 insiden kecelakaan lalu lintas terjadi sepanjang tahun 2025.

    Dari jumlah tersebut, Kecamatan Penajam menjadi wilayah paling banyak memakan korban jika dibandingkan dengan tiga kecamatan lainnya.

    Tercatat 23 kecelakaan lalu lintas terjadi di Kecamatan Penajam, tepatnya di Jalan Provinsi Kilometer (Km) 1-22 dan Jembatan Tunan yang telah memakan 38 korban, di antaranya 11 luka ringan, 21 luka berat dan enam meninggal dunia.

    “Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi laka lantas 2025, jumlah laka lantas paling banyak terjadi di Kecamatan Penajam. Didominasi laki-laki dengan rentang usia 17-25 tahun,” ujar Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, Kamis (31/12/2025).

    Selain Penajam, Kecamatan Sepaku juga menjadi wilayah paling banyak memakan korban kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025, terutama di kawasan simpang Riko yang mencapai 27 kasus. Terdiri dari enam meninggal dunia, 15 luka ringan dan enam luka berat.

    Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, terutama di jalur-jalur rawan kecelakaan.

    Ia menegaskan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, mengenakan perlengkapan keselamatan serta tidak berkendara dengan kecepatan tinggi guna menghindari potensi terjadinya insiden kecelakaan.

    Melalui imbauan ini diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di PPU pada 2026 mendatang bisa ditekan dan dicegah.

    (Sf/Lo)