Seputar Kaltim

    600 Siswa di Kutim Tak Tertampung, Pemprov Kaltim Segera Bangun Ruang Kelas Baru

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Arfan, (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memfokuskan perhatian pada pembangunan ruang kelas baru (RKB) di jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Langkah ini menjadi prioritas menyusul permasalahan dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025 yang menyebabkan ratusan siswa tidak tertampung.

    Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Arfan, mengatakan bahwa tahun ini terdapat sekitar 600 siswa yang tidak diterima di sekolah negeri karena keterbatasan jumlah ruang kelas. Hal ini disampaikan selama masa reses di Teluk Perancis, Kutim beberapa waktu lalu.

    “Kemarin tahun penerimaan pelajar SMA ini kan banyak mendapatkan masalah ya, karena ruang kelasnya kurang. Sekitar 600 orang tidak tertampung,”ujar Arfan.

    Menurut Arfan, pembangunan ruang kelas dan penambahan rombongan belajar (rombel) sebagai langkah strategis yang akan diambil untuk solusi jangka pendek.

    “Untuk rencana jangka pendeknya, mungkin penambahan rombel dulu. Kalau di Sangatta Utara, termasuk Bengalon dan Sangkulirang, itu sudah masuk dalam program gubernur untuk SMA,” jelasnya.

    Ia mengatakan, program ini sejalan dengan Program Gratis Poll yang jadi fokus Gubernur Kaltim dan sudah lama masuk prioritas anggaran pendidikan provinsi.

    “Itu makanya di anggaran pendidikan gubernur kemarin, program gratis pol itu yang diprioritaskan,” tambah Arfan.

    DPRD Provinsi, kata Arfan, akan terus mengupayakan agar pelaksanaan pembangunan RKB bisa segera direalisasikan, sehingga tidak ada lagi anak-anak di Kutim yang kesulitan mendapatkan hak atas pendidikan, khususnya di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama masyarakat. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    600 Siswa di Kutim Tak Tertampung, Pemprov Kaltim Segera Bangun Ruang Kelas Baru

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Arfan, (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) memfokuskan perhatian pada pembangunan ruang kelas baru (RKB) di jenjang SMA dan SMK di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Langkah ini menjadi prioritas menyusul permasalahan dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2025 yang menyebabkan ratusan siswa tidak tertampung.

    Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Arfan, mengatakan bahwa tahun ini terdapat sekitar 600 siswa yang tidak diterima di sekolah negeri karena keterbatasan jumlah ruang kelas. Hal ini disampaikan selama masa reses di Teluk Perancis, Kutim beberapa waktu lalu.

    “Kemarin tahun penerimaan pelajar SMA ini kan banyak mendapatkan masalah ya, karena ruang kelasnya kurang. Sekitar 600 orang tidak tertampung,”ujar Arfan.

    Menurut Arfan, pembangunan ruang kelas dan penambahan rombongan belajar (rombel) sebagai langkah strategis yang akan diambil untuk solusi jangka pendek.

    “Untuk rencana jangka pendeknya, mungkin penambahan rombel dulu. Kalau di Sangatta Utara, termasuk Bengalon dan Sangkulirang, itu sudah masuk dalam program gubernur untuk SMA,” jelasnya.

    Ia mengatakan, program ini sejalan dengan Program Gratis Poll yang jadi fokus Gubernur Kaltim dan sudah lama masuk prioritas anggaran pendidikan provinsi.

    “Itu makanya di anggaran pendidikan gubernur kemarin, program gratis pol itu yang diprioritaskan,” tambah Arfan.

    DPRD Provinsi, kata Arfan, akan terus mengupayakan agar pelaksanaan pembangunan RKB bisa segera direalisasikan, sehingga tidak ada lagi anak-anak di Kutim yang kesulitan mendapatkan hak atas pendidikan, khususnya di sekolah negeri yang menjadi pilihan utama masyarakat. 

    (Sf/Rs)