Seputar Kaltim

    600 Pemanah Ramaikan Bupati Cup Series 3 Kutim 2025, Peserta Datang dari Berbagai Daerah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Suasana Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 di Sangatta yang diikuti sekitar 600 pemanah dari berbagai daerah. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ratusan pemanah dari berbagai daerah mengikuti Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 yang digelar oleh Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Kutai Timur (Kutim). Turnamen yang untuk pertama kalinya dibuka secara nasional ini berlangsung selama dua hari di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (27/12/2025).

    Ketua pengurus cabang FESPATI Kutim, Mohammad Anil Rahman, menyampaikan kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan, dan pada tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan sebagai turnamen terbuka tingkat nasional.

    “Insyaallah pelaksanaan turnamen ini akan terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Khairul.

    Ia menambahkan, turnamen tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim melalui dana hibah tahun 2025. Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Tercatat sekitar 500 hingga 600 pemanah ikut ambil bagian dari berbagai daerah.

    Para peserta terbagi dalam beberapa kategori lomba. Untuk kategori anak-anak, jarak tembak yang diperlombakan adalah 5 meter, 7 meter, dan 10 meter. Sedangkan untuk kategori dewasa, jarak tembak yang dipertandingkan yaitu 40 meter dan 70 meter.

    Khusus untuk kategori dewasa jarak 70 meter, perlombaan menggunakan sistem akumulasi poin dan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup Kutai Timur. Piala tersebut khusus diperebutkan untuk kelas beregu atau tim.

    Khairul menjelaskan bahwa piala bergilir ini hanya dapat dibawa pulang oleh tim yang berhasil menjadi juara umum sebanyak tiga kali berturut-turut.

    “Aturan piala bergilir ini mulai diterapkan sejak pelaksanaan Bupati Cup Series 2 atas permintaan Pak Bupati. Tahun lalu juara umum diraih oleh tim dari Kabupaten Berau. Kalau mereka ingin membawa piala tersebut, maka harus menang dua kali lagi secara berturut-turut,” jelasnya.

    Untuk menambah daya tarik kompetisi, panitia juga menyiapkan konsep khusus pada babak final.

    “Nanti untuk final delapan besar kategori dewasa, para pemanah akan kami naikkan ke atas panggung dan menembak target dari sana,” katanya.

    Ia juga mengatakan perkembangan panahan tradisional di Kutim terus menunjukkan kemajuan. Saat ini sudah banyak muncul bibit atlet panahan tradisional serta klub-klub panahan yang aktif melakukan pembinaan.

    Tercatat ada delapan klub panahan tradisional yang sudah terdaftar resmi di pengurus cabang Kabupaten Kutim. Klub-klub tersebut tersebar di wilayah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, serta yang terbaru dari Kecamatan Kongbeng.

    “Ini menjadi modal yang sangat baik untuk pembinaan atlet panahan tradisional ke depannya,” pungkasnya.

    (Sf Rs)

    Seputar Kaltim

    600 Pemanah Ramaikan Bupati Cup Series 3 Kutim 2025, Peserta Datang dari Berbagai Daerah

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Suasana Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 di Sangatta yang diikuti sekitar 600 pemanah dari berbagai daerah. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ratusan pemanah dari berbagai daerah mengikuti Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 yang digelar oleh Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Kutai Timur (Kutim). Turnamen yang untuk pertama kalinya dibuka secara nasional ini berlangsung selama dua hari di Lapangan Helipad Bukit Pelangi, Sangatta, Sabtu (27/12/2025).

    Ketua pengurus cabang FESPATI Kutim, Mohammad Anil Rahman, menyampaikan kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaan, dan pada tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan sebagai turnamen terbuka tingkat nasional.

    “Insyaallah pelaksanaan turnamen ini akan terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya,” ujar Khairul.

    Ia menambahkan, turnamen tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutim melalui dana hibah tahun 2025. Antusiasme peserta pun sangat tinggi. Tercatat sekitar 500 hingga 600 pemanah ikut ambil bagian dari berbagai daerah.

    Para peserta terbagi dalam beberapa kategori lomba. Untuk kategori anak-anak, jarak tembak yang diperlombakan adalah 5 meter, 7 meter, dan 10 meter. Sedangkan untuk kategori dewasa, jarak tembak yang dipertandingkan yaitu 40 meter dan 70 meter.

    Khusus untuk kategori dewasa jarak 70 meter, perlombaan menggunakan sistem akumulasi poin dan memperebutkan Piala Bergilir Bupati Cup Kutai Timur. Piala tersebut khusus diperebutkan untuk kelas beregu atau tim.

    Khairul menjelaskan bahwa piala bergilir ini hanya dapat dibawa pulang oleh tim yang berhasil menjadi juara umum sebanyak tiga kali berturut-turut.

    “Aturan piala bergilir ini mulai diterapkan sejak pelaksanaan Bupati Cup Series 2 atas permintaan Pak Bupati. Tahun lalu juara umum diraih oleh tim dari Kabupaten Berau. Kalau mereka ingin membawa piala tersebut, maka harus menang dua kali lagi secara berturut-turut,” jelasnya.

    Untuk menambah daya tarik kompetisi, panitia juga menyiapkan konsep khusus pada babak final.

    “Nanti untuk final delapan besar kategori dewasa, para pemanah akan kami naikkan ke atas panggung dan menembak target dari sana,” katanya.

    Ia juga mengatakan perkembangan panahan tradisional di Kutim terus menunjukkan kemajuan. Saat ini sudah banyak muncul bibit atlet panahan tradisional serta klub-klub panahan yang aktif melakukan pembinaan.

    Tercatat ada delapan klub panahan tradisional yang sudah terdaftar resmi di pengurus cabang Kabupaten Kutim. Klub-klub tersebut tersebar di wilayah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, serta yang terbaru dari Kecamatan Kongbeng.

    “Ini menjadi modal yang sangat baik untuk pembinaan atlet panahan tradisional ke depannya,” pungkasnya.

    (Sf Rs)