Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Chairunnisa. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menerjunkan sedikitnya 50 kadernya untuk memberikan edukasi tentang stunting kepada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Penyuluhan ini bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang konsen pada anak dan ibu.
Hal ini adalah upaya PP Aisyiyah mendukung Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dalam rangka penurunan stunting di Kaltim, yang saat ini sudah mencapai 23,9 persen pada tahun 2022. Ini selaras dengan target besar Nasional tahun 2024 yakni 14 persen. Untuk mewujudkan itu, PP Aisyiyah kembali melakukan safari ke sejumlah Kabupaten/kota di Kaltim.
Kader yang diturunkan sudah mendapatkan pemahaman dari Ahli Gizi Dinkes Kaltim melalui pelatihan dan kajian interaktif. Kader dilatih untuk memberikan edukasi stunting kepada remaja, ibu hamil, calon pengantin dan calon ibu menyusui.
"Edukasi ini ada dua cara, pertama secara langsung atau tatap muka. Kader diminta untuk datang ke rumah-rumah warga, sedangkan secara tidak langsung menggunakan media sosial, bisa lewat whatsapp, Instagram dan Facebook," jelas Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa di Samarinda, Sabtu (7/10/2023).
Dikemukakannya, Kader akan menjangkau sembilan kabupaten/kota di kaltim, bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah. Keterangan yang diberikan Choirunnisa yang masih belum bisa dijangkau yakni Kabupaten Mahakam Ulu. "Karena lokasi yang sangat jauh, dan kami yang turun perempuan semua," pungkasnya.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin memberikan dukungannya kepada PP Aisyiyah yang konsisten sebagai penggerak terwujudnya masyarakat dan lingkungan hidup sehat. Apalagi program ini, kata Jaya sangat membantu pengurangan angka stunting.
Jaya memberikan pesan kepada kader yang diturunkan untuk menekankan aspek stunting yang berasal dari lingkungan yang tidak sehat. "Permasalahan itu di daerah pedalaman sana, karena masih banyak ditemui masyarakat tidak memiliki jamban dan membuang sembangarangan. Dan ada lagi faktor menyusui dengan susu kental manis," kata Jaya dihubungi secara terpisah, pada Sabtu (7/10/2023).
Jaya mengatakan pesan-pesan tersebut harus tersampaikan kepada masyarakat luas. Sebab ini bagian dari aji mumpung pergerakan penyuluhan, karena kebanyakan belum paham atas informasi ini.
"Angka stunting di Kaltim tinggi, bahkan dari lahir sudah stunting, ini yang harus kita hentikan," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah, Chairunnisa. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah akan menerjunkan sedikitnya 50 kadernya untuk memberikan edukasi tentang stunting kepada masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim). Penyuluhan ini bekerja sama dengan Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) yang konsen pada anak dan ibu.
Hal ini adalah upaya PP Aisyiyah mendukung Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dalam rangka penurunan stunting di Kaltim, yang saat ini sudah mencapai 23,9 persen pada tahun 2022. Ini selaras dengan target besar Nasional tahun 2024 yakni 14 persen. Untuk mewujudkan itu, PP Aisyiyah kembali melakukan safari ke sejumlah Kabupaten/kota di Kaltim.
Kader yang diturunkan sudah mendapatkan pemahaman dari Ahli Gizi Dinkes Kaltim melalui pelatihan dan kajian interaktif. Kader dilatih untuk memberikan edukasi stunting kepada remaja, ibu hamil, calon pengantin dan calon ibu menyusui.
"Edukasi ini ada dua cara, pertama secara langsung atau tatap muka. Kader diminta untuk datang ke rumah-rumah warga, sedangkan secara tidak langsung menggunakan media sosial, bisa lewat whatsapp, Instagram dan Facebook," jelas Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa di Samarinda, Sabtu (7/10/2023).
Dikemukakannya, Kader akan menjangkau sembilan kabupaten/kota di kaltim, bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Aisyiyah. Keterangan yang diberikan Choirunnisa yang masih belum bisa dijangkau yakni Kabupaten Mahakam Ulu. "Karena lokasi yang sangat jauh, dan kami yang turun perempuan semua," pungkasnya.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin memberikan dukungannya kepada PP Aisyiyah yang konsisten sebagai penggerak terwujudnya masyarakat dan lingkungan hidup sehat. Apalagi program ini, kata Jaya sangat membantu pengurangan angka stunting.
Jaya memberikan pesan kepada kader yang diturunkan untuk menekankan aspek stunting yang berasal dari lingkungan yang tidak sehat. "Permasalahan itu di daerah pedalaman sana, karena masih banyak ditemui masyarakat tidak memiliki jamban dan membuang sembangarangan. Dan ada lagi faktor menyusui dengan susu kental manis," kata Jaya dihubungi secara terpisah, pada Sabtu (7/10/2023).
Jaya mengatakan pesan-pesan tersebut harus tersampaikan kepada masyarakat luas. Sebab ini bagian dari aji mumpung pergerakan penyuluhan, karena kebanyakan belum paham atas informasi ini.
"Angka stunting di Kaltim tinggi, bahkan dari lahir sudah stunting, ini yang harus kita hentikan," pungkasnya.
(Sf/Rs)