Seputar Kaltim

    50 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di SMAN 2 Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 14:51 WITA

    Proses khitan yang dilakukan di ruang UKS SMA Negeri 2 Samarinda, Kamis (22/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - SMA Negeri 2 Samarinda gelar khitanan massal dalam rangka memperingati Isra Mikraj 1445 Hijriah. Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis ini diikuti oleh sebanyak 53 anak.

    Kepala SMA Negeri 2 Samarinda, Agus Gazali menyampaikan, kegiatan ini sudah diselenggarakan dari tahun-tahun sebelumnya. Selain sebagai ajang pembelajaran bagi siswa, ia ingin kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah juga bermanfaat bagi warga sekitar. 

    “Ini kegiatan khitanan massal ketiga kalinya yang kami selenggarakan. Sebenarnya ini kegiatan rutin yang diselengarakan oleh anak-anak Rohis (Rohani Islam),” jelas Agus kepada Seputar Fakta, Kamis (22/2/2024). 

    Agus mengatakan, kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Ia bersama dengan pihaknya melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeis. 

    “Dokter yang melakukan penanganan dari rumah sakit (I.A) Moeis, ada sekitar kurang lebih 16 orang. Kemudian ada tambahan juga dari Ikatan Alumni,” katanya. 

    Kegiatan ini Agus bilang, menghabiskan kurang lebih biaya Rp50 sampai Rp60 juta. Dana itu didapat dari sponsor, para siswa dan orang tua.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Rajab, sekaligus untuk memperingati Isra Mikraj. Hanya saja, pada tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar dari bulan Rajab. 

    Koordinator pelaksana kegiatan, Agustina Pelitawati menjelaskan, sebelumnya kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan tanggal 9 Februari lalu. 

    “Karena itu masih dalam masa-masa politik, apalagi masih dalam masa kampanye juga, jadi kami menghindari itu. Dan akhirnya kami mundurkan hari ini,” beber Agustina. 

    Agustina membeberkan, khitanan ini diprioritaskan untuk anak-anak yang berada di sekitar wilayah sekolah. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan itu. Agustina bilang, di hari keempat informasi disebar, kuota peserta sudah terpenuhi. 

    Ia juga bilang, kuota peserta di tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Di mana tahun lalu kuota yang disediakan sekitar 80 sampai 100 orang. Ia mengatakan, penurunan itu terjadi karena terhalang dengan biaya. 

    Meski begitu, ia mengaku senang kegiatan ini bisa tetap diselenggarakan. Apalagi melihat antusiasme masyarakat untuk mengikutinya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    50 Anak Ikuti Khitanan Massal Gratis di SMAN 2 Samarinda

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    22 Februari 2024 pukul 14:51 WITA

    Proses khitan yang dilakukan di ruang UKS SMA Negeri 2 Samarinda, Kamis (22/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda - SMA Negeri 2 Samarinda gelar khitanan massal dalam rangka memperingati Isra Mikraj 1445 Hijriah. Kegiatan yang diselenggarakan secara gratis ini diikuti oleh sebanyak 53 anak.

    Kepala SMA Negeri 2 Samarinda, Agus Gazali menyampaikan, kegiatan ini sudah diselenggarakan dari tahun-tahun sebelumnya. Selain sebagai ajang pembelajaran bagi siswa, ia ingin kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah juga bermanfaat bagi warga sekitar. 

    “Ini kegiatan khitanan massal ketiga kalinya yang kami selenggarakan. Sebenarnya ini kegiatan rutin yang diselengarakan oleh anak-anak Rohis (Rohani Islam),” jelas Agus kepada Seputar Fakta, Kamis (22/2/2024). 

    Agus mengatakan, kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Ia bersama dengan pihaknya melakukan kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Moeis. 

    “Dokter yang melakukan penanganan dari rumah sakit (I.A) Moeis, ada sekitar kurang lebih 16 orang. Kemudian ada tambahan juga dari Ikatan Alumni,” katanya. 

    Kegiatan ini Agus bilang, menghabiskan kurang lebih biaya Rp50 sampai Rp60 juta. Dana itu didapat dari sponsor, para siswa dan orang tua.

    Ia menjelaskan, kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada bulan Rajab, sekaligus untuk memperingati Isra Mikraj. Hanya saja, pada tahun ini untuk pertama kalinya dilaksanakan di luar dari bulan Rajab. 

    Koordinator pelaksana kegiatan, Agustina Pelitawati menjelaskan, sebelumnya kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan tanggal 9 Februari lalu. 

    “Karena itu masih dalam masa-masa politik, apalagi masih dalam masa kampanye juga, jadi kami menghindari itu. Dan akhirnya kami mundurkan hari ini,” beber Agustina. 

    Agustina membeberkan, khitanan ini diprioritaskan untuk anak-anak yang berada di sekitar wilayah sekolah. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan itu. Agustina bilang, di hari keempat informasi disebar, kuota peserta sudah terpenuhi. 

    Ia juga bilang, kuota peserta di tahun ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Di mana tahun lalu kuota yang disediakan sekitar 80 sampai 100 orang. Ia mengatakan, penurunan itu terjadi karena terhalang dengan biaya. 

    Meski begitu, ia mengaku senang kegiatan ini bisa tetap diselenggarakan. Apalagi melihat antusiasme masyarakat untuk mengikutinya.

    (Sf/Rs)