Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi. (Foto: Pinterest)
Tenggarong - Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus menjadi perhatian bersama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan daerah rawan di Kukar yang perlu diwaspadai ada lima yang berada di Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, Muara Muntai dan Muara Wis.
Kemudian ada dua wilayah yang mempunyai potensi yang lebih tinggi dengan genangan atau banjir, yakni Muara Muntai dan Kembang Janggut.
"Kami mengimbau pada saat musim hujan ini untuk terus berhati-hati, bertindaklah dengan bijak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," kata Setianto Nugroho Aji, Rabu (24/12/2024).
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim, masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sampah secara sembarangan di selokan dan alur sungai.
Selanjutnya tidak mendirikan bangunan di atas sungai dan lainnya. Ini dilakukan agar tidak menghambat aliran air ke sungai lebih besar.
Pesan khusus juga diberikan kepada nelayan untuk tidak berlayar mengingat curah hujan dan gelombang laut yang sangat tinggi pada Desember 2024 hingga Februari 2025 mendatang.
Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim terkait ramalan cuaca.
"Kita setiap hari mendapat rilis dari BMKG dan akan segera membagikan kepada para nelayan-nelayan," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi. (Foto: Pinterest)
Tenggarong - Curah hujan tinggi yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) harus menjadi perhatian bersama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Setianto Nugroho Aji mengatakan daerah rawan di Kukar yang perlu diwaspadai ada lima yang berada di Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, Tabang, Muara Muntai dan Muara Wis.
Kemudian ada dua wilayah yang mempunyai potensi yang lebih tinggi dengan genangan atau banjir, yakni Muara Muntai dan Kembang Janggut.
"Kami mengimbau pada saat musim hujan ini untuk terus berhati-hati, bertindaklah dengan bijak agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan," kata Setianto Nugroho Aji, Rabu (24/12/2024).
Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim, masyarakat juga diimbau agar tidak membuang sampah secara sembarangan di selokan dan alur sungai.
Selanjutnya tidak mendirikan bangunan di atas sungai dan lainnya. Ini dilakukan agar tidak menghambat aliran air ke sungai lebih besar.
Pesan khusus juga diberikan kepada nelayan untuk tidak berlayar mengingat curah hujan dan gelombang laut yang sangat tinggi pada Desember 2024 hingga Februari 2025 mendatang.
Pihaknya juga telah bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kaltim terkait ramalan cuaca.
"Kita setiap hari mendapat rilis dari BMKG dan akan segera membagikan kepada para nelayan-nelayan," pungkasnya.
(Sf/By)