5 Sekolah di Balikpapan Jadi Kandidat Sekolah Rujukan Google

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    09 Agustus 2025 01:17 WIB

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. 

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik menyampaikan kini sudah ada lima sekolah yang masuk dalam program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).

    Sekolah-sekolah tersebut di antaranya SDN 009 Balikpapan Utara, SDN 015 Balikpapan Selatan, SDN 020 Balikpapan Barat, serta dua SMP Negeri di Balikpapan. Program ini merupakan bentuk kerja sama dengan Google for Education yang mengusung konsep pembelajaran berbasis digital dan teknologi informasi.

    “Beberapa sekolah, seperti SDN 009 Balikpapan Utara sudah menerapkan sistem pembelajaran blended. Artinya kombinasi pembelajaran daring dan luring,” ucap Irfan, Sabtu (9/8/2025).

    Ia menjelaskan kelima sekolah tersebut dipilih karena telah memiliki infrastruktur pendukung seperti jaringan internet dan fasilitas TIK, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap memanfaatkan teknologi dalam proses belajar-mengajar.

    “Sarana dan prasarananya tersedia, tetapi yang utama adalah kesiapan guru. Para guru harus mengikuti asesmen untuk bisa menjalankan program Sekolah Rujukan Google (SRG),” terangnya.

    Kini sebagian besar guru di sekolah-sekolah tersebut sudah lulus sertifikasi KSRG, bahkan mencapai 80–90 persen. Google Meet dan platform lain dari Google menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang mereka gunakan.

    Pemkot Balikpapan menargetkan setiap kecamatan memiliki satu SRG. Konsep ini disebut dengan Distrik KSRG, satu sekolah akan menjadi pilot project dan mendorong sekolah lain di wilayahnya untuk mengikuti transformasi digital tersebut.

    “Kami ingin satu kecamatan ada satu sekolah yang bisa menjadi contoh. Ini upaya kami agar semua sekolah dapat termotivasi mengikuti jejak yang sama,” harapnya.

    Program ini juga mendapat pengawasan langsung dari Google for Education Indonesia, termasuk keterlibatan perwakilan dari Jepang dan Malaysia yang turut memantau pelaksanaannya.

    Sebagai bentuk pengakuan atas kemajuan ini, Wali Kota Balikpapan dijadwalkan menjadi pembicara di Yokohama, Jepang pada Oktober atau November mendatang untuk membagikan pengalaman Balikpapan dalam menerapkan KSRG.

    Sementara Irfan Taufik juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara pendidikan di Bali pada 24 Agustus 2025 mendatang.

    “Mohon doa dan dukungannya. Mudah-mudahan ujian akhir pada September–Oktober nanti berjalan lancar dan sekolah-sekolah ini resmi menjadi Sekolah Rujukan Google,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    5 Sekolah di Balikpapan Jadi Kandidat Sekolah Rujukan Google

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    09 Agustus 2025 01:17 WIB

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. 

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik menyampaikan kini sudah ada lima sekolah yang masuk dalam program Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).

    Sekolah-sekolah tersebut di antaranya SDN 009 Balikpapan Utara, SDN 015 Balikpapan Selatan, SDN 020 Balikpapan Barat, serta dua SMP Negeri di Balikpapan. Program ini merupakan bentuk kerja sama dengan Google for Education yang mengusung konsep pembelajaran berbasis digital dan teknologi informasi.

    “Beberapa sekolah, seperti SDN 009 Balikpapan Utara sudah menerapkan sistem pembelajaran blended. Artinya kombinasi pembelajaran daring dan luring,” ucap Irfan, Sabtu (9/8/2025).

    Ia menjelaskan kelima sekolah tersebut dipilih karena telah memiliki infrastruktur pendukung seperti jaringan internet dan fasilitas TIK, serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap memanfaatkan teknologi dalam proses belajar-mengajar.

    “Sarana dan prasarananya tersedia, tetapi yang utama adalah kesiapan guru. Para guru harus mengikuti asesmen untuk bisa menjalankan program Sekolah Rujukan Google (SRG),” terangnya.

    Kini sebagian besar guru di sekolah-sekolah tersebut sudah lulus sertifikasi KSRG, bahkan mencapai 80–90 persen. Google Meet dan platform lain dari Google menjadi bagian dari sistem pembelajaran yang mereka gunakan.

    Pemkot Balikpapan menargetkan setiap kecamatan memiliki satu SRG. Konsep ini disebut dengan Distrik KSRG, satu sekolah akan menjadi pilot project dan mendorong sekolah lain di wilayahnya untuk mengikuti transformasi digital tersebut.

    “Kami ingin satu kecamatan ada satu sekolah yang bisa menjadi contoh. Ini upaya kami agar semua sekolah dapat termotivasi mengikuti jejak yang sama,” harapnya.

    Program ini juga mendapat pengawasan langsung dari Google for Education Indonesia, termasuk keterlibatan perwakilan dari Jepang dan Malaysia yang turut memantau pelaksanaannya.

    Sebagai bentuk pengakuan atas kemajuan ini, Wali Kota Balikpapan dijadwalkan menjadi pembicara di Yokohama, Jepang pada Oktober atau November mendatang untuk membagikan pengalaman Balikpapan dalam menerapkan KSRG.

    Sementara Irfan Taufik juga dijadwalkan menjadi pembicara dalam acara pendidikan di Bali pada 24 Agustus 2025 mendatang.

    “Mohon doa dan dukungannya. Mudah-mudahan ujian akhir pada September–Oktober nanti berjalan lancar dan sekolah-sekolah ini resmi menjadi Sekolah Rujukan Google,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)