Seputar Kaltim

    5 Keluarga di Berau Terima Rumah Layak Huni dari Baznas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Desember 2024 pukul 20:05 WITA

    Penyerahan bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyerahkan bantuan 5 unit Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) di Jalan Gunung Panjang Gang Mulia, RT 4, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa, (17/12/2024).

    Penyerahan ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita di halaman salah satu rumah bantuan. Program bantuan ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau dan PT. Berau Coal.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis menjelaskan bahwa rumah tersebut diserahkan kepada lima penerima manfaat atau mustahik, yakni Ita Purnamasari, Hairul, Solah, Sulaiman, dan Monaji.

    "Alhamdulillah artinya ini rumah yang diserahkan dari Baznas kepada para mustahik lima orang yang menerima ini. Mudah-mudahan ini menjadi satu keberkahan bagi mereka semua," ucap Gamalis.

    "InsyaAllah ke depan juga akan terus dilakukan hal yang serupa, di mana pembangunan ini diberikan oleh pihak ketiga yakni PT Berau Coal melewati CSR-nya," tambahnya

    Ia mengungkapkan, terdapat banyak orang yang masuk dalam kategori berhak menerima zakat atau mustahik  yang sebenarnya bisa menerima bantuan RLHB. Namun hal tersebut terkendala oleh pemenuhan untuk persyaratan yang telah ditentukan. Hal itu dikarenakan memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan.

    "Mudah-mudahan mereka bisa memenuhi semua persyaratan yang di tentukan sehingga dapat segera diberikan bantuan RLHB," tukasnya.

    Gamalis juga berharap tidak hanya PT Berau Coal saja yang memberikan kontribusi seperti ini, namun diharapkan perusahaan-perusahaan lain juga dapat berpatisipasi untuk membangunan Kabupaten Berau menjadi lebih sejahtera.

    Sementara itu, Kepala Baznas Berau, Busransyah mengatakan, pada tahun 2024 ini sementara ada lima rumah yang dibangun bersama PT Berau Coal yakni empat rumah di Tanjung dan satu rumah di Gunung Tabur. Selain itu, empat rumah telah selesai dan siap dihuni, sedangkan satu rumah masih tahap finishing.

    Dirinya menjelaskan bahwa lima rumah yang di bangun dengan rata-rata nilai sekitar 73 juta per unit dengan luas 6×8 meter semi permanen.

    “Untuk 4 rumah dibangun total dan 1 rumah kita renovasi,” tuturnya.

    Ia pun menyampaikan, bantuan 5 RLHB ini mencapai  total biaya sebesar Rp348 juta lebih yang dihasilkan dari kolaborasi Baznas Berau dan Baznas Provinsi Kaltim. Ia pun menyampaikan untuk pihaknya sendiri dibantu oleh CSR PT. Berau Coal dan kelistrikan dibantu oleh CSR PLN Berau.

    Ia juga menjelaskan untuk pengajuan persyaratan tidaklah terlalu rumit yakni KTP, kartu keluarga, surat keterangan miskin dari lurah kemudian dilengkapi dengan kepemilikan tanahnya

    "Jadi setelah usulan sampai ke kami, kita tinjau kalau layak dibangun, kita bangun.  Sementara kami saring dulu," bebernya.

    Busransyah menyampaikan komitmennya pada tahun depan akan terus melanjutkan program sampai tidak didapati rumah tidak layak di Kabupaten Berau. 

    "Insyaallah akan kita lanjutkan terus. RLHB tidak hanya di kota saja tetapi di kampung juga," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    5 Keluarga di Berau Terima Rumah Layak Huni dari Baznas

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    17 Desember 2024 pukul 20:05 WITA

    Penyerahan bantuan Rumah Layak Huni Baznas (RLHB). (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyerahkan bantuan 5 unit Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) di Jalan Gunung Panjang Gang Mulia, RT 4, Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Selasa, (17/12/2024).

    Penyerahan ini dilakukan secara simbolis dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita di halaman salah satu rumah bantuan. Program bantuan ini merupakan hasil kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Berau dan PT. Berau Coal.

    Wakil Bupati Berau, Gamalis menjelaskan bahwa rumah tersebut diserahkan kepada lima penerima manfaat atau mustahik, yakni Ita Purnamasari, Hairul, Solah, Sulaiman, dan Monaji.

    "Alhamdulillah artinya ini rumah yang diserahkan dari Baznas kepada para mustahik lima orang yang menerima ini. Mudah-mudahan ini menjadi satu keberkahan bagi mereka semua," ucap Gamalis.

    "InsyaAllah ke depan juga akan terus dilakukan hal yang serupa, di mana pembangunan ini diberikan oleh pihak ketiga yakni PT Berau Coal melewati CSR-nya," tambahnya

    Ia mengungkapkan, terdapat banyak orang yang masuk dalam kategori berhak menerima zakat atau mustahik  yang sebenarnya bisa menerima bantuan RLHB. Namun hal tersebut terkendala oleh pemenuhan untuk persyaratan yang telah ditentukan. Hal itu dikarenakan memang ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan.

    "Mudah-mudahan mereka bisa memenuhi semua persyaratan yang di tentukan sehingga dapat segera diberikan bantuan RLHB," tukasnya.

    Gamalis juga berharap tidak hanya PT Berau Coal saja yang memberikan kontribusi seperti ini, namun diharapkan perusahaan-perusahaan lain juga dapat berpatisipasi untuk membangunan Kabupaten Berau menjadi lebih sejahtera.

    Sementara itu, Kepala Baznas Berau, Busransyah mengatakan, pada tahun 2024 ini sementara ada lima rumah yang dibangun bersama PT Berau Coal yakni empat rumah di Tanjung dan satu rumah di Gunung Tabur. Selain itu, empat rumah telah selesai dan siap dihuni, sedangkan satu rumah masih tahap finishing.

    Dirinya menjelaskan bahwa lima rumah yang di bangun dengan rata-rata nilai sekitar 73 juta per unit dengan luas 6×8 meter semi permanen.

    “Untuk 4 rumah dibangun total dan 1 rumah kita renovasi,” tuturnya.

    Ia pun menyampaikan, bantuan 5 RLHB ini mencapai  total biaya sebesar Rp348 juta lebih yang dihasilkan dari kolaborasi Baznas Berau dan Baznas Provinsi Kaltim. Ia pun menyampaikan untuk pihaknya sendiri dibantu oleh CSR PT. Berau Coal dan kelistrikan dibantu oleh CSR PLN Berau.

    Ia juga menjelaskan untuk pengajuan persyaratan tidaklah terlalu rumit yakni KTP, kartu keluarga, surat keterangan miskin dari lurah kemudian dilengkapi dengan kepemilikan tanahnya

    "Jadi setelah usulan sampai ke kami, kita tinjau kalau layak dibangun, kita bangun.  Sementara kami saring dulu," bebernya.

    Busransyah menyampaikan komitmennya pada tahun depan akan terus melanjutkan program sampai tidak didapati rumah tidak layak di Kabupaten Berau. 

    "Insyaallah akan kita lanjutkan terus. RLHB tidak hanya di kota saja tetapi di kampung juga," pungkasnya.

    (Sf/Rs)