Seputar Kaltim

    47 KPPS yang Sempat Keracunan Ikuti Bimtek Susulan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2024 pukul 09:35 WITA

    KPPS di Kecamatan Sambutan yang ikuti bimbingan teknis susulan, Senin (5/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, ikuti bimbingan teknis (Bimtek) susulan di Aula Kelurahan Sambutan, Senin (5/2/2024) kemarin. Dari penuturan Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS), Sofwan, kegiatan itu diikuti sebanyak 47 orang.

    Sofwan bilang, 47 orang itu merupakan anggota yang alami sakit pascapelantikan, diduga karena keracunan. Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menerima data kurang lebih terdapat 70 orang yang alami keracunan. Kemudian Sofwan merincikan, dari 70 orang itu terdata sebanyak 56 orang merupakan anggota KPPS dan sisanya adalah anggota keluarga yang ikut terdampak.

    “Ini adalah bimtek susulan yang difasilitasi oleh KPU, kami memfasilitasi kepada teman-teman yg tidak hadir atau yang kemarin sakit,” jelas Sofwan, kepada Seputar Fakta, Senin (5/2/2024).

    Sofwan bersyukur bahwa dari para anggota yang menderita sakit kemarin tidak ada yang mengundurkan diri meski pihak KPU juga telah memberikan opsi itu per tanggal 1 Februari lalu. 

    “Untuk para peserta KPPS sudah sembuh semua, alhamdulillah sampai sekarang ga ada pengunduran,” ucapnya.

    Ia juga menuturkan bahwa kedepannya KPPS ini akan melakukan tugas di 84 titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Sambutan. Untuk jumlah dari anggota KPPS sendiri, Sofwan menyebut ada sebanyak 588 anggota.

    “Ada 84 TPS dari 40 RT yang ada di Sambutan,” jelasnya.

    Sofwan mengimbau kepada teman-teman KPPS agar bisa tetap dalam kondisi fit hadapi pemilu serentak yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

    “Yang namanya KPPS bukan soal kecepatan tapi ketepatan,” tegasnya. 

    Bimtek itu sendiri berisikan penjelasan dari dua materi yang disampaikan dari pihak PPS. Sofwan bilang ada dua materi yang disampaikan kepada peserta, yakni soal aplikasi atau sistem Sirekap dan Bimtek umum terkait penyelenggaraan dan mekanisme KPPS dalam pemilu.

    Sementara itu, salah seorang anggota KPPS, Nur (23) mengaku bahwa ini adalah kali pertamanya menjadi anggota KPPS. Usai dilantik, Nur juga alami sakit sampai berhari-hari yang diduga karena keracunan.

    “Empat hari atau lima hari baru pulih,” tutur Nur kepada Seputar Fakta, ditemui usai kegiatan Bimtek susulan.

    Nur mengatakan dirinya tak sampai dibawa ke rumah sakit atau alami rawat inap. Ia hanya melakukan perawatan secara mandiri di rumah, dirawat oleh orang tuanya. Ia bercerita sempat alami gejala mual, sakit di bagian perut dan tak bisa makan.

    Meski demikian, Nur tetap berkomitmen untuk menjalankan dan menyelesaikan tugasnya sebagai anggota KPPS hingga akhir. Ia merasa miliki tanggung jawab, sehingga ia tetap optimis menjadi anggota KPPS Sambutan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    47 KPPS yang Sempat Keracunan Ikuti Bimtek Susulan

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    06 Februari 2024 pukul 09:35 WITA

    KPPS di Kecamatan Sambutan yang ikuti bimbingan teknis susulan, Senin (5/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, ikuti bimbingan teknis (Bimtek) susulan di Aula Kelurahan Sambutan, Senin (5/2/2024) kemarin. Dari penuturan Ketua Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS), Sofwan, kegiatan itu diikuti sebanyak 47 orang.

    Sofwan bilang, 47 orang itu merupakan anggota yang alami sakit pascapelantikan, diduga karena keracunan. Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menerima data kurang lebih terdapat 70 orang yang alami keracunan. Kemudian Sofwan merincikan, dari 70 orang itu terdata sebanyak 56 orang merupakan anggota KPPS dan sisanya adalah anggota keluarga yang ikut terdampak.

    “Ini adalah bimtek susulan yang difasilitasi oleh KPU, kami memfasilitasi kepada teman-teman yg tidak hadir atau yang kemarin sakit,” jelas Sofwan, kepada Seputar Fakta, Senin (5/2/2024).

    Sofwan bersyukur bahwa dari para anggota yang menderita sakit kemarin tidak ada yang mengundurkan diri meski pihak KPU juga telah memberikan opsi itu per tanggal 1 Februari lalu. 

    “Untuk para peserta KPPS sudah sembuh semua, alhamdulillah sampai sekarang ga ada pengunduran,” ucapnya.

    Ia juga menuturkan bahwa kedepannya KPPS ini akan melakukan tugas di 84 titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ada di Kecamatan Sambutan. Untuk jumlah dari anggota KPPS sendiri, Sofwan menyebut ada sebanyak 588 anggota.

    “Ada 84 TPS dari 40 RT yang ada di Sambutan,” jelasnya.

    Sofwan mengimbau kepada teman-teman KPPS agar bisa tetap dalam kondisi fit hadapi pemilu serentak yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

    “Yang namanya KPPS bukan soal kecepatan tapi ketepatan,” tegasnya. 

    Bimtek itu sendiri berisikan penjelasan dari dua materi yang disampaikan dari pihak PPS. Sofwan bilang ada dua materi yang disampaikan kepada peserta, yakni soal aplikasi atau sistem Sirekap dan Bimtek umum terkait penyelenggaraan dan mekanisme KPPS dalam pemilu.

    Sementara itu, salah seorang anggota KPPS, Nur (23) mengaku bahwa ini adalah kali pertamanya menjadi anggota KPPS. Usai dilantik, Nur juga alami sakit sampai berhari-hari yang diduga karena keracunan.

    “Empat hari atau lima hari baru pulih,” tutur Nur kepada Seputar Fakta, ditemui usai kegiatan Bimtek susulan.

    Nur mengatakan dirinya tak sampai dibawa ke rumah sakit atau alami rawat inap. Ia hanya melakukan perawatan secara mandiri di rumah, dirawat oleh orang tuanya. Ia bercerita sempat alami gejala mual, sakit di bagian perut dan tak bisa makan.

    Meski demikian, Nur tetap berkomitmen untuk menjalankan dan menyelesaikan tugasnya sebagai anggota KPPS hingga akhir. Ia merasa miliki tanggung jawab, sehingga ia tetap optimis menjadi anggota KPPS Sambutan.

    (Sf/Rs)