Seputar Kaltim

    43 Warga Bontang Positif HIV pada 2025

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    01 Desember 2025 pukul 14:24 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Sepanjang tahun 2025 ada 43 masyarakat Bontang teridentifikasi positif HIV, lima di antaranya berada di rentan usia 15-19 tahun.

    Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Nur Ilham mengatakan para penderita didominasi kelompok usia 25-49 tahun sekitar 71,43 persen.

    “Mayoritas merupakan laki-laki sebanyak 29 orang dan 14 lainnya perempuan,” ujar Nur Ilham saat ditemui, Senin (1/12/2025). 

    Dari jumlah tersebut, Nur Ilham mengatakan 38 di antaranya telah rutin menjalani pengobatan  Antiretrovirals (ARVs). 

    Angka ini mengalami penurunan dari 2024 lalu, yakni 67 kasus. Kendati demikian, Dinkes Bontang terus berupaya melakukan temuan dengan rutin melakukan skrining, khususnya terhadap delapan populasi berisiko tinggi HIV.

    Mulai dari Ibu hamil, wanita pekerja seks, waria atau transgender, lelaki seks dengan lelaki, pelanggan pekerja seks, pengguna napza suntik, pasangan seks dari populasi kunci dan remaja rentan.

    Ia mengimbau agar masyarakat aktif melakukan pengecekan atau skrining HIV untuk mencegah dan mengurangi faktor risiko, khususnya yang termasuk dalam kategori kelompok rentan.

    “Bagi para pasien kami harap rutin melakukan pengobatan agar kualitas hidup mereka bisa lebih baik dan masa hidup yang lebih panjang,” tandasnya. 

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    43 Warga Bontang Positif HIV pada 2025

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    01 Desember 2025 pukul 14:24 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Bontang - Sepanjang tahun 2025 ada 43 masyarakat Bontang teridentifikasi positif HIV, lima di antaranya berada di rentan usia 15-19 tahun.

    Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang, Nur Ilham mengatakan para penderita didominasi kelompok usia 25-49 tahun sekitar 71,43 persen.

    “Mayoritas merupakan laki-laki sebanyak 29 orang dan 14 lainnya perempuan,” ujar Nur Ilham saat ditemui, Senin (1/12/2025). 

    Dari jumlah tersebut, Nur Ilham mengatakan 38 di antaranya telah rutin menjalani pengobatan  Antiretrovirals (ARVs). 

    Angka ini mengalami penurunan dari 2024 lalu, yakni 67 kasus. Kendati demikian, Dinkes Bontang terus berupaya melakukan temuan dengan rutin melakukan skrining, khususnya terhadap delapan populasi berisiko tinggi HIV.

    Mulai dari Ibu hamil, wanita pekerja seks, waria atau transgender, lelaki seks dengan lelaki, pelanggan pekerja seks, pengguna napza suntik, pasangan seks dari populasi kunci dan remaja rentan.

    Ia mengimbau agar masyarakat aktif melakukan pengecekan atau skrining HIV untuk mencegah dan mengurangi faktor risiko, khususnya yang termasuk dalam kategori kelompok rentan.

    “Bagi para pasien kami harap rutin melakukan pengobatan agar kualitas hidup mereka bisa lebih baik dan masa hidup yang lebih panjang,” tandasnya. 

    (Sf/Lo)