Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan 42 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai kecamatan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil serta menurunkan angka stunting di Kutim.
Beberapa kecamatan sudah mematangkan persiapan dapur SPPG, di antaranya Teluk Pandan, Kaubun dan Wahau.
"Di Kutim ada 42 titik dapur SPPG. Saat ini sudah beberapa yang siap beroperasi," ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
Ia menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan air bersih. Di Teluk Pandan, pasokan air masih terbatas karena Perumdam belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh dapur.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Ardiansyah mengatakan telah meminta setiap dapur menyiapkan tandon air besar agar pendistribusian bisa dilakukan secara manual oleh perumdam menggunakan mobil tangki.
“Saya minta disiapkan tandon besar. Nanti air akan didistribusikan lewat mobil angkut PDAM. Ini untuk mencukupi kebutuhan air di dapur Teluk Pandan,” tegasnya.
Ardiansyah menambahkan meskipun ada beberapa kendala teknis, para relawan dan masyarakat di berbagai kecamatan sudah siap terlibat dalam pelaksanaan MBG.
“Seperti di Wahau, Kaubun dan Teluk Pandan, relawan dan masyarakat sudah siap. Tinggal menunggu kesiapan dapur secara teknis,” pungkasnya.
Dapur-dapur SPPG yang sudah siap akan segera dioperasikan, sementara yang lain akan dibuka secara bertahap sesuai kesiapan peralatan dan tenaga di lapangan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) menyiapkan 42 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai kecamatan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil serta menurunkan angka stunting di Kutim.
Beberapa kecamatan sudah mematangkan persiapan dapur SPPG, di antaranya Teluk Pandan, Kaubun dan Wahau.
"Di Kutim ada 42 titik dapur SPPG. Saat ini sudah beberapa yang siap beroperasi," ujar Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman.
Ia menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan air bersih. Di Teluk Pandan, pasokan air masih terbatas karena Perumdam belum mampu mencukupi kebutuhan seluruh dapur.
Untuk mengatasi masalah tersebut, Ardiansyah mengatakan telah meminta setiap dapur menyiapkan tandon air besar agar pendistribusian bisa dilakukan secara manual oleh perumdam menggunakan mobil tangki.
“Saya minta disiapkan tandon besar. Nanti air akan didistribusikan lewat mobil angkut PDAM. Ini untuk mencukupi kebutuhan air di dapur Teluk Pandan,” tegasnya.
Ardiansyah menambahkan meskipun ada beberapa kendala teknis, para relawan dan masyarakat di berbagai kecamatan sudah siap terlibat dalam pelaksanaan MBG.
“Seperti di Wahau, Kaubun dan Teluk Pandan, relawan dan masyarakat sudah siap. Tinggal menunggu kesiapan dapur secara teknis,” pungkasnya.
Dapur-dapur SPPG yang sudah siap akan segera dioperasikan, sementara yang lain akan dibuka secara bertahap sesuai kesiapan peralatan dan tenaga di lapangan.
(Sf/Lo)