Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi tiang listrik (Foto: Freepik)
Tanah Grogot - Desa di Kabupaten Paser belum seluruhnya terjangkau listrik PLN. Dari 139 Desa, empat di antaranya hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell.
Empat desa itu, yakni Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Kali, dan Desa Harapan Baru di Kecamatan Kuaro.
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengatakan persoalan listrik PLN yang masih belum menjangkau seluruh desa bakal dituntaskan di 2025.
“Direncanakan 2025 akan dituntaskan melalui APBD Paser dengan dukungan dari PLN dan dari berbagai pihak,” kata dr Fahmi, Senin (30/12/2024).
Desa itu belum terjangkau listrik PLN karena sulit diakses, sehingga pengangkutan material menuju desa dapat terhambat.
Untuk itu, dr Fahmi memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bakal menyiapkan infrastruktur jalan untuk memudahkan mobilisasi material.
Satu desa, yakni Harapan Baru masih masuk dalam kawasan Cagar Alam (CA), sehingga Pemkab Paser telah menjalin MoU dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dengan adanya MoU antara Pemkab Paser dan BKSDA Kaltim memungkinkan bagi kita untuk mengaliri Listrik PLN di Desa Harapan Baru yang berada disekitar wilayah CA,” tuturnya.
Akses menuju Desa Kepala Telake dianggap juga sudah mudah dilewati usai dibangunnya jembatan Sungai Tiwau.
“Desa Kepala Telake telah dilaksanakan pembangunan jembatan Sungai Tiwau yang menghubungkan Desa Lambakan ke Kepala Telake,” tandasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi tiang listrik (Foto: Freepik)
Tanah Grogot - Desa di Kabupaten Paser belum seluruhnya terjangkau listrik PLN. Dari 139 Desa, empat di antaranya hanya mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya atau solar cell.
Empat desa itu, yakni Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Kali, dan Desa Harapan Baru di Kecamatan Kuaro.
Bupati Paser, dr Fahmi Fadli mengatakan persoalan listrik PLN yang masih belum menjangkau seluruh desa bakal dituntaskan di 2025.
“Direncanakan 2025 akan dituntaskan melalui APBD Paser dengan dukungan dari PLN dan dari berbagai pihak,” kata dr Fahmi, Senin (30/12/2024).
Desa itu belum terjangkau listrik PLN karena sulit diakses, sehingga pengangkutan material menuju desa dapat terhambat.
Untuk itu, dr Fahmi memastikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bakal menyiapkan infrastruktur jalan untuk memudahkan mobilisasi material.
Satu desa, yakni Harapan Baru masih masuk dalam kawasan Cagar Alam (CA), sehingga Pemkab Paser telah menjalin MoU dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dengan adanya MoU antara Pemkab Paser dan BKSDA Kaltim memungkinkan bagi kita untuk mengaliri Listrik PLN di Desa Harapan Baru yang berada disekitar wilayah CA,” tuturnya.
Akses menuju Desa Kepala Telake dianggap juga sudah mudah dilewati usai dibangunnya jembatan Sungai Tiwau.
“Desa Kepala Telake telah dilaksanakan pembangunan jembatan Sungai Tiwau yang menghubungkan Desa Lambakan ke Kepala Telake,” tandasnya.
(Sf/By)