Seputar Kaltim

    4 Daerah di Kaltim Siap jadi Lumbung Pangan Jelang Ramadan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdiato
    26 Februari 2024 pukul 13:52 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Namun, masyarakat Kaltim masih menghadapi krisis beras yang membuat harga pangan melonjak. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltim, Heni Purwaningsih menyatakan komitmennya menjaga ketahanan lumbung pangan di beberapa daerah di Kaltim.

    Heni mengatakan, empat daerah di Kaltim, yaitu Berau, Kutai Kartanegara, Kubar dan Penajam Paser Utara (PPU), telah berkomitmen menjadi lumbung pangan. Mereka menjamin ketersediaan pangan, terutama beras, aman hingga bulan Ramadan.

    "Kesiapan daerah ini perlu kolaborasi dan bersinergi bersama Forkopimda dan TNI, Polri dan lainnya, saling bahu membahu," ujar Heni di Samarinda, Senin (26/2/2024).

    Ia bersama timnya bergerak cepat untuk memantau harga dan stok pangan di pasar-pasar. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

    "Kami memiliki Tim Monitoring Harga yang setiap hari mengawasi stok," kata Heni.

    Heni menjelaskan, upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun ketahanan pangan di Kaltim antara lain dengan melakukan penanaman benih padi dan jenis pangan lainnya. Selain itu, infrastruktur di sektor pertanian juga terus ditingkatkan.

    "Seperti bendungan, irigasi, dan titik sumber air yang juga semakin banyak dibangun," imbuhnya.

    Untuk menjaga kestabilan harga pangan, Disperindagkop Kaltim juga telah menyiapkan outlet penyeimbang yang dibangun di 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Outlet ini menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah dari pasar.

    "Menjelang Ramadan dan lebaran, kecenderungan peningkatan permintaan. Sehingga jika stoknya tidak berubah, pasti harganya naik. Itulah yang kami jaga," tandasnya. (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    4 Daerah di Kaltim Siap jadi Lumbung Pangan Jelang Ramadan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdiato
    26 Februari 2024 pukul 13:52 WITA

    Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Bulan Ramadan sebentar lagi tiba. Namun, masyarakat Kaltim masih menghadapi krisis beras yang membuat harga pangan melonjak. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop UMKM) Kaltim, Heni Purwaningsih menyatakan komitmennya menjaga ketahanan lumbung pangan di beberapa daerah di Kaltim.

    Heni mengatakan, empat daerah di Kaltim, yaitu Berau, Kutai Kartanegara, Kubar dan Penajam Paser Utara (PPU), telah berkomitmen menjadi lumbung pangan. Mereka menjamin ketersediaan pangan, terutama beras, aman hingga bulan Ramadan.

    "Kesiapan daerah ini perlu kolaborasi dan bersinergi bersama Forkopimda dan TNI, Polri dan lainnya, saling bahu membahu," ujar Heni di Samarinda, Senin (26/2/2024).

    Ia bersama timnya bergerak cepat untuk memantau harga dan stok pangan di pasar-pasar. Ia ingin memastikan bahwa masyarakat tidak kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.

    "Kami memiliki Tim Monitoring Harga yang setiap hari mengawasi stok," kata Heni.

    Heni menjelaskan, upaya-upaya yang dilakukan untuk membangun ketahanan pangan di Kaltim antara lain dengan melakukan penanaman benih padi dan jenis pangan lainnya. Selain itu, infrastruktur di sektor pertanian juga terus ditingkatkan.

    "Seperti bendungan, irigasi, dan titik sumber air yang juga semakin banyak dibangun," imbuhnya.

    Untuk menjaga kestabilan harga pangan, Disperindagkop Kaltim juga telah menyiapkan outlet penyeimbang yang dibangun di 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Outlet ini menyediakan bahan pokok dengan harga lebih murah dari pasar.

    "Menjelang Ramadan dan lebaran, kecenderungan peningkatan permintaan. Sehingga jika stoknya tidak berubah, pasti harganya naik. Itulah yang kami jaga," tandasnya. (Sf/Rs)