Seputar Kaltim

    4 Bangunan di Wahid Hasyim II Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Desember 2025 pukul 10:09 WITA

    Proses pemadaman oleh pemadam. (Foto: Tim Respon Bencana Satbrimob Polda Kaltim)

    Samarinda - Kebakaran yang menghanguskan empat bangunan, terdiri dari tiga kios atau warung dan satu rumah tinggal, di Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, pada Minggu (7/12/2025) dini hari. 

    Api yang berkobar mulai pukul 05.20 Wita berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam 40 menit.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, membenarkan kejadian tersebut.

    "Kami mengerahkan delapan unit fire truck dan 15 mesin portable untuk melokalisasi api. Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik dari 18 unsur di lapangan, termasuk relawan, PMI, hingga kepolisian, api berhasil dikuasai sebelum menjalar lebih luas," ujar Hendra AH.

    Hendra AH juga menyoroti dugaan penyebab kebakaran yang mengarah pada masalah kelistrikan, seraya menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian.

    "Data sementara menunjukkan indikasi kuat akibat korsleting listrik. Ini adalah pemicu yang paling sering kami temukan di wilayah permukiman dan usaha," jelasnya. 

    "Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menumpuk steker, dan memastikan kabel tidak ada yang terkelupas, terutama di bangunan yang sudah tua,” lanjutnya.

    Meskipun empat bangunan hangus dan satu bangunan terdampak, Hendra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

    "Kami bersyukur satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa yang menghuni rumah tunggal berhasil menyelamatkan diri," .

    Hendra juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari tim Disdamkar, Command Centre 112, Polresta Samarinda, hingga para relawan yang membantu operasi penanggulangan bencana di lokasi padat penduduk tersebut.

    "Saya sangat mengapresiasi seluruh unsur yang bahu-membahu dari pagi hari," pungkas Hendra.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    4 Bangunan di Wahid Hasyim II Ludes Dilalap Api, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    07 Desember 2025 pukul 10:09 WITA

    Proses pemadaman oleh pemadam. (Foto: Tim Respon Bencana Satbrimob Polda Kaltim)

    Samarinda - Kebakaran yang menghanguskan empat bangunan, terdiri dari tiga kios atau warung dan satu rumah tinggal, di Jalan Wahid Hasyim II, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, pada Minggu (7/12/2025) dini hari. 

    Api yang berkobar mulai pukul 05.20 Wita berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam 40 menit.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH, membenarkan kejadian tersebut.

    "Kami mengerahkan delapan unit fire truck dan 15 mesin portable untuk melokalisasi api. Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik dari 18 unsur di lapangan, termasuk relawan, PMI, hingga kepolisian, api berhasil dikuasai sebelum menjalar lebih luas," ujar Hendra AH.

    Hendra AH juga menyoroti dugaan penyebab kebakaran yang mengarah pada masalah kelistrikan, seraya menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian.

    "Data sementara menunjukkan indikasi kuat akibat korsleting listrik. Ini adalah pemicu yang paling sering kami temukan di wilayah permukiman dan usaha," jelasnya. 

    "Kami kembali mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menumpuk steker, dan memastikan kabel tidak ada yang terkelupas, terutama di bangunan yang sudah tua,” lanjutnya.

    Meskipun empat bangunan hangus dan satu bangunan terdampak, Hendra memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

    "Kami bersyukur satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa yang menghuni rumah tunggal berhasil menyelamatkan diri," .

    Hendra juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari tim Disdamkar, Command Centre 112, Polresta Samarinda, hingga para relawan yang membantu operasi penanggulangan bencana di lokasi padat penduduk tersebut.

    "Saya sangat mengapresiasi seluruh unsur yang bahu-membahu dari pagi hari," pungkas Hendra.

    (Sf/Rs)