354 Ton Sampah per Hari, Hanya 8 Persen Terkelola di Kukar

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    23 Februari 2026 06:41 WIB

    TPA Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Tri Joko Kuncoro mengungkap dari 354 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, cuma sekitar delapan persen yang berhasil dikelola.

    “Volume sampah di Kukar ini sangat luar biasa, kurang lebih 300-an ton per harinya. Tapi sementara yang baru diolah itu sekitar delapan persen saja,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

    Kondisi itu tentu dianggap mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh semakin menumpuk, apalagi mengingat infrastruktur tersebut diprediksi akan penuh pada 2027 mendatang.

    Sebagai salah satu langkah konkret, DLHK Kukar mengajak masyarakat untuk memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS).

    Proses pemisahan sampah antara yang memiliki nilai ekonomis dan tidak ini dinilai sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Bekotok.

    “Kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan tentu sampah-sampah yang telah terpilah dengan baik itu bisa dijual di bank sampah,” terang Tri Joko Kuncoro.

    Melalui ajakan ini, volume sampah yang berhasil diolah setiap harinya semakin meningkat, sehingga daya tampung TPA Bekotok dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    354 Ton Sampah per Hari, Hanya 8 Persen Terkelola di Kukar

    Seputarfakta.com - Agus Saputra -

    Seputar Kaltim

    23 Februari 2026 06:41 WIB

    TPA Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh (Dok: istimewa)

    Tenggarong - Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar), Tri Joko Kuncoro mengungkap dari 354 ton sampah yang dihasilkan setiap hari, cuma sekitar delapan persen yang berhasil dikelola.

    “Volume sampah di Kukar ini sangat luar biasa, kurang lebih 300-an ton per harinya. Tapi sementara yang baru diolah itu sekitar delapan persen saja,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

    Kondisi itu tentu dianggap mengkhawatirkan karena berpotensi menyebabkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bekotok di Kelurahan Loa Ipuh semakin menumpuk, apalagi mengingat infrastruktur tersebut diprediksi akan penuh pada 2027 mendatang.

    Sebagai salah satu langkah konkret, DLHK Kukar mengajak masyarakat untuk memilah sampah terlebih dahulu sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS).

    Proses pemisahan sampah antara yang memiliki nilai ekonomis dan tidak ini dinilai sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA Bekotok.

    “Kami mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan tentu sampah-sampah yang telah terpilah dengan baik itu bisa dijual di bank sampah,” terang Tri Joko Kuncoro.

    Melalui ajakan ini, volume sampah yang berhasil diolah setiap harinya semakin meningkat, sehingga daya tampung TPA Bekotok dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan.

    (Sf/Lo)