Cari disini...
Seputar Kaltim
Camat Sangatta utara, Hasdiah. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Sebanyak 345 anak di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat berisiko stunting.
Selain itu, ada 3.686 keluarga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting. Data tersebut disampaikan Camat Sangatta Utara, Hasdiah usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan penanganan stunting tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
“Penanganan kesehatan, terutama stunting menjadi perhatian serius karena ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan layanan dasar masyarakat,” ujar Hasdiah.
Selain masalah kesehatan, ia juga menyampaikan masih ada wilayah yang belum mendapatkan layanan listrik dan air bersih secara maksimal. Sekitar 11 RT di 30 titik belum teraliri listrik. Sementara itu, sekitar 915 kepala keluarga belum mendapat sambungan air bersih dari PDAM.
Pemerintah kecamatan sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan PDAM untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM. Dalam waktu dekat, kami bersama PDAM dan PLN akan turun ke lapangan untuk mengecek lokasi yang belum terlayani dan melihat kendalanya. Tapi yang jelas layanan itu memang belum sampai,” jelasnya.
Hasdiah menegaskan peningkatan akses listrik dan air bersih sangat penting untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di Sangatta Utara.
“Kami berharap ini bisa menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Camat Sangatta utara, Hasdiah. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Sebanyak 345 anak di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tercatat berisiko stunting.
Selain itu, ada 3.686 keluarga yang masuk kategori keluarga berisiko stunting. Data tersebut disampaikan Camat Sangatta Utara, Hasdiah usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan penanganan stunting tidak bisa dipisahkan dari ketersediaan layanan dasar seperti listrik dan air bersih.
“Penanganan kesehatan, terutama stunting menjadi perhatian serius karena ini berkaitan dengan kondisi lingkungan dan layanan dasar masyarakat,” ujar Hasdiah.
Selain masalah kesehatan, ia juga menyampaikan masih ada wilayah yang belum mendapatkan layanan listrik dan air bersih secara maksimal. Sekitar 11 RT di 30 titik belum teraliri listrik. Sementara itu, sekitar 915 kepala keluarga belum mendapat sambungan air bersih dari PDAM.
Pemerintah kecamatan sudah berkoordinasi dengan pihak PLN dan PDAM untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Kami sudah berkoordinasi dengan PDAM. Dalam waktu dekat, kami bersama PDAM dan PLN akan turun ke lapangan untuk mengecek lokasi yang belum terlayani dan melihat kendalanya. Tapi yang jelas layanan itu memang belum sampai,” jelasnya.
Hasdiah menegaskan peningkatan akses listrik dan air bersih sangat penting untuk mendukung upaya penurunan angka stunting di Sangatta Utara.
“Kami berharap ini bisa menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan, karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tutupnya.
(Sf/Lo)