Cari disini...
Seputar Kaltim
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024. (Istimewa)
Tanah Grogot - Sebanyak 302 personel gabungan TNI, Polri dan stakholfer terkait dikerahkan untuk pengamanan mudik dan Idulfitri di Kabupaten Paser.
Giat pengamanan ini merupakan Operasi Ketupat 2024. Ratusan personel pengamanan itu terdiri dari 120 Polisi, 30 TNI, 30 Dishub, 30 Satpol-PP, 30 BPBD, 20 Damkar, 10 tenaga kesehatan, 10 jasa raharja, 20 sentra komunikasi, 10 petugas PLN, dan dua dari organisasi angkutan darat.
Kapolres Paser, AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan arus mudik tahun ini bisa sangat padat. Apalagi dari survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan bisa sampai 193,6 juta orang, angka ini meningkat 56,4 persen dibanding tahun lalu.
“Presiden Joko Widodo menekankan bahwa mudik tahun ini adalah mudik yang akan sangat besar sekali. Untuk itu, diimbau agar masyarakat dapat mudik lebih awal,” kata Yusep Dwi Prasetiya dalam amanatnya saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024 di halaman Kantor Bupati Paser, Rabu (3/4/2024).
Dalam Ops Ketupat 2024 ini, ada enam pos disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, bencana alam dan pengamanan pusat keramaian.
Pos ini terdiri dari satu pos terpadu, dua pos pelayanan dan tiga pos pengamanan. “Tentunya kita harus memberikan pelayanan prima dan pengamanan
optimal,” jelasnya.
Ia turut menyampaikan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah diterbitkan tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2024/ 1445 Hijriah.
Kebijakan ini diharapkannya mampu mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas melalui pengaturan operasional angkutan.
“Perlu dipahami dan implementasikan SKB ini secara presisi di lapangan, serta sosialisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024. (Istimewa)
Tanah Grogot - Sebanyak 302 personel gabungan TNI, Polri dan stakholfer terkait dikerahkan untuk pengamanan mudik dan Idulfitri di Kabupaten Paser.
Giat pengamanan ini merupakan Operasi Ketupat 2024. Ratusan personel pengamanan itu terdiri dari 120 Polisi, 30 TNI, 30 Dishub, 30 Satpol-PP, 30 BPBD, 20 Damkar, 10 tenaga kesehatan, 10 jasa raharja, 20 sentra komunikasi, 10 petugas PLN, dan dua dari organisasi angkutan darat.
Kapolres Paser, AKBP Yusep Dwi Prasetiya mengatakan arus mudik tahun ini bisa sangat padat. Apalagi dari survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub), potensi pergerakan bisa sampai 193,6 juta orang, angka ini meningkat 56,4 persen dibanding tahun lalu.
“Presiden Joko Widodo menekankan bahwa mudik tahun ini adalah mudik yang akan sangat besar sekali. Untuk itu, diimbau agar masyarakat dapat mudik lebih awal,” kata Yusep Dwi Prasetiya dalam amanatnya saat apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2024 di halaman Kantor Bupati Paser, Rabu (3/4/2024).
Dalam Ops Ketupat 2024 ini, ada enam pos disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan, kecelakaan, kriminalitas, bencana alam dan pengamanan pusat keramaian.
Pos ini terdiri dari satu pos terpadu, dua pos pelayanan dan tiga pos pengamanan. “Tentunya kita harus memberikan pelayanan prima dan pengamanan
optimal,” jelasnya.
Ia turut menyampaikan adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) yang telah diterbitkan tentang pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan selama masa arus mudik dan arus balik angkutan lebaran 2024/ 1445 Hijriah.
Kebijakan ini diharapkannya mampu mendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas melalui pengaturan operasional angkutan.
“Perlu dipahami dan implementasikan SKB ini secara presisi di lapangan, serta sosialisasikan kepada masyarakat,” pungkasnya.
(Sf/By)