Cari disini...
Seputar Kaltim
Wabup PPU, Abdul Waris Muin (kanan) dan Sekda, Tohar (kiri) (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Sebanyak tiga Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Penajam Paser Utara (PPU) sejak September 2025 lalu.
Tiga SPPG itu berada di Desa Bumi Harapan, Kelurahan Penajam dan Buluminung. Setiap harinya dapur tersebut menyajikan ribuan porsi MBG bagi pelajar tingkat PAUD hingga SMA sederajat sebagai penerima manfaat.
Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin menegaskan pelaksanaan MBG harus benar-benar diperhatikan, terutama dalam hal keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.
“Jangan sampai kejadian-kejadian yang ramai di daerah lain seperti keracunan makanan, terjadi di PPU,” ucap Waris Muin saat rakor MBG di Setkab PPU, Selasa (21/10/2025).
“Kita harus memastikan setiap makanan yang disajikan harus aman dan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat,” tambahnya.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar menekankan setiap SPPG wajib menjalankan prosedur yang ketat saat menyiapkan dan menyajikan MBG kepada anak sekolah, terutama dalam penggunaan bahan pangan dan proses pengolahannya harus higienis.
“Program ini harus berjalan sesuai niat mulianya, yaitu memberikan makanan bergizi dan seimbang kepada anak-anak kita agar tumbuh kembangnya maksimal,” terangnya.
Dinas Kesehatan diharapkan dapat melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap SPPG secara rutin.
Tujuannya untuk memastikan makanan yang disajikan tidak menimbulkan gejala keracunan usai dikonsumsi anak-anak.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wabup PPU, Abdul Waris Muin (kanan) dan Sekda, Tohar (kiri) (Dok: Humassetkabppu)
Penajam - Sebanyak tiga Stasiun Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Penajam Paser Utara (PPU) sejak September 2025 lalu.
Tiga SPPG itu berada di Desa Bumi Harapan, Kelurahan Penajam dan Buluminung. Setiap harinya dapur tersebut menyajikan ribuan porsi MBG bagi pelajar tingkat PAUD hingga SMA sederajat sebagai penerima manfaat.
Wakil Bupati (Wabup) PPU, Abdul Waris Muin menegaskan pelaksanaan MBG harus benar-benar diperhatikan, terutama dalam hal keamanan dan kualitas makanan yang disajikan.
“Jangan sampai kejadian-kejadian yang ramai di daerah lain seperti keracunan makanan, terjadi di PPU,” ucap Waris Muin saat rakor MBG di Setkab PPU, Selasa (21/10/2025).
“Kita harus memastikan setiap makanan yang disajikan harus aman dan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat,” tambahnya.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar menekankan setiap SPPG wajib menjalankan prosedur yang ketat saat menyiapkan dan menyajikan MBG kepada anak sekolah, terutama dalam penggunaan bahan pangan dan proses pengolahannya harus higienis.
“Program ini harus berjalan sesuai niat mulianya, yaitu memberikan makanan bergizi dan seimbang kepada anak-anak kita agar tumbuh kembangnya maksimal,” terangnya.
Dinas Kesehatan diharapkan dapat melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap SPPG secara rutin.
Tujuannya untuk memastikan makanan yang disajikan tidak menimbulkan gejala keracunan usai dikonsumsi anak-anak.
(Sf/Lo)