Seputar Kaltim

    3 Nelayan Berau yang Hilang Kontak di Perairan Pulau Derawan Akhirnya Pulang Selamat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Maret 2026 pukul 12:33 WITA

    Tiga nelayan yang hilang kontak telah kembali ke keluarga. (Foto: BPBD Berau)

    Tanjung Redeb - Tiga nelayan asal Jalan Pangeran Diguna, Kabupaten Berau yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut akhirnya berhasil kembali ke rumah dalam keadaan selamat. 

    Ketiganya diketahui mengalami hilang komunikasi sejak Jumat (6/3/2026) di perairan utara luar Pulau Derawan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menjelaskan hilangnya kontak dengan ketiga nelayan tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin kapal yang mereka gunakan saat menuju rumpon atau bagan.

    "Awalnya mesin kapal mereka mengalami kerusakan saat berada di laut, sehingga kapal sempat terapung di laut selama tiga hari," ujar Nofian.

    Setelah terapung di laut sekitar tiga hari, ketiga nelayan tersebut sempat mendapatkan bantuan dari kapal nelayan lain yang melintas. Kapal mereka kemudian ditarik menuju Tanjung Batu untuk dilakukan perbaikan mesin.

    Namun, setelah mesin kapal diperbaiki dan mereka kembali melaut, mesin kapal tersebut kembali mengalami kerusakan. Akibatnya kapal mereka kembali terombang-ambing di laut selama lima hari.

    "Sebelumnya, ketiganya sempat melakukan komunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal. Setelah itu mereka tidak dapat dihubungi lagi karena telepon seluler yang digunakan mengalami kerusakan," tambahnya.

    Nofian pun menyampaikan keberadaan kapal tersebut akhirnya diketahui setelah Polsek Tanjung Batu memberi informasi kepada pemilik kapal bahwa kapal para nelayan tersebut bersandar di wilayah Tanjung Batu.

    "Pada hari Senin (9/3/2026), ketiga nelayan tersebut akhirnya pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat dan sehat,"tuturnya.

    Pihak keluarga kemudian menghubungi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu meneruskan laporan kepada pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.

    Sebelumnya, Tiga nelayan terebut dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan utara luar Pulau Derawan. Ketiganya berangkat dari Pelabuhan Kampung Kasai menggunakan kapal motor nelayan tanpa nama pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

    Kemudian, Polsek Tanjung Redeb menerima laporan pada Jumat malam (6/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA dari salah satu keluarga korban yang merasa khawatir karena ketiganya sudah lama tidak dapat dihubungi.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    3 Nelayan Berau yang Hilang Kontak di Perairan Pulau Derawan Akhirnya Pulang Selamat

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    10 Maret 2026 pukul 12:33 WITA

    Tiga nelayan yang hilang kontak telah kembali ke keluarga. (Foto: BPBD Berau)

    Tanjung Redeb - Tiga nelayan asal Jalan Pangeran Diguna, Kabupaten Berau yang sempat dilaporkan hilang kontak saat melaut akhirnya berhasil kembali ke rumah dalam keadaan selamat. 

    Ketiganya diketahui mengalami hilang komunikasi sejak Jumat (6/3/2026) di perairan utara luar Pulau Derawan.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Nofian Hidayat menjelaskan hilangnya kontak dengan ketiga nelayan tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin kapal yang mereka gunakan saat menuju rumpon atau bagan.

    "Awalnya mesin kapal mereka mengalami kerusakan saat berada di laut, sehingga kapal sempat terapung di laut selama tiga hari," ujar Nofian.

    Setelah terapung di laut sekitar tiga hari, ketiga nelayan tersebut sempat mendapatkan bantuan dari kapal nelayan lain yang melintas. Kapal mereka kemudian ditarik menuju Tanjung Batu untuk dilakukan perbaikan mesin.

    Namun, setelah mesin kapal diperbaiki dan mereka kembali melaut, mesin kapal tersebut kembali mengalami kerusakan. Akibatnya kapal mereka kembali terombang-ambing di laut selama lima hari.

    "Sebelumnya, ketiganya sempat melakukan komunikasi terakhir dengan istri dan pemilik kapal. Setelah itu mereka tidak dapat dihubungi lagi karena telepon seluler yang digunakan mengalami kerusakan," tambahnya.

    Nofian pun menyampaikan keberadaan kapal tersebut akhirnya diketahui setelah Polsek Tanjung Batu memberi informasi kepada pemilik kapal bahwa kapal para nelayan tersebut bersandar di wilayah Tanjung Batu.

    "Pada hari Senin (9/3/2026), ketiga nelayan tersebut akhirnya pulang ke rumah masing-masing dalam keadaan selamat dan sehat,"tuturnya.

    Pihak keluarga kemudian menghubungi anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk membantu meneruskan laporan kepada pihak kepolisian terkait kejadian tersebut.

    Sebelumnya, Tiga nelayan terebut dilaporkan hilang kontak saat melaut di perairan utara luar Pulau Derawan. Ketiganya berangkat dari Pelabuhan Kampung Kasai menggunakan kapal motor nelayan tanpa nama pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

    Kemudian, Polsek Tanjung Redeb menerima laporan pada Jumat malam (6/3/2026) sekitar pukul 20.00 WITA dari salah satu keluarga korban yang merasa khawatir karena ketiganya sudah lama tidak dapat dihubungi.

    (Sf/Lo)