3 Hari Hilang di Laut, Nelayan di Muara Badak Sempat Kirim Video Minta Pertolongan

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    22 Desember 2024 03:52 WIB

    Video terakhir korban saat masih di kapal meminta pertolongan kepada kerabat di Muara Badak. (Foto: Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Dua orang nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikabarkan hilang pada Kamis (19/12/2024) lalu. 

    Keduanya hilang saat berlayar hendak menukarkan barang kepada seseorang yang berada diloksi perairan Muara Badak menggunakan kapal pada pukul 00.43 Wita. 

    "Dia ini bisnismen, mereka memang sudah janjian mau menukarkan barang ke orang m, janjian melalui pesan Whatsapp (WA). Salah satu korban Ipul malam kemarin sempat menghubungi saya dan istrinya untuk memberi tahu kalau mesin kapal mati ditengah laut," kata Taswin, salah satu kerabat korban, Minggu (21/12/2024).

    Ia menjelaskan bahwa korban yang bernama Ipul dan Jawa pergi berlayar ke laut setelah magrib, kedua orang itu hendak menukarkan barang yang dibawa dengan minyak. Sesampainya di lokasi, kapal yang dituju tidak berada di lokasi tersebut.

    "Pas mau sampai di kapal dan orang yang mau tukar barang sama dia sudah pergi, jadi tinggal dua orang ini saja di kapal, mereka kehabisan bensin, mesinnya mati tak bisa lanjut berlayar. Disitu dia bingung karena memang Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya untuk sampai di kapal itu saja, pas sampai di titik kapal orang itu sudah pergi," ujarnya.

    Salh satu korban Ipul sempat menghubungi Taswin pada pukul 00.43 WITA dini hari, kemudian, menghubungi istrinya dengan cara mengirimkan video yang menggambarkan suasana di tengah laut.

    "Istrinya juga bangun subuh, karena memang waktu itu semua orang sedang tidur. Kita liat pesan masuk di pukul 04.30 Wita waktu salat subuh. Saya juga liat pesan itu subuh," sebut Taswin. 

    Setelah melihat pesan tersebut, Taswin langsung mengerahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk menuju ke lokasi perairan Muara Berau yang sebelumnya di kirim korban melalui pesan WA itu, setelah sampai di lokasi kedua korban tidak ditemukan.

    "Dari Muara Badak ke lokasi sekitar itu 20 kilo dengan jarak tempuh satu jam baru sampe ke lokasi. Mereka berdua Ipul dan jawa. kita harap kedua orang ini tidak terbalik dari kapal, karena memang sekarang cuacanya ekstrim," sebutnya.

    Sementara, pencarian saat ini masih dilakukan  oleh warga dan dibantu Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melakukan pencarian terhitung sejak 19 hingga 22 Desember kemarin.

    "Basarnas sudah berada di lokasi perairan Bontang dan Anggana, kita juga melakukan pencarian dengan cara menyadap Nomor Handphone (HP), korban sudah masuk diperairan Palu, Sulawesi, larut disitu sudah. Sampai sekarang belum ada kabar dan pencarian masih berlanjut, kita harap keduanya kembali dengan selamat," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    3 Hari Hilang di Laut, Nelayan di Muara Badak Sempat Kirim Video Minta Pertolongan

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Seputar Kaltim

    22 Desember 2024 03:52 WIB

    Video terakhir korban saat masih di kapal meminta pertolongan kepada kerabat di Muara Badak. (Foto: Tangkapan Layar)

    Tenggarong - Dua orang nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dikabarkan hilang pada Kamis (19/12/2024) lalu. 

    Keduanya hilang saat berlayar hendak menukarkan barang kepada seseorang yang berada diloksi perairan Muara Badak menggunakan kapal pada pukul 00.43 Wita. 

    "Dia ini bisnismen, mereka memang sudah janjian mau menukarkan barang ke orang m, janjian melalui pesan Whatsapp (WA). Salah satu korban Ipul malam kemarin sempat menghubungi saya dan istrinya untuk memberi tahu kalau mesin kapal mati ditengah laut," kata Taswin, salah satu kerabat korban, Minggu (21/12/2024).

    Ia menjelaskan bahwa korban yang bernama Ipul dan Jawa pergi berlayar ke laut setelah magrib, kedua orang itu hendak menukarkan barang yang dibawa dengan minyak. Sesampainya di lokasi, kapal yang dituju tidak berada di lokasi tersebut.

    "Pas mau sampai di kapal dan orang yang mau tukar barang sama dia sudah pergi, jadi tinggal dua orang ini saja di kapal, mereka kehabisan bensin, mesinnya mati tak bisa lanjut berlayar. Disitu dia bingung karena memang Bahan Bakar Minyak (BBM) hanya untuk sampai di kapal itu saja, pas sampai di titik kapal orang itu sudah pergi," ujarnya.

    Salh satu korban Ipul sempat menghubungi Taswin pada pukul 00.43 WITA dini hari, kemudian, menghubungi istrinya dengan cara mengirimkan video yang menggambarkan suasana di tengah laut.

    "Istrinya juga bangun subuh, karena memang waktu itu semua orang sedang tidur. Kita liat pesan masuk di pukul 04.30 Wita waktu salat subuh. Saya juga liat pesan itu subuh," sebut Taswin. 

    Setelah melihat pesan tersebut, Taswin langsung mengerahkan Anak Buah Kapal (ABK) untuk menuju ke lokasi perairan Muara Berau yang sebelumnya di kirim korban melalui pesan WA itu, setelah sampai di lokasi kedua korban tidak ditemukan.

    "Dari Muara Badak ke lokasi sekitar itu 20 kilo dengan jarak tempuh satu jam baru sampe ke lokasi. Mereka berdua Ipul dan jawa. kita harap kedua orang ini tidak terbalik dari kapal, karena memang sekarang cuacanya ekstrim," sebutnya.

    Sementara, pencarian saat ini masih dilakukan  oleh warga dan dibantu Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih melakukan pencarian terhitung sejak 19 hingga 22 Desember kemarin.

    "Basarnas sudah berada di lokasi perairan Bontang dan Anggana, kita juga melakukan pencarian dengan cara menyadap Nomor Handphone (HP), korban sudah masuk diperairan Palu, Sulawesi, larut disitu sudah. Sampai sekarang belum ada kabar dan pencarian masih berlanjut, kita harap keduanya kembali dengan selamat," pungkasnya. 

    (Sf/Rs)