Cari disini...
Seputar Kaltim
(Foto: Ilustrasi/Net)
Samarinda - Sebanyak 3.152 warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Ini berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari hingga 25 Agustus 2023.
Tergambar dalam infografis tersebut, seluruh kabupaten/kota di Kaltim menandakan sudah dalam kondisi darurat.
Sebab berwarna merah karena jumlah pasien positif lebih dari 50 kasus per kabupaten/kota. Data Dinkes Kaltim, di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 501 kasus.
Data terbaru, ada penambahan 17 kasus positif dalam sebulan dan itu merupakan jumlah kasus tertinggi di Kaltim .
Kemudian di Bontang 258 jiwa, Kutim 494 jiwa, Balikpapan 709 jiwa, Samarinda 538 jiwa, PPU 69 jiwa, Mahulu 116 jiwa, Berau 184 jiwa, Kubar 155 jiwa dan Paser 126 jiwa.
Dinkes melakukan upaya penanganan pencegahan DBD dengan melakukan sosialisasi kepada warga dan mengimbau agar memperhatikan penyebab dininya.
"Kami dari Dinkes hanya mengingatkan kepada orang tua yang memiliki anak yang sedang demam, jangan pandang remeh. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan, jangan grusak-grusuk untuk menangani itu sendiri," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Setyo Budi Basuki, Senin (28/8/2023).
Ia menyebut gejala DBD tidak dapat diidentifikasi sendiri. Sebab penyakit tersebut sulit diterka dan gejala-gejala yang timbul tidak menandakan bahwa seseorang telah terpapar DBD.
"Penanganan yang dilakukan oleh masyarakat itu tidak dari awal, sehingga penyakit tersebut terlanjur parah, terdapat bagian yang tak dapat didiagnosa sehingga membuat sel darah merah tersebut pecah," jelasnya.
Basuki mengimbau masyarakat dapat memperhatikan lingkungan dan membawanya pasien ke fasilitas kesehatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti,” harapnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

(Foto: Ilustrasi/Net)
Samarinda - Sebanyak 3.152 warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Ini berdasarkan data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Januari hingga 25 Agustus 2023.
Tergambar dalam infografis tersebut, seluruh kabupaten/kota di Kaltim menandakan sudah dalam kondisi darurat.
Sebab berwarna merah karena jumlah pasien positif lebih dari 50 kasus per kabupaten/kota. Data Dinkes Kaltim, di Kutai Kartanegara (Kukar) dengan 501 kasus.
Data terbaru, ada penambahan 17 kasus positif dalam sebulan dan itu merupakan jumlah kasus tertinggi di Kaltim .
Kemudian di Bontang 258 jiwa, Kutim 494 jiwa, Balikpapan 709 jiwa, Samarinda 538 jiwa, PPU 69 jiwa, Mahulu 116 jiwa, Berau 184 jiwa, Kubar 155 jiwa dan Paser 126 jiwa.
Dinkes melakukan upaya penanganan pencegahan DBD dengan melakukan sosialisasi kepada warga dan mengimbau agar memperhatikan penyebab dininya.
"Kami dari Dinkes hanya mengingatkan kepada orang tua yang memiliki anak yang sedang demam, jangan pandang remeh. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan, jangan grusak-grusuk untuk menangani itu sendiri," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes Kaltim, Setyo Budi Basuki, Senin (28/8/2023).
Ia menyebut gejala DBD tidak dapat diidentifikasi sendiri. Sebab penyakit tersebut sulit diterka dan gejala-gejala yang timbul tidak menandakan bahwa seseorang telah terpapar DBD.
"Penanganan yang dilakukan oleh masyarakat itu tidak dari awal, sehingga penyakit tersebut terlanjur parah, terdapat bagian yang tak dapat didiagnosa sehingga membuat sel darah merah tersebut pecah," jelasnya.
Basuki mengimbau masyarakat dapat memperhatikan lingkungan dan membawanya pasien ke fasilitas kesehatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti,” harapnya.
(Sf/By)