Seputar Kaltim

    299 Nelayan Kerang Dara Muara Badak Dapat Tali Asih Sebesar Rp600 Juta

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2025 pukul 19:39 WITA

    Nelayan Kerang Dara Sangsanga. (Foto:Yusuf)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) akhirnya memberikan tali asih kepada sebanyak 299 nelayan kerang dara Kecamatan Muara Badak. 

    Humas Persatuan Nelayan Kerang Dara, Yusuf mengatakan telah melakukan pertemuan dengan PHSS pada Jumat (28/2/2025) lalu dan mereka akan mengeluarkan dana sebesar Rp600 juta yang bakal dibagikan kepada 299 nelayan kerang dara. 

    "Satu orang dapat sekitar Rp2 juta, kami anggap sebagai bantuan sosial dan bukan ganti rugi,” kata Yusuf, Rabu (5/3/2025).

    Ia menegaskan, dugaan pencemaran limbah PT PHSS yang membuat nelayan kerang dara gagal panen itu masih akan tetap berlanjut. Pemkab juga memberikan bantuan berupa sembako, tapi jumlahnya hanya 52 paket karena adanya keterbatasan anggaran.

    "Jadi sembako yang diberikan itu masih kita simpan dulu, masih banyak yang kurang, kalau kita bagikan pasti timbul kecemburuan sosial," ujarnya. 

    Rapat pembahasan terkait insiden tersebut akan dilakukan dengan melibatkan pemkab dan 42 perusahaan yang ada di Kukar, Kamis (6/3/2025) besok. 

    "Besok Kamis itu ada rencana rapat mengundang 42 perusahaan yang ada di Muara badak. 42 perusahaan ini nanti akan dimintai bentuk kepedulian yang sama, seperti yang dilakukan Pertamina hari ini. Jadi nanti kami minta komitmennya, apakah bersedia membantu, apakah peduli dengan kondisi hari ini yang menimpa nelayan. Nanti di hari Kamis akan ditentukan dan juga terkait nominalnya mungkin akan dibahas disana," ungkap Yusuf. 

    Yusuf menegaskan akan terus menuntaskan permasalahan ini hingga usai. Penelitian pengambilan sampel pun sampai saat ini terus berjalan. 

    "Ini yang disepakati bersama, kita menunggu prosesnya uji labnya. Hasilnya seperti apa nanti kita akan dengarkan sama-sama. Sementara untuk penelitian yang dilakukan mandiri oleh masyarakat itu hasilnya sudah keluar dan kita akan umumkan bersama-sama, nanti pengumuman resminya kita share," pungkasnya. 

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    299 Nelayan Kerang Dara Muara Badak Dapat Tali Asih Sebesar Rp600 Juta

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Buniyamin
    05 Maret 2025 pukul 19:39 WITA

    Nelayan Kerang Dara Sangsanga. (Foto:Yusuf)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) akhirnya memberikan tali asih kepada sebanyak 299 nelayan kerang dara Kecamatan Muara Badak. 

    Humas Persatuan Nelayan Kerang Dara, Yusuf mengatakan telah melakukan pertemuan dengan PHSS pada Jumat (28/2/2025) lalu dan mereka akan mengeluarkan dana sebesar Rp600 juta yang bakal dibagikan kepada 299 nelayan kerang dara. 

    "Satu orang dapat sekitar Rp2 juta, kami anggap sebagai bantuan sosial dan bukan ganti rugi,” kata Yusuf, Rabu (5/3/2025).

    Ia menegaskan, dugaan pencemaran limbah PT PHSS yang membuat nelayan kerang dara gagal panen itu masih akan tetap berlanjut. Pemkab juga memberikan bantuan berupa sembako, tapi jumlahnya hanya 52 paket karena adanya keterbatasan anggaran.

    "Jadi sembako yang diberikan itu masih kita simpan dulu, masih banyak yang kurang, kalau kita bagikan pasti timbul kecemburuan sosial," ujarnya. 

    Rapat pembahasan terkait insiden tersebut akan dilakukan dengan melibatkan pemkab dan 42 perusahaan yang ada di Kukar, Kamis (6/3/2025) besok. 

    "Besok Kamis itu ada rencana rapat mengundang 42 perusahaan yang ada di Muara badak. 42 perusahaan ini nanti akan dimintai bentuk kepedulian yang sama, seperti yang dilakukan Pertamina hari ini. Jadi nanti kami minta komitmennya, apakah bersedia membantu, apakah peduli dengan kondisi hari ini yang menimpa nelayan. Nanti di hari Kamis akan ditentukan dan juga terkait nominalnya mungkin akan dibahas disana," ungkap Yusuf. 

    Yusuf menegaskan akan terus menuntaskan permasalahan ini hingga usai. Penelitian pengambilan sampel pun sampai saat ini terus berjalan. 

    "Ini yang disepakati bersama, kita menunggu prosesnya uji labnya. Hasilnya seperti apa nanti kita akan dengarkan sama-sama. Sementara untuk penelitian yang dilakukan mandiri oleh masyarakat itu hasilnya sudah keluar dan kita akan umumkan bersama-sama, nanti pengumuman resminya kita share," pungkasnya. 

    (Sf/By)